Sabtu, 18 Mei 2013

INI FILM " JANGAN MENANGIS SINAR " DIANGKAT DARI KISAH NYATA SEORANG BOCAH ASAL DESA RISO POLMAN SULAWESI BARAT

Resensi Film disusun oleh : MUHAMMAD NUR  OKT - MAMUJU


 Poster Jangan menangis sinar ( foto Ilustrasi :
www.tribunnews.com )
Masih segar dalam ingatan kita awal Desember 2009  yang lalu Seorang Gadis cilik berusia 6 Tahun kelas 1 SD yang bernasib malang karena kemiskinan bernama SINAR asal Desa Riso, Kecamatan Tapango Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat yang karena kepapaannya tidak dapat merasakan kisah indah masa kecil bermain bercanda besama teman-teman seperti halnya anak-anak seusia Sinar pada umumnya.

Ketika teman-temannya asyik bermain petak umpet dihalaman sehabis pulang sekolah, Sinar harus bersusah payah mencari sesuap nasi memenuhi kebutuhan Ibunya bernama Murni yang sejak 2 tahun sebelumnya terbaring lumpuh tak berdaya di tempat tidur, Ayahnya Anwar dikabarkan sejak 3  tahun yang lalu pergi merantau kenegeri seberang Malaysia untuk meningkatkan taraf hidupnya,  yang pada kenyataannya sejak meninggalkan kampung halaman,  anak dan isterinya yang berjuang melanjutkan hidup,  tak ada khabar beritanya hilang ditelan bumi entah mengapa ?


Yulia Rahman ( foto : kabartop.com )

Hanya Sinar dan Ibunya yang tinggal didalam di gubuk derita berukuran 4 x 6 meter yang terletak jauh dari Pemukiman, Sinar adalah putri ke-3 dari 5 bersaudara dari  pasangan Anwar dan Murni, 2 kakak dan 2 adiknya tinggal bersama neneknya yang juga hidup sederhana.

Walau dengan segala keterbatasan dan hidup didera kemiskinan  Sinar tetap bersekolah waktu-waktu yang lowong digunakan untuk mencari nafkah dan menghidupi Diri dan Ibunya , miris rasanya hati ini mengetahui  kehidupan Sinar bayangkan anak seusia Sinar disamping harus bersekolah Dia juga harus mengurus dan mencari nafkah seorang diri, sebelum pergi bersekolah di pagi hari  Sinar sudah harus mengurus Ibunya, memandikan, menyiapkan makanan dan keperluan Ibunya selama ditinggal pergi, maklum Sang Ibu sudah tidak dapat lagi menggerakkan kedua kakinya.


Terry Putri ( Foto : m.poskota.news )

Karena kisah Gadis Cilik berusia 6 Tahun bernama Sinar yang harus berjuang bagai orang dewasa ini sudah pernah booming dan menjadi trending topik  di Sulawesi Barat bahkan di Indonesia sekitar Januari 2010  dan tayang di TV Nasional, yang kemudian membuat Seorang Penyanyi Artis Nasional bernama Charlie yang peduli pada Sinar sampai datang dari Jakarta untuk menjenguk dan memberi bantuan pada Sinar, sehingga tak terlalu penting untuk diulas lebih jauh, dalam artikel ini penulis ingin menyampaikan bahwa  True Story Kisah Sinar telah diangkat kelayar perak dalam " FILM JANGAN MENANGIS SINAR " yang dikabarkan telah mulai  Lounching pada tanggal, 16 Mei 2013 yang baru lalu, dan diputar di bioskop-bioskop Jakarta.

 Sekilas " Jangan Menangis Sinar " suguhan dari Youtube

FILM Jangan menangis SINAR , yang menjadi judul Film ini adalah Lagu yang berjudul sama dan dinyanyikan oleh Charly,   kisah yang mengharu biru bertema Drama trailer ( Based On True Story ) film produksi Putra Kusuma Pictures  ( Produser KI Kusumo ) yang di sutradarai oleh YAN SANJAYA, Scenario Film ini ditulis oleh Alexander Harry Bonte, Sinar diperankan Oleh Sinar Sendiri yang diramaikan oleh Bintang-Bintang yanng cukup punya nama di Dunia Keartisan Nasional, ada penyanyi kondang  Charly Setia,  Yulia Rahman Mantan Isteri Illusionis Demian, Paranormal Ki Kusumo, Presenter Cantik Terry Putri Mantan Isteri Rully Johan, Yati Surachman dan Riyanto RA, Sedangkan artis cilik selain Sinar Introducsing  Anggita Anjani dan Axel Putra Kusuma.

Film  Jangan Menangis Sinar yang berdurasi sekitar 80 menit sebahagian besar Lokasi Syutingnya dilakukan di Bogor, mungkin pertimbangan masaalah Lokasi yang jauh,  dan fasilitas yang terdapat di  Desa tersebut untuk kegiatan syuting minim sehingga Crew tidak terjun langsung  ke  Lokasi sesungguhnya yang terdapat di Desa Riso Polman.

Namun apapun itu  kita wajar mengangkat topi pada seluruh Crew Film  Jangan Menangis Sinar yang telah membuat Film kisah nyata yang terdapat di Daerah kita, karena kemungkinan Sinar-Sinar yang lain masih banyak terdapat diseluruh penjuru Tanah Air yang belum bisa dipantau keberadaannya ?

Sebagaimana telah disebutkan bahwa Film ini telah mulai beredar sejak tanggal 16 Mei 2013 di Jakarta Bagi penulis sendiri Film Jangan menangis Sinar adalah Film yang pantas ditonton utamanya Warga Sulbar sebagai sumbangsih pada Sinar dan Produser Film  yang telah mengangkat Ceritra ini kecintaan kita pada daerah yang telah memberikan reski dalam mengarungi kehidupan, Entah kapan peredarannya sampai kedaerah-daerah,  kita tunggu tanggal mainnya !?***


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar