Senin, 14 Desember 2015

3 SELEBRITI MUDA YANG IKUT PILKADA SERENTAK MENANG BERDASARKAN HASIL QUICK QOUNT

Bersasarkan hasil  pantauan penulis di media TV ,  3 selebriti indonesia yang ikut Pilkada serentak 2015  unggul berdasarkan hasil perhitungan cepat Quick Qount sembari menunggu keputusan KPU yang akan menetapkan mereka sebagai Paslon yang terpilih dalam beberapa hari kedepan.

Sembari menunggu penetapan KPU berikut daftar nama - nama Selebriti yang unggul dalam Pilkada serentak yang diselenggarakan pada 9 Desember 2015 yang baru lalu berdasarkan hasil Quick qount, mereka adalah :

  1. Calon Gubernur Jambi No. Urut 2 , ZUMI ZOLA , lahir di Jakarta 31 Maret 1980, Bupati Tanjung Jabung Timur 2011 - 2016, Putra Gubernur Jambi 2000 - 2010 Pa Zulkifly Nurdin, didunia keartisan terkenal lewat Sinetron antara lain HANTU JATUH CINTA pada tahun 2006 dan lainnya, maju berpasangan denga calon wakil Gubernur Fachrori diusung oleh PAN, NASDEM, HANURA, PKB,dan PBB.
  2. Calon Wakil Walikota Palu No. Urut 1 , Sigit Purnomo ( PASHA UNGU )  yang lahir di Donggala Sulawesi Tengah 27 Nopember 1979, adalah Lead Vocal Band Ungu yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua, maju berpasangan dengan Calon Walikota Palu Pa HIDAYAT yang diusng PAN dan PKB.
  3. Calon Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak ( Suami Artis Arumi Bachsin ) yang maju berpasangan dengan Mochammad Nur Arifin sebagai wakil Bupati dari hasil perhitungan Cepat dikabarkan pasangan anak muda ini menang telak atas kompetitornya Pa Kholik - Pa Priyo.
Nampaknya 3 Selebriti yang menang dalam Pilkada adalah Pemimpin muda yang masih berumur dibawa 40 tahun, berharap Selebriti muda dapat menunjukkan kinerja yang maksimal memenuhi janji kampanye untuk kesejatraan masyarakat. ***

Rabu, 09 Desember 2015

PA SDK 3 DARI 4 PASLON BUPATI DI SULAWESI BARAT YANG DIDUKUNG PARTAI DEMOKRAT DAN KOALISINYA DI YAKINI MENANG

Laporan : Muhammad Nur Inno Mamuju.

Tepat pukul 15.10 Wita Ketua DPD partai Demokrat Sulawesi Barat sebagai Ketua Dewan Pembinan Tim Koalisi Pemenangan Paslon Bupati Mamuju No. Urut 3 H. Habsi Wahid - H. Irwan Pababari melakukan press rilis hasil Quick Qount ( perhitungan cepat ) yang diselenggarakan di Rumah kediaman Pa SDK di bilangan Husni Thamrin Mamuju hari ini Rabu, 9 Desember 2015.

Dalam Press Rilis tersebut Pa SDK didampingi oleh Paslon Bupati Mamuju Pa Habsi - Pa Irwan , para Tim Sukses, beberapa orang anggota DPRD Provinsi ada Pa Yahuda, Pa Syamsul Samad, Pa Firman Argo, hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Ibu Hj. Suraidah Suhardi, Pa Febriyanto , rekan- rekan dan sahabat Pa SDK.

" Setelah melihat Real count yang kami buat sistimnya maka sampai dengan jam 15.10 Wita jumlah suara yang masuk  sudah 238 dari 551 TPS  atau sama dengan kurang lebih 50 %, dan merata diseluruh Kecamatan Kecuali Kec. Balakbalakang, Bonehau dan Kalumpang, karena tidak memiliki signal, akan tetapi apapun yang terjari di Balakbalakang, Kalumpang dan Bonehau tidak akan berpengaruh besar terhadap hasil yang ada, olehnya itu kami menyatakan bahwa berdasarkan realcount kami memenangkan Pilkada Mamuju 2015, Allahu Akbar, Allahuakbar, Allahuakbar " Ujar Pa SDK sangat bersemangat yang disambut oleh para hadirin dengan gegap gempita.

" Pasangan Habsi - Iwan menang dengan 57,19 %, Pasangan No. Urut 2  , 33, 4 % pasangan No urut 3, 9,7 %  , masih relevan dengan hasil survey yang diadakan baru-baru ini yang memiliki margin of eror sekitar  4,8 dengan 61 % pada saat itu , untuk Mamuju semua Kecamatan kami menangkan" Kata Pa SDK.

" Untuk Kabupaten Majene paslon No Urut 1 Fahmi - Lukman berdasarkan hasil perhitungan suara yang sudah masuk menang diatas 44 %  dari 50 % suara yang sudah diterima dari wajib pilih di Majene, itu berarti Apapun yang terjadi dalam pengumpulan suara selanjutnya di Kabupaten Majene tidak akan mempengaruhi kemenangan dari Fahmi - Lukman , sementara untuk Paslon Bupati Mateng No. Urut 2 Pa H. Aras Tammauni - Amin Jasa menang telak dengan torehan 98 % suara " Ujar Pak SDK sangat Yakin.

Sebelum mengakhiri Press Komprens Pa SDK mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan moril dan material , utamanya kepada Rakyat Mamuju dan Sulawesi Barat pada umumnya sehingga Paslon Yang didukung/ diusung dapat menang di Pilkada serentak 2015.

" Kemenangan ini adalah kemenangan Rakyat, karena suara Rakyat adalah suara Tuhan " kata SDK mengakhiri Sambutannya.***

Bersambung.....


Sabtu, 07 November 2015

100 PERSEN DPC DEMOKRAT SE SULBAR DUKUNG SDK JADI KETUA DPD PD

Foto Facebook


Rapat konsolidasi dan pemantapan Jelang Musda ke III DPD Partai Demokrat Prov. Sulawesi Barat yang digelar di Sekertariat Jln Husni Thamrin Mamuju pada Rabu 04 Nopember 2015 dipimpin oleh PA Andi Mappangara, S. Sos menghasilkan kesepakatan , dimana 100 persen DPC Se Sulawesi Barat memberi dukungan dengan menandatangani Surat pernyataan sikap  kepada Bpk. DR. H. SUHARDI DUKA, MM untuk tetap sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat priode 2015 - 2020.

Dalam rapat konsoludasi dan pemantapan  yang dihadiri oleh  Pengurus teras  Dpd PD Sulbar , Pengurus DPC Partai Demokrat Se Sulbar dan Para Ketua Fraksi Demokrat di DPRD Kabupaten Se Sulbar, 100 persen sepakat Pa SDK Jadi Ketua DPD Kembali " Ujar salah seorang Pengurus yang hadir di Sekret 04/11/15 ).

" Ada sejumlah pertimbanbangan dan alasan memilih kembali Pa SDK , Salah satunya adalah Keberhasilan Pa SDK membawa Partai Demokrat  sebagai Pemenang Pemilu 2014 di Sulawesi Barat yang selama berpuluh puluh  tahun didominasi oleh Partai lain " .

" Keberhasilan Pa SDK memimpin Kabupaten Mamuju selama 10 Tahun sebagai Bupati dan satu priode bersama Partai Demokrat membuat tidak ada alasan bagi kader untuk memilih kandidat lain. Memilih dan menetapkan Pa SDK secara Aklamasi pada Musda yang rencananya akan digelar pada tanggal 23 Nopember 2015 " Katanya.

Kami meyakini bahwa Kembalinya Pa SDK memimpin Partai Demokrat Sulbar Beliau  akan membangun komunikasi Politik dengan Partai lain lebih baik untuk kepentingan politik dan pembangunan di Sulawesi Barat, sebab Beliau akan fokus pada Partai dulu sebelum menuju Pilkada Gubernur 2017 , setelah masa bhaktinya sebagai Bupati Mamuju priode kedua berakhir pada Oktober yang baru lalu. ( Laporan Muhammad  Nur Inno ***


Selasa, 06 Oktober 2015

LOYALITAS PA YAHUDA PADA PARTAI DAN PA SDK TAK PERLU DIPERTANYAKAN




Legislator asal Mamasa dari Fraksi Partai Demokrat Ir. Yahuda Saleppang  lahir di Mamasa pada tanggal 26 Juni 1966 , Beliau terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat priode 2014 - 2019 dari Daerah Pemilihan Mamasa,  saat ini menjabat Ketua Komisi III  DPRD Provinsi Sulawesi Barat .

Sebagai Politisi yang telah makan asam garam perpolitikan di Daerah Pa Yahuda yang terkenal supel dan rendah hati ini bisa akrab dengan siapa saja dan dari kalangan apapun, Mottonya dalam pergaulan Sosialnya Banyak Teman banyak Rezeki, justru hal tersebutlah yang bisa mengantarnya menjadi seorang Politisi yang cukup disegani,  dan banyak memberi warna di Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Sulawesi Barat.

Masih dalam susana HUT Partai Demokrat yang ke-XIV yang gaungnya masih terasa hingga kini Warta Warga Sulbar   menemui  Pa Yahuda di Sekertariat DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat dalam suasana kekeluargaan pada Selasa pagi tanggal 6 Oktober 2015.

 Dalam kesempatan itu Pa Yahuda berceritra tentang suasana Puncak Acara HUT Partai Demokrat yang diselenggarakan di Mamuju yang berhasil dengan sukses dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat , Beliau  menyatakan rasa kagumnya pada kepemimpinan Pa SDK sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat Pa SDK yang dengan cepat bisa melakukan konsolidasi kader Partai sejak diangkat menjadi Ketua DPD PD Sulbar pada tahun 2012 dan telah berhasil mengangkat Partai Demokrat menjadi Partai Pemenang di Pemilu 2014 dan memberi jalan bagi kami  untuk mewakili masyarakat  sebagai Legislator.

"  Pa SDK adalah Tokoh dan Politisi yang Saya kagumi sebagai Politisi dan Birokrasi Pa SDK telah berhasil mengemban visi dan msisinya dengan baik, Beliau Pa SDK telah berhasil membawa perubahan yang signifikan bagi Pembangunan di Kabupaten Mamuju, maka wajar kalau Masyarakat Sulbar nanti mengantarkan Pa SDK ke Kursi Gubernur Sulawesi Barat di Pilkada serentak pada Pebruari 2017 yang akan datang " kata Pa Yahuda.

Selanjutnya pada bagian lain Pa Yahuda dengan tegas menyatakan " Saya salut pada Pa SDK, Saya menghormati Beliau apapun titahnya, buktinya ketika Beliau mengatakan Saya harus berhenti sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Mamasa dan digantikan oleh Pa Ramlan Badawi, Saya dengan senang hati menerimnya kalau itu muaranya demi Kepentingan dan Kejayaan Partai Demokrat kedepan , menghadapi Pilkada Serentak 2015, Pilkada Gubernur 2017, dan Pemilu 2019 Demokrat harus dimenangkan di Daerah masing-masing  tentu agar kita bisa memperjuangkan nasib masyarakat dengan lebih baik  agar kehidupan mereka menjadi sejahtera dan itu Harga mati bagi Saya " kata Pa Yahuda berapi-api.

Masih segar dalam ingatan bagaimana Pa Yahuda dengan sigap mengacung tangan pada pertemuan Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten Se Sulbar dengan Sekjen Bpk. DR.  Hinca IP Panjaitan , didepan Bpk. Jenderal Pur Pramono Edy Wibowo dan Ketua DPD Partai Demokrat Pa SDK Ditengah tengah puluhan anggota DPRD di D'Maleo Hotel 3 oktober 2015 yang baru lalu mengusulkan agar DPP segera menindak lanjuti usulan DPD Partai Demokrat untuk menerbitkan Surat Keputusan Pergantian Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat untuk Andi Mappangara yang akan menggantikan Pa H. Aras Tammauni yang telah menjadi Calon Bupati Mamuju Tengah.

" DPP diharapkan segera menindak lanjuti usulan DPD PD Sulawesi Barat dan Pa Andi seharusnya telah memegang palu ketua pada  pembahasan Anggaran tahun 2016 demi kepentingan Partai dan Masyarakat " Kata Pa Yahuda.

Tak kalah sigapnya dengan pengusul pertama Pa Yahuda Sekjen Bpk. Dr. Hinca IP Panjaitan XIII langsung merespon dengan mengatakan " Siapa yang mau Ikut ke Jakarta untuk mengambil dan membawa pulang SK tersebut " Kata Pa Sekjen menimpali.

Menyoal Loyalitas Pa Yahuda pada Pa SDK dan Partai Demokrat memang bisa dibuktikan, sebagai Wakil Rakyat dari Partai Demokrat akan berjuang dan terus konsisten membela Partai, Loyal terhadap Partai Demokrat, loyal  terhadap Pa SBY Pa SDK tak perlu dipertanyakan lagi dan sangat Wajar bila Partai memberi kepercayaan pada Pa Yahuda  sebagai Ketua Komisi di DPRD Provinsi Sulawesi Barat ****


Kamis, 01 Oktober 2015

DUET ANDI MAPPANGARA - SYAMSUL SAMAD DIPASTIKAN PIMPIN MPC PEMUDA PANCASILA POLMAN


Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Sulawesi Barat Bpk. DR. H. Suhardi Duka, MM di sekertariat DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat Jln M. Husni Thamrin Mamuju mengatakan akan menunjuk Andi Mappangara - Syamsul Samad sebagai Pelaksana tugas Ketua dan Sekertaris MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Polman sebelum Musyawarah Cabang Pemuda Pancasila.

" Untuk meningkatkan kinerja dan kepentingan Organisasi kami menunjuk Andi Mappangara dan Syamsul Samad untuk memimpin Pemuda Pancasila Kabupaten Polman " kata Pa SDK.

" Dua legislagor Partai Demokat asal Polman yang sebentar lagi akan meminpin DPRD Prov Sulbar ini, kami anggap mampu membawa Pemuda Pancasila mencapai misinya di Polman "

Bupati Mamuju yang juga Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulbar mengatakan bahwa pertimbangan untuk menunjuk Pa Andi dan Pa Syamsul karena pengalamannya meminpin Partai dan berorganisasi , dengan harapan kita dapat mencapai  program serta sasaran yang diinginkan Pemuda Pancasilan kedepan " UJarnya penuh harap.

WWS Belum bisa mengkomfirmasi kepada Pa Andi ataupun Pa Syamsul mengenai pernyataan Ketua MPW PP Sulbar tersebut ***


Minggu, 20 September 2015

PDAM TIRTA MANAKARRA TURUNKAN BIAYA SAMBUNGAN BARU UNTUK WILAYAH KALUKKU


foto Muhammad Nur OKT

Untuk memaksimalkan pelayanan Air bersih kepada masyarakat yang berdomisili di Wilayah IKK Kalukku dan Kabuloang , Manajemen PDAM Tirta Manakarra Mamuju memberikan kompensasi dengan menurunkan biaya sambungan rumah ( SR ) / sambungan baru dari semula Rp. 800.000,- ( delapan ratus ribu rupiah) menjadi Rp. 300.000,-( tiga ratus ribu rupiah ) per 1 Oktober 2015.

Direktur PDAM TM Mamuju Muh. Nur, Se menyebutkan bahwa penurunan biaya sambungan baru sekitar 64 % di Kecamatan Kalukku tersebut  diambil untuk meningkatkan jumlah pelanggan yang ada dan memaksimalkan pelayanan Air Bersih di pedesaan " Ujarnya.

" Sebenarnya Manajemen PDAM TM ingin menggratiskan Biaya sambungan baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah tahun ini di Wilayah tersebut namun terkendala oleh Dana karena  penjualan air PDAM tidak maksimal  yang disebabkan oleh kemarau panjang , upaya maksimal adalah menurunkan hingga 65 % " jelas Muh. Nur,Se.

Jajaran Pejabat PDAM TM Foto Muhammad Nur


Perlu diketahui bahwa jumlah Pelanggan PDAM di Wilayah IKK Kalukku sampai saat ini baru sekitar 1.621 Sambungan Rumah masih banyak Wilayah Kecamatan yang tidak bisa dijangkau oleh dua IPA yang ada di Kalukku dan Kabuloang karena letak dan jarak  . Untuk itu pada tahun 2015 ini sedang dibangun dua Instalasi Pengelolaan Air ( IPA ) IPA Gentungan dan IPA Papalang masing - masing berkapasitas 20 liter/ detik yang dananya berasal dari hibah Pemerintah Pusat , IPA Papalang akan melayani masyarakat yang ada di Kec. Papalang dan sekitarnya sedang IPA Gentungan ditujukan untuk melayani masyarakat sekitar Gentungan dan Bandara Tampapadang, kalau tak ada aral melintang bisa diresmikan pada bulan Desember 2015 atau awal tahum 2016.

Manajemen PDAM TM Mamuju berupaya keras agar target yang dicanangkan untuk tahum buku 2015 / 2016 dapat dicapai dengan melakukan berbagai upaya termasuk upaya menurunkan biaya sambungan baru, namun ada saja kendala yang menghadang antara lain seperti Musim kemarau panjang yang tak bisa diprediksi dan dihentikan .

Bagi masyarakat yang berdomisili di Wilayah operasi IKK Kalukku dan Kabuloang yang akan melakukan pemasangan Baru agar datang di Kantor IKK Kalukku Jalan Trans Sulawesi sebelum belokan ke Lebbeng Tasiu untuk mendaftar dan mendapatkan penjelasan tentang regulasi pemasangan sambungan baru ( Reportase Muhammad Nur OKT )****

Baca juga tulisan terkait Klik :
" PROFIL PDAM TIRTA MANAKARRA MAMUJU "


Jumat, 11 September 2015

TINGGAL SELANGKAH LAGI, ANDI MAPPANGARA JADI KETUA DPRD PROVINSI SULAWESI BARAT

Andi Mappangara, S.Sos  Foto : Facebook 


Direktur Eksekutif DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Barat Pa Wahab Abdy di Sekertariat DPD, Jalan Husni Thamrin Mamuju  hari ini Jumat tanggal 11 September 2015 membenarkan bahwa hanya ada satu Calon yang diusulkan ke DPP Partai Demokrat yaitu Andi Mappangara untuk mendapatkan rekomendasi pengganti Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat H. Aras Tammauni yang mengundurkan diri karena menjadi Calon Bupati Kabupaten Mamuju Tengah dalam Pilkada serentak 2015 yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2015 yang akan datang.

Nama Andi Mappangara yang saat ini menjabat sebagai Sekertaris DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat dan  Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Provinsi , mulai mencuat sebagai Calon Ketua DPRD sejak beberapa bulan yang lalu yaitu sejak Ketua DPRD dari Partai Demokrat Pa  H. Aras Tammauni didorong oleh Partai untuk ikut Pilkada Mamuju Tengah. Ada beberapa pertimbangan Ketua DPD Partai Demokrat Bpk. DR. H. Suhardi Duka, MM dan Pengurus teras DPD dalam sebuah rapat memutuskan untuk mengusulkan Andi Mappangara sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat .

 " Bahwa Pa Andi Mappangara adalah Orang yang tepat menggantikan Pa H. Aras, baik dilihat dari Struktur Organisasi Partai sebagai sekertaris , pengalaman sebagai anggota DPRD yaitu sebagai Wakil Ketua DPRD Polewali Mandar. Dua priode menjadi anggota DPRD Polewali Mandar yaitu pada   priode 2005 - 2009 dan  priode 2009 - 2014, Selanjutnya pada Pemilu 2014 Beliau terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat " 

" Andi Mappangara,S.Sos adalah Kader tertua yang pengorbanannya untuk Partai sudah tidak diragukan lagi, sejak menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Polman hingga Sekertaris DPD Provinsi Sulawesi Barat yang diembannya sejak 2012 sampai sekarang, serta kemampuan komunikasi antar anggota Dewan / Partai Politik dapat dirasakan sampai sekarang  " 

" Agar tidak terjadi kekosongan kursi Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat dalam waktu yang lama diharapkan Dewan Pimpinan Pusat ( DPP ) Partai Demokrat dapat mengeluarkan Rekomendasi dalam waktu singkat sesuai dengan surat usulan DPD PD Sulbar.". Ungkap Direktur Eksekutif DPD PD Pa Wahab Abdy ( 11/9/2015 ).

Tak dapat dipungkiri bahwa segenap jajaran Pengurus dan Kader Partai Demokrat Sulbar berharap sebagai Calon Tunggal yang diajukan DPD Partai Demokrat ke DPP  Pa Andi  secepatnya mendapatkan rekomendasi untuk melangkah dengan pasti  menuju Kursi Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Semoga ( Reportase Muhammad Nur OKT )  ****



Selasa, 08 September 2015

DPD DEMOKRAT SULBAR GELAR BERBAGAI KEGIATAN DI HUT PARTAI DEMOKRAT KE - 14


Gambar Seketariat DPD PD Sulbar

Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Barat memperingati Hari Ulang Tahun Partai Demokrat yang ke - 14 , tanggal 09 September 2015, dengan Thema " 14 TAHUN PARTAI DEMOKRAT MAJU BERSAMA UNTUK KESEJATRAAN RAKYAT "  yang dirangkaikan dengan HUT Pa SBY yang ke-66 Tanggal 09 September 2015.


Foto OKT


Berberdasarkan hasil Rapat Terbatas di Kantor DPD Partai Demokrat Sulbar jalan Husni Thamrin No. 17 Mamuju ( 4/9/2015 ) yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar DR.H.SUHARDI DUKA. dengan Agenda Pembentukan Panitia serta rencana kegiatan di HUT Partai Demokrat yang ke-14, disepakati Pa Andi Mappangara sebagai Ketua Panitia dan kegiatan akan berlangsung  dari tanggal 10 September s/d 30 September 2015 di DPD dan DPC di 6 Kabupaten di Sulawesi Barat  akan melakukan kegiatan antara lain Bhakti Sosial, Temu Kader, Pemenangan Pilkada dan Pengukuhan ( Inaugrasi ) 1.000 Kader baru.


Foto OKT


" Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun akan diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 09 September 2015, jam : 0.9.00 Wita, bertempat di Sekertariat DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat yang akan diiukti oleh Seluruh jajaran Pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Barat, Pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Mamuju, Seluruh Anggota DPRD Prov. Sulawesi Barat dan Anggota DPRD Kabupaten Mamuju, Upacara akan dipimpin langsung oleh Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat Bpk. Dr. H. Suhardi Duka, MM " Kata Pa Wahab Abdy, Direktur Eksekutif DPD PD Sulbar menjelaskan kepada WWS hari ini di Sekretariat DPD Mamuju ( 8/9/2015 ).

Foto OKT

" Selanjutnya usai Upacara Ketua DPD  Bpk. Dr. H. Suhardi Duka, MM akan melakukan pemotongan dua buah tumpeng masing-masing tumpeng HUT Partai Demokrat dan Tumpeng HUT Pa SBY  yang kemudian potongan tumpeng akan diserahkan kepada jajaran Pengurus teras DPD PD " Ungkap Pa Wahab Abdy lagi  ( Reportase Muh.Nur OKT )***

Jumat, 04 September 2015

KOMJEN BUDI WASESO JABAT KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL

Komjen Budi Waseso ( Sumber Foto www.tempo.co )

Setelah dua hari gonjang-ganjing soal pergantian jabatan Kabareskrim menyeruak, pagi ini Rabu, 4 September 2015 Mabes Polri melalui Kadiv humas Mabes Polri Irjen Pol. Anton Charliyan mengumumkan dengan resmi adanya Mutasi ( Tour Of Duty ) Kepala Bareskrim Mabes Polri tersebut.

Komjen Budi Waseso yang akrab disapa dengan Sebutan Nama " Buwas " dimutasi menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional ( BNN ) menggantikan Komjen Anang Iskandar yang diangkat menjadi Kabareskrim Mabes Polri ( Pertukaran jabatan ).

Dalam pres komprens yang kami pantau melalui media TV Nasional Pa Anton mengatakan bahwa " Pergantian dalam jabatan adalah hal yang biasa ditubuh Korps Bhayangkara ini, ini mutasi biasa dan bukan pencopotan, mutasi untuk kepentingan Organisasi Polri dan untuk kepetingan karier dan peningkatan pengalaman para personil Kepolisian ".

Bahkan menurut Pa Anton lagi bahwa " Dalam mutasi ini Level Ring Pa Komjen Budi Waseso naik karena Badan Narkotika Nasional berada langsung dibawa Presiden setingkat dengan jabatan Eselon I " tandasnya.

Kamis, 27 Agustus 2015

HASIL PENETAPAN NO URUT PESERTA PILKADA DI 4 KABUPATEN SULAWESI BARAT

Disusun Oleh Muhammad Nur OKT

Foto Facebook  Pa HW # Pa Irwan

Komisi Pemilihan Umum  di empat Kabupaten yang menyelenggarakan PILKADA SERENTAK Gelombang Pertama Provinsi Sulawesi Barat secara hampir bersamaan di Daerah masing - masing menyelenggarakan Pleno terbuka Penetapan No urut pasangan peserta Pilkada pada selasa 25 Agustus 2015.

Sebagaimana diketaahui bahwa empat Kabupaten dimaksud adalah Kabupaten Majene Ibukotanya Majene, Mamuju di Mamuju, Mamuju Tengah di Tobadak dan Mamuju Utara di Pasangkayu.

Berdasarkan hasil undian Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Majene yang diikuti oleh tiga pasangan calon menetapkan Pasangan Calon Bupati/ Wakil Bupati Majene 2016 - 2021,  Fahmi Massiara - Lukman memperoleh Nomor urut 1 ( satu ), Pa Arifin Nurdin - Andi Irfan No urut 2 ( dua ), pasangan Pa Rizal - Mulyadi memperoleh No urut 3 ( tiga ).

Sementara itu di Kabupaten Mamuju juga menyertakan tiga pasangan calon yang akan bertarung di Pilkada serentak yaitu pasangan Pa Ahmad Appa - Abd. Jawas Gani No urut 1 ( satu ), Pa Bustamin Bausat - H. Damris memperoleh No. Urut 2 ( dua ), Sedang pasangan Pa Habsi Wahid - Irwan Pababari No Urut 3 ( tiga ).

Di Daerah Otonomi Baru yang baru pertama kali menyelenggarakan Pilkada Kabupaten Mamuju Tengah hanya ada dua pasangan Calon yang ikut Pilkada serentak 2015 ini yaitu pasangan Pa Haderana - Muhammad Amin yang mendapatkan No. Urut 1 ( satu ) sedang Pasangan Pa H. Aras Tammauni -  Amin Jasa No. Urut 2 ( dua ).

Sedang di Kabupaten paling utara Sulawesi Barat juga menetapkan dua pasangan calon masing - masing Pa M. Yusri M. Noer - Amran No urut 1 ( satu ) sedang pasangan Petahana Pa Agus Ambo Jiwa - H. Muhammad Saal memperoleh No urut 2 ( dua ).

Dari hasil pantauan penulis di lapang dan media sosial Rapat Pleno penetapan No urut pasangan Calon di empat Kabupaten Sulawesi Barat berlangsung kondusif ( aman dan terkendali )***

Maaf agak terlambat di Publish karena kendala teknis.

Selasa, 18 Agustus 2015

RUPIAH DAN KEMERDEKAAN

Oleh : Dr. H. Suhardi Duka, MM




Foto : Koleksi Facebook Bpk. Suhardi Duka.

70 tahun sudah Indonesia merdeka, bangsa ini telah menjadi salah satu contoh berdemokrasi di dunia. Negara yang pemeluk Islam terbesar didunia. Serta telah menjadi salahsatu negara anggota G 20 Negara yang klaster ekonominya besar.

APBN tahun ini sesuai dengan pidato presiden Jokowi tanggal 14 Agustus berjumlah 2.121 T. Dengan jumlah pendapatan 1.848 T , deficit 273 T dengan Rapbn ini asumsi makro ekonomi yang di patok adalah pertumbuhan ekonomi 5,5% saat ini 4 %,  laju infilasi 4,7% saat ini 7,2%, nilai tukar rupiah 13.400  saat ini 13.700 (banyak pengamat yang skeptis)

yang menarik adalah kondisi pelemahan rupiah yang semakin hari justru semakin melemah dan hampir tak terkendali demikian juga IHSG.saat ini ditinggalkan SBY IHSG diatas 5.000 kini ditangan jokowi indeks harga saham gabungan ( IHSG ) melorot hingga 4.800.

Di beberapa negara bila terjadi pelemahan terhadap nilai mata uangnya akan dijadikan kesenpatan untuk menperbaiki kinerja eksport, mengingat barang barang dengan skalah eksport akan bersaing, seperti china,mata uang yuan sangat dikontrol agar tidak terjadi penguatan yang bisa melemahkan eksport , dan baru baru ini justru china mengambil lankah yang mengejutkan dengan melakukan devaluasi atau pelemahan terhadap nilai mata uang yuan terhadap mata uang asing khususnya dollar amerika.

Bagaimana dengan rupiah, justru berbalik kita sesunggunya belum merdeka dalam mengendalikan mata uang kita, rupiah tidak mandiri dalam menilai dirinya sendiri tapi justru sangat bergantung dengan kebijakan ekonomi makro.
saat yuan terdevulasi 1,9 % terhadap US$ saat yang sama justru rupiah yang mengalami pelemahan hampir 2 % ini adalah pesan kemerdekaan di 70 tahun ini.bahwa kita jangan terlalu puas dengan capaian saat ini. Rakyat Indonesia perlu bekerja keras meninkatkan produktifitas.

Bangsa korea,jepang,Sigapore,mereka bekerja tidak hanya  8 jam sehari tapi rata rata mereka bekerja diaatas 12 jam. Artinya rakyat yang menciptakan produktifitas yang tinggi dan menjadikan negara yang unggul  dan ekonominya tidak di dikte negara lain.Lihat saja dollar Sigapore berbanding dengan rupiah 1 sing $=Rp.9.900.

Merdeka itu adalah berdiri dikaki sendiri BERDIKARI kata Bung Karno. Kenyataan bahwa Ekonomi kita sangat tergantung dengan Bangsa lain adalah keniscayaan, daging tidak berdaulat, disisi yang lain begitu luasnya tanah Indonesia yang dapat dijadikan pertenakan, tapi kenyataannya, sistim pengadaan sapi sering disalah gunakan oleh oknum pejabat.

Harga daging mahal langkah tidak ada di pasar, juga terjadi karna adanya mafia yang bermain dirantai distribusi dan import.

Kapan Indonesia baik, Indonesia adalah negara besar,apalagi penduduknya mayoritas muslim, budayanya tinggi serta Sumber daya alamnya melimpah.Untuk masa depan Indonesia akan menjadi negara moderen islam yang akan menjadi model bagi dunia dan peradaban masa depan.Yang penting kita semua mau jujur tidak terlaluh banyak berpura pura baik jika berhadapan tapi dibelakang banyak menusuk.Baik bila ada kepentinggan tapi lupa bila sudah selesai. Saatnya kita dukung pemerintahan Jokowi  dengan revolusi mental.

Mengubah mental dari hanya pandai bicara dan menyalakan orang menjadi kuat bekerja dan memberi solusi, mental yang hanya meminta menjadi pemberi. Mental yang malas menjadi rajin, mental yang tergantung menjadi mandiri.

Bila semua itu mampu kita mengubahnya maka Indonesia satu dasawarsa kedepan  akan menjadi satu satunya negara ASEAN yang akan mengendalikan kebijakan ekonomi makro. Singapura   akan ikut dengan kebijakankan ekonomi Indonesia tidak seperti saat ini. Singapura yang mengendalikan ekonomi Indonesia .

Merdeka itu bebas berpendapat tapi terukur dan beretika,merdeka itu bebas memilih pekerjaan sesuai dengan keahlian merdeka itu enak dan kerja.


Garuda,14 Agustus 2015


           SDK


Senin, 17 Agustus 2015

PUTRA PA SBY JADI KOMANDAN BATALIYON DI USIA 37 TAHUN

Sumber foto : www.cnnindonesia.com

Walau Serah terima jabatan baru akan dilakukan pada tanggal 22 Agustus 2015  , namun  Mayor Inf. Agus Harimurti Yudhoyono sejak tanggal 5 Agustus 2015 telah menjabat sebagai Komandan Bataliyon Infantri Arya Kemuning Kodam Jaya yang berkedudukan di Tangerang, dengan begitu otomatis Beliau ini akan mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dari Mayor Inf menjadi Letnan Kolonel Inf. jabatan itu diterimanya usai menyelesaikan pendidikannya di US Army Command and General Staf College  ( Sekolah Komando ) , di Fort Leaavenwort Kansas Amerika Serikat dimana 6 jenderal bintang empat dari Indonesi pernah mengenyam Pendidikan militer disini, salah satunya adalah Pa SBY.

Agus Harimurti Yudhoyono yang lahir di Bandung pada tanggal 10 Agustus 1978 ( saat ini 37 Tahun ) Pemegang Medali Adhy Makayasa sebagai Lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 sebelum diangkat sebagai Komandan Bataliyon Arya Kemuning Beliau adalah Kepala Seksi Brigade Infantri Lintas Udara 17 Kujang I Kostrad dan Kepala Sub Bagian Kerjasama Dalam Negeri Universitas Pertahanan.

Disamping menyelesaikan Pendidikan di Sekolah Komando di waktu yang hampir bersamaan Putra Pertama Pa SBY ini juga berhasil memperoleh gelar master Of Arts  ( MA ) dalam Leadership dan management dari George Herbert Walker School Of Busines and Tecknology Webster University Amerika Serikat, Di Universitas ini Agus Harimurti lulus dengan indeks prestasi kumulatif tertinggi  IPK 4, sama seperti apa yang diraihnya di Sekolah Komando  Fort Leavenwort Kansas Amerika Serikat dimana  Agus Harimurti menerima Lencana Internasional dari Deputy Komandan CGSG Mayor Jenderal Hughes , prestasi yang diukir ini menyamai prestasi Ayahnya Pa SBY pada tahun 1991 yang lalu.

Untuk jelasnya baca juga tulisan terkait " Profil Mayor Infantri Agus Harimurti Yudhoyono " 

Setelah berhasil meraih gelar Master Of Arts ( MA ) dengan Predikat terbaik,  dalam waktu dekat  Gelar Akademik untuk Calon Pemimpin masa depan Bangsa Indonesia  Agus Harimurti Yudhoyono dalam usia masih Belia akan berubah yang sebelumnya berpangkat Mayor Inf. Agus Harimurti Yudhoyono, Msc, MPA, menjadi Letnan Kolonel Inf. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc, MPA, MA.

Selamat dan Sukses Buat Mas Agus Harimurti Yudhoyono , Selamat Buat Pa SBY ***

Diolah oleh Muhammad Nur OKT dari sumber Facebook dan Media online ***

PROFIL THOMAS TRIKASIH LEMBONG MENTRI PERDAGANGAN



Pa Tom Lembong Sumber foto : www.rmol.com

Sejak dilantik oleh Bapak Presiden Jokowi di sore hari yang cerah tanggal 12 Agustus 2015 sebagai Mentri Perdagangan RI menggantikan Pa Rahmat Gobel  nama Pa Thomas Trikasih Lembong yang akrab disapa Pa Tom Lembong ini entah mengapa langsung menjadi buah bibir dan diburu oleh pengguna internet termasuk penulis untuk mengetahui profilnya melalui mesin pencarian di google.

Pada awalnya sangat sulit untuk menemukan jati diri Beliau mungkim saja karena sebelumnya jarang di publish di media khususnya media online. sehingga begitu muncul dipermukaan langsung mendapat sambutan bagi para pemburu berita.

Setelah beberapa hari kemudian barulah penulis mendapatkan refrensi Beliau dari berbagai artikel yang dimuat di media online diketahui kalau Pa Thomas ini adalah salah satu Menteri di Kabinet Pa Jokowi yang berusia muda baru berusia 44 tahun ketika dilantik sebagai Menteri Perdagangan, sama seperti pendahulunya Pa Gita Wiryawan dan Pa M. Luthfi yang diangkat sebagai Menteri perdagangan ketika berusia 45 dan 44 tahun.

Melihat perform dan rekam jejak kariernya dibidang yang berkaitan dengan bisnis sangatlah pantas kalau kemudian Pa Jokowi memilihnya, inilah.com merilis disalahsatu artikelnya menyebutkan bahwa "  Dalam 12 tahun terakhir Tom Lembong berhasil menggalang dana Investor yang kebanyakan adalah Investor asing senilai 1,47 Milyar dollar US, setara dengan 17 Triliyun yang ditanam di 24 Investasi yang sukses memberikan keuntungan.
Untuk hal tersebut Baik untuk investor maupun untuk penerima Investasi, Alhasil nilai total dari investasi tersebut naik 150% atau 2,5 kali modal yang ditanam. Bila menggunakan perhitungan IRR ( Internasional Rate af return ), invetasi yang dikelola Tom menghasilkan IRR 41% pertahun ,

Untuk sementara kita lupakan dulu kisah bisnis Pa Tom mengingat tulisan ini hanya berupa profil singkat yang tidaklah mungkin mengupas  tuntas tentang biografy seorang pria muda yang berhasil menduduki kursi Mentri Perdagangan RI. Inilah Profil singkatnya :

Nama Lengkap :  Thomas Trikasih Lembong, ( Tom Lembong )
Lahir : Di Jakarta , 4 Maret 1971,
Profesi : Pengusaha dan Bankir.
Jabatan : Mentri Perdagangan RI yang ke - 34 ,  menjabat sejak 12 Agustus 2015 - sekarang.
Zodiac  : Pisces,
Pendidikan : Bachelor Of Arts dibidang Architektur di Harvard Univercity pada tahun 1994.
Pengalaman Pekerjaan : Division Head and Senior Vive Presiden dari Indonesian Bank Restructuring Agency atau Badan Penyehatan Perbankan Nasional ( BPPN. Presiden Komisaris PT. Graha Layar Prima TBK,  Salah satu Mitra Pendiri Quvat Capital, Bankir di Deutsche Bank, Morgan Stanley, Farindo Investmen ,

Penghargaan yang pernah diterima : Young Global Leader di World Economic Forum ( Davos ) Tahun 2008.

Pa Tom Lembong pengusaha muda yang sukses kini telah menjabat sebagai Menteri Perdagangan ada beberapa masaalah yang harus segera diatasinya untuk mengangkat kinerja dan citra Perdagangan kita jauh lebih baik dari sebelumnya ***

Diolah dari berbagai sumber yang akan dikembangkan sesuai data terbaru untuk Pembaca ***


Rabu, 12 Agustus 2015

ROMBAK KABINET BAPAK PRESIDEN JOKOWI LANTIK 3 MENKO DAN 2 MENTRI BARU



Sumber Foto : www.rmol.co

Sore ini Rabu, 12 Agustus 2015 Bapak Presiden Joko widodo telah melantik 3 orang Mentri Koordinator dan 2 Mentri baru dalam rangka meningkatkan kinerja Kabinet,  6 menteri yang dilantik 3 adalah pada posisi Menteri koordinator dan 3 Orang lagi pada posisi Mentri dan setingkat Mentri, masing - masing :
  1. Menko Perekonomian Bapak Darmin Nasution menggantikan Bapak Sofyan Djalil.
  2. Menko Polhukam Bapak Luhut Binsar Panjaitan menggantikan Bapak Tejo Edhy Purdiyatno.
  3. Menko Kemaritiman Bapak Rizal Ramli menggantikan Bapak Indroyono Soesilo.
  4. Mentri Perdagangan Bapak Thomas T Lembong menggantikan Bapak Rahmat Gobel.
  5. Sekertaris Kabinet Bapak Pramono Anung menggantikan Bapak Andi Widjajanto.
  6. Kementrian PPN Kepala BAPPENAS Bapak Sofyan Djalil dirotasi menggantikan Bapak Andrinof Channiago.
Dengan dilantiknya 6 mentri ini terjawab sudah pertanyaan mengenai Resafle Kabinet Pa Jokowi dan siapa saja gerangan Menteri yang telah diresuffle***

Sumber Tv Nasional Swasta.

Rabu, 05 Agustus 2015

INI 7 PASANGAN CALON KUAT KEPALA DAERAH YANG TANPA LAWAN DI PILKADA SERENTAK 2015


Ilustrasi Sumber Foto dari Facebook Ibu Risma

Tepat pukul 16.00 tanggal 3 Agustus 2015 Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) menutup pendaftaran bakal calon Kepala Daerah, saat penutupan masih ada tujuh daerah yang memiliki calon tunggal,  berdasarkan regulasi yang ada ketujuh daerah yang memiliki calon tunggal  tidak dapat mengikuti tahapan Pilkada. Ini suatu bukti bagaimana kekuatan Petahana ( Incamben ) di daerahnya. Apalagi kalau mereka mengukir prestasi selama menjabat di daerah tersebut.

Ketujuh pasangan kuat tanpa lawan didaerahnya ini mayoritas adalah Petahana berikut daftar nama - namanya :

  1. Pasangan Bpk. UU Ruzhanul Ulum - Bpk. Ade Sugianto ( Petahana ) Kabupaten Tasikmalaya Prov. JAWA BARAT,
  2. Pasangan Bpk. RIYANTO - Bpk. MARHAENIS dari Kabupaten BLITAR JAWA TIMUR.
  3. Pasangan Bpk. AHYAR ABDUH - Bpk. MOHAN ROLISKANA, ( PETAHANA ) KOTA MATARAM NUSA TENGGARA BARAT.
  4. Pasangan Bpk. SYAHARIE JAANG - Bpk. NUSYIRWAN ISMAIL, ( PETAHANA ) KOTA SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR,
  5. Pasangan IBU TRI RISMAHARINI - Bpk. WISNU SAKTI BUANA ( PETAHANA ) KOTA SURABAYA JAWA TIMUR.
  6. Pasangan Bpk. RAYMUNDUS SAU FERNANDES - Bpk. ALOYSIUS KOBES, ( PETAHANA ) KABUPATEN TIMUR TENGAH UTARA NTT.
  7. Pasangan Bpk. INDARTATO - Bpk. YUDI SAMBOGO, ( PETAHANA ) KABUPATEN PACITAN JAWA TIMUR.

Ketujuh pasangan ini masih punya harapan untuk ikut pilkada apabila Presiden menerbitkan Perpu dalam waktu dekat yang memperbolehkan Calon Tunggal untuk mengikuti Pilkada serentak.***

Diolah Dari berbagai sumber, karena datanya bisa saja berubah  atau salah ketik mohon koreksinya pada kolom komentar, terima kasih,

Senin, 03 Agustus 2015

PILKADA DAN CALON BAYANGAN

Oleh : Dr. H. Suhardi Duka, MM


Tak dapat dielakkan akibat dari kakunya peraturan KPU dalam pilkada maka calon bayangan akan menjadi tren dibeberapa daerah. Sebab tanpa Calon bayangan itu sama halnya dengan menunda Pilkada 2 tahun kemudian.

Pilkada saat ini bukan lagi ruang gelap. Dengan adanya Survey yang banyak terbukti, membuat calon yang rendah surveinya untuk berfikir ulang , maju melawan calon yang surveynya tinggi. Ditambah lagi dengan resiko mundur bila anggota Dewan, PNS atau TNI/ Polri.

Memang tidak disangkali ada daerah yang pasangan calonnya menang berdiri. Artinya sulit untuk dilawan karena tingkat dukungan yang tinggi dibuktikan dengan survey diatas 60 %. Sementara disisi lain raihan survey Sang Penantang  hanya berada dikisaran 5 %.

Sukses seseorang dalam Pilkada ditandai oleh kemampuan dan citra diri seorang figur dimata publik. Dikenal Cerdas, baik, jujur dan amanah akan banyak mendapat harapan dan dukungan Pemilih.

Kedua kemampuan dalam menguasai resourcess baik ekonomi, akses kekuasaan dan pengaruh, kekuatan jaringan dan dukungan Partai Politik. Dan yang ketiga momentumnya tepat serta strategi yang dimainkan bersama Timnya bagus.

Kondisi itu bagi petahana tidak terlalu sulit. Bahkan sudah lama dipersiapkan bersamaan dengan masa jabatannya.  Jadi tidak mungkin orang memaksakan diri untuk melawan dengan resiko mundur ditengah survey yang rendah.

Peraturan KPU tidak usah terlalu ekstrim, sampai mengundur Pilkada 2 tahun untuk melemahkan calon Petahana atau calon yang kuat agar terkondisikan lemah. Kita dapat mengambil budaya yang acap kali dipertontonkan dalam Pemilihan Kepala Desa. Yaitu bila calon tunggal dilawankan dengan peti kosong.

Saya sebagai salah satu Ketua Partai ( itupun kalau tidak dipecat ) juga tidak akan mengambil keputusan yang konyol untuk mencalonkan seseorang tanpa hasil survey. Kecuali memiliki pertimbangan lain.

Di Sulbar terdapat 4 Daerah yang menggelar Pilkada. Sebanyak 2 daerah hampir dikatakan menang berdiri. Sebab surveynya mencapai 60 %.
Disisi lain selisih calon lawannya terlalu jauh untuk disebut sebagai penantang tangguh.

Memang survey bukan Tuhan. Tapi Tuhan memberi kita Ilmu untuk digunakan berfikir. Dengan kondisi ini maka calon bayangan tidak dapat dielakkan.

Sesungguhnya pandangan calon bayangan jangan disalah artikan sebagai upaya akal-akalan atau untuk mempermalukan. Tapi justru akan menyelamatkan Pembangunan daerah dan demokrasi yang sementara dibangun. Seorang pejabat careteker tidak boleh terlalu lama menjabat. Sebab kewenangannya terbatas. Serta bukan berasal dari pilihan rakyat. Sekaligus tidak mendapatkan legitimasi sebagai keterwakilan aspirasi dari rakyat. Maka, hemat Saya calon bayangan adalah salahsatu solusi untuk menjaga kelangsungan Pemerintahan dan Pembangunan serta demokrasi di Daerah.

Adanya seseorang yang rela menjadi calon bayangan bila ditinjau dari sisi kepentingan Daerah maka sebetulnya ia memiliki jasa untuk menjembatani harapan rakyat dengan aturan KPU sehingga tidak deadlock. Dengan begitu harapan rakyat yang ingin tetap bersama pemimpin yang diharapkan akan terwujud dengan hadirnya calon bayangan.

Masa 2 tahun menunggu bukanlah masa yang singkat. Bahkan bila dalam 2 tahun itu Sang Calon tidak lagi berminat untuk menjadi Calon, maka PKPU telah nyata kesuksesannya menjauhkan antara rakyat dan aspirasinya.

Terhadap keputusan Partai antara DPP dan Daerah hampir disetiap Partai selalu ada masalah. Dan Saya pastikan tidak ada yang bersandiwara dalam hal ini. Tapi pasti ada orang DPP yang menjadi Sutradara terhadap kejadian Mamuju untuk mengambil manfaat dari kondisi ini,

Kalau disadari kalau bahwa kita berjuang bersama di Pileg 2014 yang lalu, kami tidak butuh ucapan terima kasih. Karena memang tak pernah berterima kasih. Tapi minimal janganlah menghujat sesama kader.***

Minggu, 02 Agustus 2015

CALON TUNGGAL KEPALA DAERAH AKAN MELAWAN BUMBUNG KOSONG

Oleh : Muhammad Nur OKT

Sampai dengan tanggal 1 Agustus 2015 masih ada 11 Daerah yang masih memiliki Calon tunggal, maksudnya baru ada 1 pasangan calon Kepala Daerah yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah  setempat, daerah dimaksud adalah :
  1. Kabupaten Asahan di Sumatra Utara,
  2. Kabupaten Tasikmalaya di Jawa Barat,
  3. Kota Surabaya di Jawa Timur,
  4. Kabupaten Blitar di Jawa Timur,
  5. Kabupaten Purbalingga di Jawa Tengah,
  6. Kabupaten Pacitan di Jawa Timur,
  7. Kabupaten Minahasa Selatan di Sulawesi Utara,
  8. Kota Mataram di NTB,
  9. Kota Samarinda di Kaltim,
  10. Kabupaten Timur Tengah Utara di NTT,
  11. Kabupaten Pegunungan Arfak di Papua Barat.
Berdasarkan Peraturan yang ada saat ini apabila sampai dengan tanggal 3 Agustus 2015 , masih   ada daerah yang memiliki calon tunggal maka konsekwensinya adalah Pilkada 2015 di Daerah itu harus diundur hingga pilkada serentak Pebruari 2017 yang akan datang.

Bagi masyarakat pemilik suara dan calon tunggal hal ini sangat merugikan hak konstitusi mereka untuk memilih pemimpin daerahnya dan menjadi Pemimpin di Daerahnya, tidak menutup kemungkinan akan muncul lagi calon tunggal setelah ditunda dua tahun , penundaan ini tidak menjamin tidak akan ada calon yang kuat yang akan menjadi calon tunggal sehingga Pilkada harus diulang lagi.

Untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah dalam hal Menteri Hukum dan Ham Bpk. Yasonna Hamonangan Laoly dalam sebuah wawancara di salah satu TV Nasional Swasta pagi ini Minggu 2 Agustus 2015 antara lain  mengatakan bahwa untuk mengatasi masaalah Calon tunggal telah menyiapkan Draf Peraturan yang akan diajukan kepada Presiden yang isinya antara lain adalah , apabila sampai dengan batas yang telah ditetapkan masih ada daerah yang memiliki Calon Tunggal, maka calon tunggal tersebut akan berhadapan dengan Bumbung Kosong atau Kotak kosong.

Suatu langkah pemecahan masaalah yang patut di apresiasi ****
Diolah dari sumber terpercaya***

Sabtu, 01 Agustus 2015

DIREKTUR PDAM TIRTA MANAKARRA MAMUJU LEPAS JONI DIPAMADA




Mamuju, Sabtu 1 Agustus 2015 Direktur PDAM - Tirta Manakarra Mamuju Muh. Nur, Se melepas Kepala Satuan pengawas Internal PDAM-TM Mamuju Pa Joni Dipamada dalam suatu acara sederhana di Ruang Rapat Kantor PDAM- TM Mamuju.

Pa Joni yang memasuki usia pensiun sejak 14 Juli 2015 ketika berusia 56 tahun dengan masa kerja dan pengabdian  kurang lebih 30 tahun,  28 tahun berkiprah di PDAM Majene dan 2,5 Tahun di PDAM Tirta Mamuju,  yaitu dari tahun 2013 sampai dengan 2015.

Pria berkaca mata yang pernah menjabat sebagai Direktur Umum PDAM Majene dari Tahun 2002 sampai 2012 ini adalah pekerja keras yang disiplin , dalam kariernya telah berhasil dengan baik mengemban tugas yang diberikan  dibagian mana saja ditempatkan.

Dalam kata sambutannya Direktur PDAM-TM Mamuju Muh. Nur, Se mengatakan bahwa "  Sejak diajak untuk pindah ke Mamuju dari PDAM Majene pada Tahun 2013 Pa Joni telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan pengabdiannya selama bertugas bersama kami di PDAM - Mamuju, prestasi yang kami capai bersama Pa Joni di tahun 2014 adalah penghargaan dari BPP-Spam dan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum "Kecil-Kecil Tapi Untung " PDAM Mamuju adalah PDAM terbaik yang menerima penghargaan dari 7 PDAM baik dengan pelanggan 10 ribu   ".Kata Pa Direktur.


Pada bagian lain sambutannya Muh. Nur, Se mengatakan  "  Atas jasa dan pengabdiannya Pa Joni kami telah menyerahkan 1(satu ) Buah kendaraan Motor dan Uang Jasa Pengabdian, setiap Pegawai PDAM - TM Mamuju yang pensiun akan mendapatkan kendaraan roda dua dan uang jasa Pengabdian, dan  sebagai bentuk  apresiasi atas kinerja Pa Joni Kami Direksi PDAM-TM Mamuju, mulai hari ini akan mengangkat kembali Pa Joni sebagai Staf Khusus bidang SDM dan Pengawasan dengan masa kontrak 6 bulan dengan target tertentu yang harus dicapai " katanya.

Kabar Gembira bagi Pegawai PDAM-TM Mamuju karena bagi mereka yang masih berumur maksimu 25 Tahun dan akan melanjutkan Pendidikan kejenjanjang S.1 atau S.2, dimana  PDAM telah bekerjasama dengan AKA Tirta di Magelang  untuk memfasilitasi Pendidikan kejuruan Lingkungan dan Sanitasi dengan biaya dibebankan kepada Anggaran PDAM,

Perlu diketahui bahwa sebelumnya yaitu pada tanggal 31 Maret 2015, Dua Orang Pegawai PDAM-TM Mamuju telah memasuki masa pensiun itu berarti pada Tahun 2015  terdapat  3 Pegawai yang memasuki masa Pensiun pada tataran Jabatan Struktural.

Acara berlangsung hikmat dalam  suasana hikmat, Hadir dalam pelepasan Pa Joni Dipamada Dewan Pengawas PDAM-TM Mamuju, dan seluruh jajaran Direksi dan  Pegawai PDAM-TM  ( M.Nur OKT ) ***

"

Rabu, 29 Juli 2015

INI 4 PASANGAN CALON YANG AKAN BERTARUNG DI PILKADA BUPATI MAMUJU 2015

Oleh : Muhammad Nur OKT

Masa pendaftaran Calon peserta Pilkada Bupati / Wakil Bupati Mamuju 2015 masa bhakti 2016 - 2021 yang dibuka pada tanggal 26 Juli 2015 telah berakhir dan ditutup kemarin Selasa tanggal 28 Juli 2015 sore hari, hingga pendaftaran ditutup  ada 4 ( empat ) pasangan Calon yang telah melakukan pendaftaran ke KPU ( Komisi Pemilihan Umum ) Kabupaten Mamuju, mereka adalah :

  1. Pasangan Bpk. H. Habsi Wahid dengan Bpk. H. Irwan Pababari, yang didukung oleh Partai Hanura yang memilki 4 kursi di DPRD Kab. Mamuju, Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) 2 Kursi, Partai Bulan Bintang ( PBB ) 2 Kursi, Jumlah dukungan sementara 8 kursi di DPRD Kab. Mamuju.
  2. Pasangan Bpk. H. Bustamin Bausat dengan Bpk. H. Damris, yang didukung oleh Partai Golongan Karya ( Golkar ) 4 kursi, PDI-P  2 Kursi, Gerindra 2 kursi, jumlah dukungan 8 kursi.
  3. Bpk. Ahmad Appa  dengan Bpk. Jawas Gani, didukung oleh Partai Amanat Nasional ( PAN ) 3 Kursi, Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB )  2 kursi, PKPI 2 Kursi, PPP)* 1 Kursi, Jumlah dukungan 8 kursi.
  4. Ibu Hj. Sitti Saleha Duka dengan Bpk.H. Firman Argo Waskito, diusung oleh Partai Demokrat dengan 10 kursi di DPRD Kabupaten Mamuju. Namun berdasarkan rapat pleno KPU Mamuju pada tanggal 24 Agustus 2015 pasangan ini dinyagakan gugur, salah satu penyebabnya karena mundurnya bakal calon wakil Bupati Pa Firman Argo Waskito.
Menyaksikan peta dukungan dari Partai pengusung dan basis massa dari ke 3 pasangan calon nampaknya ke 3 pasangan akan bertarung ketat dalam Pilkada serentak 2015 ***


Minggu, 21 Juni 2015

INILAH 4 PAKET PASANGAN BUPATI DAN 3 CALON WAKIL BUPATI MAMUJU DARI PARTAI DEMOKRAT DI SULAWEWI BARAT




Mari kita simak apa yang diinginkan oleh Partai Demokrat dalam Pilkada serentak Desember 2015 yang diwakili lewat pernyataan  Ketua Umum Partai Demokrat Bapak DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO dibeberapa kesempatan bahwa " PARTAI DEMOKRAT LEBIH MENGUTAMAKAN KADERNYA MAJU SEBAGAI CALON  Di PILKADA SERENTAK, hal tersebut merupakan strategi maksimal untuk menghadapi Pilkada serentak yang sudah terjadwal pada Desember 2015 yang akan datang.

Penulis teringat dengan ucapan Bapak Ketua Umum Bapak SBY dalam sebuah kesempatan Silaturrakhmi II FKPD - PD di Hotel Sahid Jaya Jakarta beberapa saat yang lalu yang saya kutip dari detik.com mengatakan bahwa " Kami siap mengutamakan kader- kader kami sendiri, soal popularitas, elektabikitas bisa kami olah, kami siap memaksimalkannya " .

Pernyataan ini sesungguhnya sudah mengisaratkan kepada para pengurus bahwa Partai Demokrat lebih memilih kadernya sendiri untuk menjadi kandidat di Pilkada serentak, lain halnya kalau ada sesuatu hal yang prinsip seperti dibeberapa daerah di Sulbar.

Akan halnya Provinsi Sulawesi Barat terdapat 4 ( Empat ) Kabupaten yang akan ikut Pilkada serentak tahap  pertama, yaitu Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamuju Tengah dan Kabupaten Mamuju Utara, dan dari hasil pantauan penulis dilapang sejak beberapa hari lalu sudah ramai beredar  baik di Media maupun lewat pembicaraan masyarakat akan nama- nama Bakal Calon yang akan maju mengendari Partai Demokrat baik sebagai Bupati maupun wakil Bupati dari empat Kabupaten di Sulawesi Barat  sebagai berikut :

  1. Kabupaten Majene, Calon Bupati : BPK. H. FAHMI MASSIARA ( Wakil Bupati Majene ) berpasangan dengan bakal Calon Wakil Bupati BPK. LUKMAN ( Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majene.).
  2. Kabupaten Mamuju, Calon Bupati BPK. H. HABSI WAHID ( Sekertaris Daerah Kabupaten Mamuju, ada tiga bakal Calon Wakil Bupati yang akan diajukan oleh DPD Partai Demokrat ke DPP paling lambat 25 Juni 2015, yaitu BPK. H. FIRMAN ARGO ( Anggota DPRD PROV. SULBAR, KADER PARTAI ), yang kedua BPK. H. SYAMSUDDIN ( ANGGOTA DPRD KAB. MAMUJU KADER PARTAI ) dan yang ketiga BPK. H. IRWAN PABABARI ( WAKIL KETUA DPRD KAB. MAMUJU, KETUA DPC PARTAI HANURA.).
  3. Kabupaten Mamuju Tengah Calon Bupati BPK. H. ARAS TAMMAUNI ( Ketua DPRD PROV. SULBAR, KETUA DEWAN PEMBINA DPD PD SULBAR ) dan bakal calon wakilnya adalah BPK. H. MUH. AMIN JASA ( Sekertaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah ).
  4. Kabupaten Mamuju Utara , Calon Bupati Pa Musawir Azis Isham, SH, M.Si  bakal Calon Wakil masih menunggu hasil rilis DPD PARTAI DEMOKRAT.
Memahami gejolak Politik utamanya di Kabupaten Mamuju wajar kalau kemudian Partai Demokrat   mengusulkan tiga nama ke DPP sebagaimana telah disebutkan diatas  soal siapa yang akan direkomendasikan oleh DPP bukan menjadi domain atau tanggung jawab Dpd PD SULBAR , sesuai mekanisme DPP akan menentukan , bola sudah dilempar ke pengambil kebijakanlah yang akan  membuat rekomendasi pasangan yang akan maju di Pilkada Serentak Mamuju tahun 2015.

Kalau ditanyakan siapa gerangan yang akan direkomendasikan oleh DPP untuk menjadi pasangan atau paket calon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju dari ketiga nama dimaksud maka Penulis berupaya membuat sebuah prediksi , namanya prediksi bisa benar bisa juga salah, apalagi kalau kebijakan dilihat dari sudut Politik yang memang sangat dinamis dan dapat berubah dalam hitungan detik, tapi  kalau kebijakan ditentukan oleh DPP maka keputusan bisa kita kaitkan dengan pernyataan DPP yang cenderung lebih memilih kader ketimbang dari luar kader,  berdasarkan hasil analisa sederhana serta tekad DPP untuk mengutamakan Kadernya   maju di Pilkada serentak , maka paket pasangan untuk Kabupaten Mamuju adalah pasangan BPK. HABSI WAHID DENGAN SALAH SATU DARI 2 KADER PARTAI YANG DIAJUKAN NANTINYA KE PUSAT.

Perlu dicamkan bahwa Politik itu adalah seni dari berbagai Kemungkinan, sebelum terjadi semua masih bisa berubah. BERUBAH ATAU TIDAK KITA TUNGGU HASILNYA DI AWAL JULI 2015.

Bagaimana dengan Anda Pembaca Yang terhormat  ?*****
Sumber Foto dari Facebook

Sabtu, 09 Mei 2015

INILAH 10 TAHAPAN PENTING PILKADA SERENTAK 2015



Gambar Ilustrasi sumber www.jemberpost.com

Bulan Maret 2015 yang lalu Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) telah memaparkan rencana tahapan dan jadwal pelaksanaan Pilkada serentak, dalam tahapan awal sebanyak  9 Provinsi, 36 Kota dan 224 Kabupaten akan menyelenggarakan Pilkada serentak Gelombang Pertama.

Pilkada Gelombang pertama akan diikuti Kepala daerah yang telah habis masa jabatannya pada 2015 dan semester pertama 2016 ( Januari 2016 - Juni 2016 ) , sementara untuk Gelombang kedua akan dilaksanakan pada Pebruari 2017 untuk Kepala Daerah yang masa jabatannya berakhir pada semester kedua 2016 ( Juli - Desember 2016 ), dan Kepala Daerah yang masa jabatannya berakhir pada 2017.

Selanjutnya Pilkada serentak Gelombang ketiga akan dilaksanakan pada Juni 2018 untuk Kepala Daerah yang masa jabatannya berakhir pada  2018 - 2019. Pilkada serentak Gelombang keempat akan dilaksanakan pada tahun 2020 untuk Kepala Daerah hasil Pemilihan Desember 2015. Selanjutnya Pilkada serentak Gelombang kelima dilaksanakan pada 2022 untuk kepala Daerah hasil Pemilihan 2017.

Selanjutnya Pilkada serentak Gelombang keenam akan dilaksanakan pada 2023 bagi kepala Daerah hasil Pemilihan 2018. Pilkada ketujuh akan dilakukan serentak secara Nasional pada 2027.

Perlu diketahui bahwa dasar dari Pelaksanaan Pilkada serentak adalah UU No. 1 Tahun 2015 sebagaimana diubah dengan UU No. 8 Tahun 2015 , tentang Pemilihan Gubernur wakil Gubernur, Bupati wakil Bupati dan / Walikota wakil Walikota secara serentak.

Berikut sepuluh Tahapan Penting Pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada tahun 2015  :

  1. Tanggal 10 Juli 2015 - 19 Juli 2015, Pengumuman Pendaftaran Pasangan Calon.
  2. Tanggal 26 - 28 Juli 2015 Pendaftaran pasangan Calon.
  3. Tanggal 28 Juli - 3 Agustus 2015 Penelitian syarat pencalonan.
  4. Tanggal 24 Agustus 2015, Penetapan pasangan Calon.
  5. Tanggal 25 Agustus 2015, Pengundian nomor urut pasangan.
  6. Tanggal 28 Agustus - 5 Desember 2015, Kampanye Pilkada.
  7. Tanggal 09 Desember 2015 Pemungutan Suara Pilkada serentak 2015.
  8. Tanggal 09 Desember 2015, Pemungutan dan Penghitungan suara di TPS.
  9. Tanggal 09 Desember - 23 Desember 2013 Rekapitulasi hasil penghitungan suara.
  10. Tanggal 29 Pebruari 2016 Penetapan Calon Bupati/Wakil Bupati atau Calon Walikota dan Wakil Walikota terpilih.
  11. Tanggal 1 Maret 2016 Penetapan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih.
Untuk jelasnya baca juga UU Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2015,  TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA MENJADI UNDANG-UNDANG, Klik dan Baca disini " http://www.dpr.go.id/dokjdih/document/uu/1627.pdf " 

Bahan dan data dari berbagai sumber yang layak dipercaya **

*******************************************************************

Minggu, 05 April 2015

BUPATI MAMASA DRS.H.RAMLAN BADAWI, MH CALON KUAT KETUA DPC PARTAI DEMOKRAT MAMASA

Prediksi dalam laporan : Muhammad Nur OKT

Pa Ramlan Badawi ( foto facebook )

Jelang Musyawarah Cabang Luar Biasa ( Muscalub  ) DPC Partai Demokrat Kabupaten Mamasa yang rencananya akan digelar Medio April 2015, nama Bupati Mamasa Pa Ramlan Badawi semakin menguat dan ramai dibicarakan oleh para Kader akan mendapat dukungan mayoritas Pemilik suara dari 17 Pimpinan Anak Cabang Partai Demokrat Mamasa, suara DPC Mamasa dan DPD Partai Demokrat Sulbar, hal tersebut ditegaskan oleh salah seorang pengurus DPD PD Sulbar yang enggan disebut namanya di Mamuju 2 April 2015.

Sumber menyebutkan bahwa " Dukungan para kader ( pemilik suara ) dalam Muscab kepada Pa Ramlan yang akan menjabat Bupati Mamasa hingga tahun 2018 tentu tak lepas dari upaya sungguh - sungguh serta keinginan Partai Demokrat untuk menjadikan Mamasa sebagai salah satu lumbung suara untuk merebut mayoritas suara di Mamasa  baik di Pilkada Gubernur pada Pebruari 2017 maupun dalam Pemilu 2019, sebagai Bupati Mamasa Pa Ramlan telah membuktikan dirinya mampu berbuat meraup suara dengan menang telak di Pilkada Mamasa 2013 ,  di Pemilu 2014 Pa Ramlan juga  mampu menempatkan putranya sebagai Peraih suara terbanyak di Pemilihan Legislatif Provinsi Sulbar "  Katanya serius.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Pilkada serentak Desember 2015 , 4 ( empat ) dari 6 ( enam ) Kabupaten di Sulawesi Barat akan gelar Pilkada, moment penting inilah yang akan dimanfaatkan oleh Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat Bpk. Dr. H, Suhardi Duka, MM untuk merebut suara di Sulbar  dengan menggandeng Pa Ramlan Badawi dan berikhtiar memenangkan Mayoritas Pilkada yang diselenggarakan secara serentak di Sulbar itu minimal untuk Bupati Mamuju, Bupati Mamuju Tengah, Majene dan Wakil Bupati Mamuju utara , untuk memuluskan langkahnya menuju Sulbar Satu dan memenangkan Partai Demokrat di Pemilu 2019 " ungkapnya kepada WWS.

Sebagai Politisi briliyant Pa DR. H. Suhardi Duka, MM yang sangat piawai mengelola issu politik ( mengelola masalah dengan Solusi ) tanpa tedeng aling-aling terus menggelar rapat konsolidasi menuangkan ide-idenya untuk memacu para kader bekerja, bekerja,  dan bekerja demi  kemenangan dan Kejayaan Partai, dengan berupaya agar dapat menempatkan  3 ( tiga ) Kader Demokrat sebagai Bupati dan 1 ( satu ) orang wakil Bupati di Pilkada serentak desember 2015 nanti,  agar kelak Demokrat mampu memberikan kontribusi  mengemban misinya mensejatrakan masyarakat.

Menyikapi Pilkada yang akan digelar di Mamuju Utara sumber menyebutkan  Pa SDK pernah berkelakar  " Kita tak usah gusar dengan issu itu karena kita tak harus berpasangan dengan Incamben atau Petahanan untuk menang  kita bisa berpasangan dengan Calon lain misalnya dengan Pa Abdullah Rasyid atau siapa saja yang hasil survey bagus, kita sudah biasa menghadapi Incamben dalam Pilkada dan menang " Katanya menanggapi issu yang mengatakan Petahana di Matra enggan untuk berpasangan dengan Kader Partai Demokrat sebagai bakal Calon Wakil Bupati.

Sementara itu dikabarkan pula bahwa Muscab DPC Partai Demokrat Mamasa akan dihadiri oleh sekitar 50 orang peserta yang akan datang dari Mamasa dan puluhan Kader Pengurus DPD Partai Demokrat Sulbar, utusan dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Muscalub dengan agenda utama pemilihan Ketua yang lowong setelah Ketua Pa Rudy  pindah bertugas dan berdomisili di Jakarta, rencananya Muscalub akan digelar 1 ( satu ) hari di Mamuju pada Sabtu  18 April 2015.

Sementara itu Ketua Panitia Muscalub Pa Yahuda mengatakan bahwa " Insya Allah  Sebagai Ketua Panitia dan Kader yang loyal pada Partai Kami  bersama rekan-rekan Panitia serta Kader loyalis Pa SDK secara bersinergi mendukung, mensukseskan terselenggaranya Muscalub DPC Partai Demokrat hingga Ketua Baru terpilih secara difinitif "  Ungkap  Pa Yahuda yang juga Pelaksana tugas Ketua DPC PD Mamasa.

Tak dapat dipungkiri bahwa Mekanisme Pemilihan Ketua DPC Partai Demokrat Mamasa diprediksi  akan menerapkan sistim kekeluargaan mengingat hanya ada 1 ( satu ) Calon yang terus menguat jelang Muscalub yaitu Bapak Drs. H. Ramlan Badawi, MH Bupati Mamasa  yang juga di prediksi akan memenangkan kursi Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Mamasa secara aklamasi bila Muscalub diselenggarakan sesuai jadwal dan Beliau berkenan maju dalam bursa Calon Ketua !?? ****

Sabtu, 28 Maret 2015

PREDIKSI PA SBY AKAN TERPILIH SECARA AKLAMASI DI KONGRES PARTAI DEMOKRAT MEDIO MEI 2015

Opini Muhammad Nur OKT

Sumber Foto : www.riaunews.com

Rapat kerja Dpd Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Barat yang diselenggarakan di Mamuju dari tanggal 24 s/d 25 Januari 2015 dan dihadiri oleh seluruh Pengurus teras DPC Partai Demokrat di 6 Kabupaten Provinsi Sulawesi Barat, menghasilkan tujuh rekomendasi penting diantaranya adalah mendukung dan mensukseskan Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar Bapak DR.H.SUHARDI DUKA, MM  sebagai  Bakal calon Gubernur Provinsi Sulawesi Barat 2017 dan Pa SBY Direkomendasikan untuk didukung menjadi Ketua Umum Partai Demokrat pada kongres yang akan digelar medio Mei 2015 di Surabaya.

Kongres Partai Demokrat dengan agenda utama memilih Ketua umum yang baru direncanakan akan berlangsung 3 ( tiga ) hari dari tanggal 11 s/d 13 Mei 2015 di kota pahlawan Surabaya Jawa Timur.

Nahrowi Ramli Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta yang dirilis diberbagai media kamis 26 Mei 2015 antata lain menyebutkan bahwa " Ada tiga agenda utama dalam kongres nanti yaitu ; Menyusun AD/ ART , menyusun program kerja dan memilih Ketua umum, ketiga agenda tersebut akan disesuaikan dengan dinamika yang berkembang saat ini " katanya.

Menyaksikan dukungan yang datang dari DPD dan DPC Partai Demokrat se Indonesia penulis sangat setuju dengan pendapat mereka yang mengatakan bahwa Pa SBY akan terpilih secara aklamasi di Kongres Surabaya satu setengah bulan yang akan datang itu, alasannya adalah sebahagian besar kader Partai Demokrat Pemilik suara dalam kongres baik di Pusat maupun di daerah menginginkan Pa SBY kembali memimpin Partai Demokrat  satu priode kedepan setidaknya hingga tahun 2020.

Sebagai Presiden RI 2 ( dua ) priode Pa SBY berhasil membangun dengan sukses program yang berpihak pada rakyat kecil di pedesaan terlalu banyak untuk disebutkan satu-satu namun yang saat ini sedang ramai dibicarakan adalah dana bantuan Pembangunan untuk Desa sebesar Rp. 1.000.000.000,- yang akan segera di kucurkan.

Para kader tetap meyakini bahwa untuk saat ini hanya Pa SBY yang dianggap mampu mengayomi dan mempersatukan semua kader untuk membawa Partai Demokrat kembali keera kejayaannya memenangkan Pemilu 2019 yang akan datang.***

Senin, 26 Januari 2015

INI 7 REKOMENDASI PENTING RAPAT KERJA DAERAH DPD PARTAI DEMOKRAT SULAWESI BARAT 2015

LAPORAN : MUHAMMAD NUR OKT

Pembukaan Rakerda foto : Muhammad Nur OKT

Rapat kerja Daerah ( Rakerda ) DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Barat yang digelar di Hotel D'Maleo Mamuju dari tanggal 24 s/d 25 Januari 2015 dihadiri oleh 200 peserta dari DPD, DPC dan DPAC Partai Demokrat Se-Sulawesi Barat , Rakerda yang dibuka oleh Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat Bapak Mayjen ( Purnwirawan ) Fajar Sampoerno pada 24 /1/2014 malam ditutup dengan resmi pada pukul 01.00 Wita Minggu 25 Januari 2015 oleh Ketua Majelis Partai Bapak H.M. ARAS TAMMAUNI.

Pada Pemandangan Umum semua Dewan Pimpinan Cabang dari 6 ( enam ) Kabupaten Se  Sulbar merekomendasikan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Barat DR.H.SUHARDI DUKA, MM sebagai Calon tunggal yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur Provinsi Sulawesi Barat dan Pa SBY sepakat untuk diusung sebagai Ketua DPP Partai Demokrat pada Munas yang akan datang.

Hasil tertulis dari Rekomendasi itu selesai dibacakan oleh masing-masing Ketua Dewan Pimpinan Cabang kemudian diserahkan kepada Ketua Majelis Partai Bapak H.M.Aras Tammauni ( Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat ), yang rangkumannya dibacakan langsung oleh Koordinator Stering Comitee Pa Syamsul Samad jelang Penutupan Rakerda.

" Semua Dewan Pimpinan Cabang DPC yang ada di Sulawesi Barat dalam pemandangan umum merekomendasikan hal itu  " Kata Ketua Pelaksana ( OC ) Rakerda Pa Drs. Djamruddin Badaruddin, MM menjelaskan kepada WWS.

Selain merekomendasikan Pa SDK sebagai Calon tunggal Gubernur Sulbar dan Pa SBY sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang akan datang, Rapat kerja Daerah DPD Partai Demokrat Sulawesi barat merekomendasukan beberapa hal pentingnya sehingga menjadi 7 ( Tujuh ) Rekomendasi penting yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh Kader Partai Demokrat di Sulawesi Barat berikut ini :
  1. Seluruh Kader Siap bekerja keras, berjuang keras untuk memenangkan Pilkada di Kabupaten dan Provinsi di Sulawesi Barat.
  2. Segera melakukan koordinasi dan Konsilidasi di seluruh jenjang Partai baik keatas utamanya kebawah.
  3. Segera melakukan langkah-langkah pembenahan kepengurusan Partai Demokrat dan merumuskan prioritas Program Kerja kedepan.
  4. Bagi Fraksi Demokrat yang duduk di DPRD segera melakukan langkah-langkah komunikasi Politik dan memanfaatkan elemen yang ada di Fraksi sebagai perpanjangan tangan Partai.
  5. Bertekad berjuang bersama- sama untuk mensukseskan SDK ( Bapak DR.H.SUHARDI DUKA,MM Pen.) sebagai Calon tunggal yang akan diusung dalam Pilgub 2016.
  6. Berkomitmen Bulat mencalonkan SBY sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat.
  7. Memberikan sangsi tegas kepada setiap Kader yang melanggar kesepakatan yang telah dituangkan dalam Rakerda ini.
Perlu diketahui bahwa Rakerda DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Barat 2015  ini adalah Rakerda yang kedua Partai Demokrat yang dilaksanakan di Indonesia setelah DPD Partai Demokrat DKI Jakarta.***



Rabu, 21 Januari 2015

MENGAPA PILKADA SERENTAK 2015 DIUNDUR KE 2016 ?!

OPINI SAYA  : MUHAMMAD NUR OKT


Foto Sumber news.okezone.com

Selasa tanggal 20 Januari 2015 Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat yang digelar di Gedung DPR Senayan Jakarta dan dihadiri oleh 442 Anggota DPR RI menetapkan dengan resmi Perpu No. 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota ( Perpu Pilkada ) dan Perpu No. 2 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah  yang dibuat pada masa Pemerintahan Bapak SBY, ditandai dengan ketukan palu oleh Pimpinan sidang Pak Agus Hermanto Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Demokrat.

Sebagaimana diketahui dari berbagai media Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Demokrat  Pa Agus Hermanto yang memipin sidang Paripurna tersebut mengatakan DPR RI Menyetujui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 22 Tahun 2014 Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota serta Perpu No. 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Namun dalam penetapan tersebut terdapat sejumlah catatan  menyertai persetujuan DPR RI  yang segera harus direvisi dan dituntaskan  ( terbersit berita yang menyebutkan  Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 2015  Diusulkan dilaksanakan pada Bulan Agustus 2016 yang akan datang ).

Dari sumber yang layak dipercaya Ada 5 Item yang perlu direvisi dalam Perpu No. 1 Tahun 2014 : 
  1. Terkait Calon dan pasangan Calon dalam pasal 40 diajukan berpasangan namun dalam pasal berikutnya disebutkan tidak berpasangan.
  2. Pilkada serentak adanya rentang waktu yang lama bagi pelaksana tugas kepala Daerah untuk menjalankan roda Pemerintahan sampai Pilkada serentak digelar. Ini akan jadi masaalah besar dalam penyelenggaraan Pemerintahan di Daerah karena Plt ( Pelaksana tugas ) terbatas dalam mengambil kebijakan.
  3. Penjadwalan dan tahapan Pilkada yang cukup panjang apalagi jika berlangsung 2 ( dua ) putaran, Calon Kepala daerah yang satu akan menunggu Calon Kepala daerah yang lain yang berlangsung 2 ( dua ) putaran( 204 daerah akan ikut Pilkada serentak). 
  4. Penyelesaian sengketa. Perpu Pilkada menyatakan penyelesaian sengketa di Pengadilan Tinggi yang ditunjuk MA, bahwa MA justru berpendapat bahwa sebaiknya tidak di MA tapi badan khusus lewat pengadilan, walau MA siap adili sengketa Pilkada apabila diperintah UU. Tak dapat dibayangkan  dalam waktu bersamaan menangani banyaknya sengketa Pilkada.
  5. Ada jarak lama antara uji publik dan pendaftaran Calon. Hal ini membuat tahapan semakin panjang apalagi hasil uji publik tak memberikan konsekwensi, kecuali Calon Kepala daerah mengantongi surat telah mengikuti Uji Publik.
BACA JUGA OPINI PENULIS  KLIK  "  PILKADA SERENTAK 2015 ...." 
SERTA DI HARIAN ONLINE KABAR INDONESIA  " WAJAH PARLEMEN KITA "

Penulis mengutip  apa yang diungkapkan oleh Didik Suprianto dan Titi Angraeni ( Perludem 23/12/2014 ) di Rumah Pemilu yang menyebutkan bahwa alasan utama Pilkada serentak diundur sampai Juni 2016 adalah demi untuk menciptakan siklus Pemilu Lima Tahunan yang Ideal. Jadwal Pemilu Legislatif, Pemilu  Pemilu Presiden dan Pilkada selama ini telah menimbulkan kesemerawutan Politik , dampaknya mengacaukan tatatanan politik, merusak rasional Pemilih, menciptakan konflik internal Partai Politik berkelanjutan, meninggikan biaya Politik yang harus ditanggung Partai Politik dan Calon, memboroskan Dana Negara dan membebani penyelenggara, oleh karena itu perlu diciptakan Siklus Pemilu 5 ( lima ) Tahunan yang Ideal dimana Jadwal Pemilu lima tahunan bisa mengatasi masaalah-masaalah tersebut.

Selanjutnya pada salah satu kalimat  Beliau juga mengatakan Pilkada serentak 2015 itu penuh resiko . Waktu perencanaan terbilang pendek ( tinggal beberapa bulan lagi Pen. ) Padahal Prakteknya Pemilu dimanapun Idealnya perencanaan dan persiapan setidaknya 2 tahun, apalagi Pilkada serentak yang melibatkan 188 daerah ( 204 Daerah Pen. ), yang merupakan pengalaman pertama, Perlu diingat bahwa dibandingkan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Pilkada lebih sering menimbulkan kekerasan dan konflik horizontal, Oleh karena itu jadwal Pilkada serentak perlu diundur enam bulan lagi Juni 2016  ( Agustus 2016 Pen )

Penulis mengapresiasi sikap Komisi Pemilihan  Umum ( KPU ) yang menanggapi positif usulan pemunduran jadwal Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota serentak ke Tahun 2016, Penulis meyakini bahwa  Eksekutif dan Legislatif  akan sepakat untuk merevisi hal-hal yang dianggap negatif seperti yang terungkap  dalam tulisan ini untuk pelaksanaan Pesta Demokrasi Pilkada dan memundurkan Pilkada serentak ke Tahun 2016 yang lebih banyak positifnya, dengan demikian Pilkada serentak 2015 yang sedianya dilangsungkan hanya di 3 ( tiga ) Daerah di Provinsi Sulawesi Barat yaitu di Kabupaten Mamuju, Mamuju Utara dan DOB Mamuju Tengah bila diadakan pada tahun 2016 akan menjadi 5 ( Lima ) Daerah setelah bertambah 2 ( dua ) Daerah lagi yang masa Bhakti Kepala daerahnya akan berakhir pada tahun 2016 yaitu Sulawesi barat dan Kabupaten Majene * ****

Baca Perpu No. 1 Tahun 2014 Tentang Pilkada " PERPPU No. 1 TAHUN 2014 "

Baca juga Perpu No. 02 Tahun 2014, tentang Pemerintahan daerah ( PDF ) " PERPU NO. 02 TAHUN 2014 "

Kamis, 08 Januari 2015

MEMBACA PELUANG DAN TANTANGAN KELUARGA BAPAK H.ARAS TAMMAUNI DI PILKADA MAMUJU TENGAH

Foto : Muhammad Nur OKT

OPINI SAYA  : MUHAMMAD NUR OKT

Sebuah prolog "  Dalam sebuah kesempatan pada Rapat Konsolidasi dan Pemebentukan Panitia Rapat Kerja DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat yang diselenggarakan pada selasa malam 6 Januari 2015 di Sekertariat DPD PD Sulbar Jalan Husni Thamrin No. 7 Mamuju, Ketua DPD Partai Demokrat Prov. Sulawesi Barat sempat melontarkan pernyataan yang keras tentang Pilkada di Sulawesi Barat, dalam pernyataan itu Beliau berujar dan berpesan kepada para kader partai agar berupaya keras untuk memenangkan setidaknya 2 Kandidat Bupati di Pilkada 2015 - 2016, adapun 2 Kandidat Bupati di 2 Kabupaten yang dimaksud adalah Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah, serta beruapaya memenangkan 1 Kandidat Wakil Bupati di Mamuju Utara." 

" Kalau kita tak bisa merebut salah satu target kita  , memenangkan salah satu Kandidat kita di Pilkada Kabupaten maupun Provinsi di Sulawesi Barat, riwayat kita sebagai Partai Pemenang Pemilu di Sulawesi Barat  telah selesai,  Demokrat tak ingin habis di Sulawesi Barat untuk itu kita harus berupaya dengan keras memenangkan kader kita dalam Pertarungan di Pilkada nanti " ujarnya.

Penulis sampai hari ini belum mengetahui siapa saja yang akan tampil bertarung di Pilkada Mateng, dan siapa saja yang bakal diusung oleh Partai yang memiliki kursi di Parlemen Mamuju Tengah itu , sedianya Pilkada di 3 ( tiga ) Kabupaten Sulawesi Barat yaitu Kabupaten Mamuju, Mamuju Utara dan Mamuju Tengah sesuai jadwal digelar pada Tahun 2015, karena satu dan lain hal kemungkinan penyelenggaraan Pilkada tersebut molor  dan mundur ke Tahun 2016 , tak menutup kenumgkinan pula dilaksanakan secara serentak di 5 ( lima ) tempat maksudnya dengan Pilkada Kabupaten Majene dan Pilkada Sulawesi Barat.

Sejauh ini penulis belum mendapatkan data tentang Partai pengusung para Kandidat dan siapa saja Bakal Calon Bupati/ Wakil Bupati yang akan bersaing di Pilkada Mamuju Tengah, yang jelas dan pasti salah satu dari Glen ( Keluarga ) Bapak H. Aras Tammauni sesepuh Partai Demokrat Sulawesi Barat dipastikan akan menggunakan Partai Demokrat sebagai kendaraan Politik menuju Pilkada Mateng. Partai Demokrat sebagai Partai Pemenang Pemilu 2014 di Mamuju Tengah punya kesempatan itu , disamping berhasil menempatkan anggota Fraksi H. Arsal Aras sebagai Ketua DPRD Mamuju Tengah, Partai Demokrat berhasil menempatkan 2 ( dua ) Orang Legislatornya di DPRD Prov. Sulawesi Barat.

Tak terlalu membutuhkan waktu lama untuk melakukan konsolidasi dan Sosialisasi untuk memenangkan Kandidat dari Partai Demokrat, menurut pengamatan penulis dari searching dengan teman-teman, jaringan telepon dan media online Demokrat akan mampu menempatkan kandidatnya sebagai Pemenang di Pilkada Mateng berdasarkan Data dan Fakta dilapang bahwa Keluarga Bapak H. Aras Tammauni mendapatkat kepercayaan dan ekspektasi yang tinggi dari masyarakat Mamuju Tengah sebagai putra daerah Beliau ini adalah Pemuka Masyarakat yang telah berpuluh-puluh tahun memimpin dengan baik dan bijak di daerahnya, sebagai Pemimpin Ideal yang dekat dengan rakyat sehingga harus dipilih untuk memimpin Mamuju Tengah 5 ( lima ) Tahun kedepan.


Faktor penunjang lainnya  yang mendukung Keluarga Bapak H. Aras Tammauni untuk memenangkan Pilkada Mateng adalah Solidnya Partai Pendukung yang berkomitmen untuk mengawal Kandidat terbaik Partai Demokrat ini guna  meletakkan dasar-dasar yang kokoh bagi Pembangunan dengan  memaksimalkan Pembangunan yang berpihak pada masyarakat yang dimulai dari Desa, 

Prestasi yang gemilang yang dicapai Bapak H. Aras Tammauni ketika  memimpin di Tobadak  sebelumnya, disertai pendekatan yang humanis, mengedepankan kepada masyarakat kecil di pedesaan  akan menjadi salah satu tolok ukur  untuk meraih kemenangan, saat ini Saya meyakini Keluarga Pa H. Aras Tammauni  berada diatas angin dalam segi Populer dan Elektabilitas.


Kalau dikaji secara sederhana hanya ada beberapa Bakal Calon yang mungkin bisa mendampingi Glen H. Aras Tammauni sebagai pesaing di Pilkada Mamuju Tengah menurut penulis salah satu diantaranya adalah  Bapak  H. Ismail Zainuddin Pejabat Bupati Mamuju Tengah yang bisa dianggap sebagai   Bupati petahana, bila Beliau bisa memanfaatkan moment beberapa bulan terakhir menampakkan kinerja yang baik dan  melakukan blusukan dengan thema pendekatan dari hati kehati, serta menggenjot sosialisasi menggunakan media untuk meningkatkan elektabilitas, tidak menutup kemunginan masih ada harapan yang berbinar, tanpa upaya dan kiat-kiat khusus peluang itu nampaknya kurang signifikan.


Mari kita simak salah satu alasan mengapa masyarakat menentukan pilihannya kepada kandidat adalah " Karena ketertarikan mereka pada Tayangan Media ( promosi Kandidat/ Caleg melalui Media ) yang menyajikan hasl-hal yang positif terhadap Tokoh atau Kandidat, promosi ( iklan ) media  akan sangat berpengaruh terhadap kepopuleran dan elektabilitas Kandidat. "  mengenai hal tersebut baca disini " 


Mengenai Petahana ( Kalau untuk Mamuju Tengah belum bisa dikatakan ada Petanaha ), namun bila kita berkaca Berdasarkan penggalan pengalaman mengenai Petahana, sangatlah jarang Petahana yang gagal bertahan dalam Pilkada di Indonesia antara 1 berbanding  10 atau hanya sekitar 10 % , selain populer yang berimbas pada elektabilitas  mengalahkan pasangan lainnya terkecuali  yang terjerat hukum, gagal menepati janji kampanye dan gagal dalam memimpin Daerahnya.


Analisis sederhana yang bisa menjadi penyebab  dari kekalahan yang mungkin terjadi pada pasangan  Glen Bapak H. Aras Tammauni di Pilkada Mateng hanya bila kemudian pesaingnya melakukan  trik politik,  melakukan sosialisasi dan kampanye yang lebih dahsyat, lebih baik dan terstruktur sebagaimana yang disebutkam sebelumnya serta melakukan bargening Politik dengan Pasangan atau beberapa pasangan yang ikut serta untuk berbagi rasa dan asa di Pilkada Mamuju Tengah.

Tentu akan Banyak Issu yang berkembang jelang Pilkada di Mamuju tengah , isu itu tak mungkin bisa di filter satu persatu, lawan-lawan politik akan melontarkan berbagai issu negatif  namanya issu bisa negatif tentulah tidak berdasar namun hal ini bisa mempengaruhi opini masyarakat, kita berharap perang issu yang akan melemahkan salah satu pihak dapat disaring oleh  masyarakat Mamuju Tengah yang pada umumnya adalah masyarakat berpendidikan dengan tingkat kecerdasan diatas rata-rata. dapat memilah dan memilih mana issu yang benar dan tidak beralasan yang sengaja ditiupkan jelang pesta demokrasi Pilkada Mateng untuk melumpuhkan lawan Politiknya.


Namanya persaingan Bagi pasangan yang berhasil mengelola issu negatif menjadi issu positif dan berhasil meyakinkan masyarakat Mamuju Tengah  untuk menjatuhkan pilihannya pada kandidat mereka Dialah yang akan jadi pemenang, bagiamanapun ini adalah pesta Demokrasi dimana suara rakyat adalah penentu kemenangan dalam situasi seperti ini sulit untuk melakukan prediksi yang akurat seperti permainan Bola menggelinding tak tentu arah, tergantung bagaimana Timses masing-masing kandidat mengolah Kampanye menggunakan sisa waktu yang ada untuk menggolkan kandidatnya.

Keyakinan Saya tentang Pilkada  yang jujur tanpa masalah di Sulawesi Barat nanti sangat beralasan  bila mencermati penggalan pengalaman Pilkada sebelumnya , masyarakatnya yang beretika, ramah tamah, terdidik dengan mengutamakan kekeluargaan dan musyawarah , mencintai perdamaian dan ketentraman Insya Allah semua proses dalam Pilkada 2015- 2016 di Sulawesi Barat  akan berjalan aman terkendali,  walau ada sedikit riak riak kecil namanya Demokrasi dan kompetisi, tapi tak akan  sampai ada perselisihan yang mendalam yang mengakibatkan rusaknya sendi sendi kebersamaan dan keutuhan masyarakat Mamuju Tengah Khusunya dan Sulbar pada umumnya, Semoga Damai selalu menyelimuti Masyarakat Sulbar Damai di  hati , Damai dibumi, dan Damailah  diakhirat Nanti.


Dan  kalau ada kekeliruan data atau kalimat dalam artikel opini ini, mohon dikomfirmasi melalui kolom komentar dengan data untuk segera kami ralat, sebelum nya kami mohon maaf kalau ada yang keliru baik kalimatnya, penyajiannya dan terima kasih atas atensi pembaca**