Kamis, 25 Juli 2013

BELAJAR DARI GUBERNUR BANTEN RATU ATUT CHOSIYAH TENTANG POLITIK DINASTI

OPINI  : MUHAMMAD NUR OKT

 Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Keluarga sumber belantaramediaonline.wordpress.com

Kalau ingin belajar Politik Dinasti datanglah di Banten, karena Banten adalah Contoh Politik Dinasti yang paling sempurna. Demikianlah kata salah seorang Legislator Banten dalam diskusi tentang “Fenomena Politik Dinasti” sebagaimana dirilis dibebagai media di Jakarta, Rabu (24/7).

Legislator tersebut lebih jauh mengatakan bahwa " contoh politik dinasti yang paling sukses dan sempurna adalah dinasti Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah.  Ratu Atut terpilih sebagai gubernur Banten dan keluarganya ini menjadi pejabat penting di kabupaten/kota yang ada di Banten. " katanya.


INILAH KELUARGA RATU ATUT YANG MENDUDUKI JABATAN POLITIK DAN YANG SEDANG MENUJU MENJADI WAKIL RAKYAT  :
  1. Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman, adik Ratu Atut,
  2. Walikota Tangeran Selatan Airin Rachmi Diany, ipar Ratu Atut.
  3. Anggota DPD priode 2009 - 20014 Andika Hazrumy, caleg DPR RI 2014-2019 anak kandung Ratu Atut,
  4. Anggota DPR dari Partai Golkar periode 2009-2014, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten, Caleg DPRI RI 2014-2019, Hikmat Tomet, suami Ratu Atut.
  5. Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Caleg DPRD Banten 2014-2019 Ade Rossi Chaerunnisa atau istri Andika Hazrumy adalah menantu Ratu Atut.
  6.  Wakil Bupati Pandeglang Banten, Heriyani, Ibu Tiri Ratu Atut,
  7. Wakil bupati kabupaten Serang, Ratu Tatu Chasanah (adik Ratu Atut),
  8.  Calon anggota DPD perwakilan Banten 2014-2019, Andiara Aprillia Hikmat ( Anak Ratu Atut ).
  9. Calon Legeslatif DPRD Banten 2014-2019 Tanto W Arban ( suami Andiara ) menantu Ratu Atut.
Mungkin masih ada yang belum tercatat dalam daftar ini silahkan di tambahkan. 

Perlu diketahui bahwa Politik Dinasti sangat legal, tak ada Undang-Undang atau Peraturan yang dilanggar di Negeri ini  bila seseorang Pemimpin memberikan kesempatan kepada sanak keluarganya untuk berkiprah di politik bersaing secara sehat dengan Politisi atau siapa saja yang ingin maju sebagai Pemimpin diseluruh tatanan asal memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mampu merebut hati masyarakat untuk memilihnya menjadi Pemimpin atau wakil Rakyat.

 Dan Dengan mengamati daftar diatas apa yang dikatakan oleh Legislator Provinsi Banten tersebut cukup beralasan, penulis yakin bahwa Gubernur Banten sangat piawai dalam memainkan Politik Dinasti dan ini adalah sejarah baru dalam Politik di Indonesia***

Dari berbagai sumber**

4 komentar:

  1. NAJIS... DINASTI BARENG-BARENGAN UNTUK KORUPSI MENGHANCURKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

    BalasHapus
  2. Tulisan yang bagus, membuat terang dan membuka wawasan. Perkenankan saya memberikan usulan dari segi KEBAHASAAN. Pada hemat saya, akan lebih baik kita mulai menggunakan istilah Bahasa Indonesia sebelum istilah yang keliru terlanjur menjadi baku. Jangan katakan 'DINASTI', katakan 'WANGSA'. Dalam bahasa Indonesia sudah ada arti kata dinasti yakni, WANGSA. Bukan dinasti Syailendra, melainkan wangsa Syailendra. Bukan politik dinasti, melainkan POLITIK WANGSA. Kalau bukan kita sendiri, siapa yang akan peduli dengan bahasa kita? Jangan sampai bahasa kita lama-lama menjadi jiplakan mentah bahasa Inggris. Ayo kibarkan merah putih. Terima kassiiihh. Kunjungi http://terjemahinggris.blogspot.com/2013/10/jangan-katakan-dinasti-katakan-wangsa.html

    BalasHapus
  3. Terima kasih kawan terjemahan Inggris atas atensinya

    BalasHapus