Sabtu, 20 Juli 2013

MAMUJU, MENUJU KONSEP KOTA HIJAU ENERGY HIJAU ?!

Opini Saya : MUHAMMAD NUR OKT
  



 Pa SDK Bupati Mamuju


Ibukota Provinsi yang paling terakhir meretas adalah Kota Mamuju Ibukota Provinsi Sulawesi Barat, Provinsi ke-33 atau terakhir saat ini di Republik Indonesia, Mamuju juga adalah Ibukota Kabupaten Mamuju berhadap-hadapan dengan Kota Balikpapan di Kalimantan Timur yang dibatasi oleh Laut Sulawesi.

Kedepan Kota Mamuju dan Kota-Kota di Sulawesi Barat yang tengah berbenah akan memanfaatkan energy hijau seperti panas bumi, pembangkit listrik tenaga air, dengan demikian dapat memotivasi masyarakat yang berdiam di Kota ini untuk menjadikan Mamuju sebagai Kota bersih tanpa polusi.

Harapan ini bukanlah hanya impian semata, Mamuju tengah berbenah menggarap hutan Kota dengan menghimbau masyarakatnya untuk mencintai lingkungan dengan tidak menebang pohon, menanam pohon dan memeliharanya secara bersama, masyarakatpun harusnya secara sadar membuang sampah pada tempat penampungan yang telah disiapkan.Tanpa pengertian dan partisipasi masyarakat impian hanyalah mimpi disiang bolong.

Subuh jelang pagi hingga siang, disetiap hari terlihat pasukan kuning Dinas Kebersihan memenuhi jalan-jalan protokol melakukan pembersihan, pemeliharaan taman dan lingkungan, di Komplek perumahan dan lokasi yang sulit dijangau Truk pengangkut sampah disiapkan Motor Fukuda tiga roda gandengan pengangkut sampah, semua terkoordinir rapi dan terjadwal, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan Sampah mulai terbangun, lewat sosialisasi dan penyuluhan tentang pentingnya kebersihan dan lingkungan bagi kehidupan manusia, rutinitas ini berjalan dengan baik, sayang RTRW ( Rencana Tata Ruang Wilayah ) sebagai pedoman untuk melakukan penataan Kota dan lingkungan hidup sementara dalam pembahasan.

Betapa nyamannya bila berada di Kota Mamuju dan Kota-Kota lain di Jasirah Sulawesi Barat nantinya dengan beribu persona Wisata alam, kultur, Menghirup udara sejuk setiap hari dengan sajian pohon rindang di sekitar. Berjalan menyusuri jalan dan trotoar perkotaan tanpa kuatir akan polusi udara dan terik matahari yang membakar mengancam kesehatan saluran pernafasan, membuat kulit jadi legam.

 Ilustrasi suasana Kota diperbukitan sumber sro.web.id

Ada beberapa Kota di Indonesia dan luar Negeri, dapat dijadikan contoh untuk membangun kesadaran melangkah ke konsep hijau, yang terdekat Kota Palopo sebagai Peraih Adipura 4 kali berturut-turut dan Singapura sebagai salah satu Kota terbersih di Dunia bisa menjadi rujukan dalam mengelola konsep Kota Hijau nan bersih, yang pada akhirnya kedepan menjadi Kota Energy Hijau.

 Ilustrasi PLTA tanpa Polusi tanpa BBM ( foto : pangalajo.blogspot.com )

Mungkin ada yang masih bertanya-tanya apa sich yang dimaksud dengan Konsep Energy hijau ?
Konsep Kota Hijau dapat dipenuhi dalam kurun waktu antara 5 sampai 10 tahun kedepan dengan melihat bahwa Kota Mamuju masih mempunyai lahan hutan yang memadai untuk dijadikan hutan Kota, disekeiling Kota terdapat bukit dan gunung yang ditumbuhi hutan tanaman produksi maupun secunder, dan pembangunan infrastruktur Kota berupa fasilitas umum seperti Mall dan sejenisnya, Pabrik dan gudang belum terlalu nampakada, masih bisa ditata tak seperti Kota-Kota besar lain sudah padat.

Pemerintah melalui Rencana Tata Ruang Wilayah dan Rencana Detail Tata Ruang Kota masih dapat melakukan Koreksi untuk mengarahkan kepada penanam dan Pemilik modal agar membangun fasilitas Umum dengan berpegang pada prinsip ramah lingkungan dengan penempatan yang tepat sesuai tata ruang perkotaan tanpa merusak alam dan lingkungan seperti yang tertuang dalam RTRW.

Kalau RTRW Provinsi dan Kabupaten nanti bisa dipedomani dengan mengarahkan pembangunan Kota Mamuju dan Kota-Kota di Sulbar lainnya dalam Konsep Kota Hijau dan berhasil, kedepan sesungguhnya tidak menutup kemungkinan Kota Mamuju bisa seacara bersinergi dengan Kota Kabupaten disekitarnya mengatasi pemanasan ( Global Warning ) yang sedang menjadi trending topik di Dunia saat ini, salah satu syaratnya dengan memanfaatkan energi hijau, seperti panas bumi dan pembangkit listrik tenaga air yang sangat ramah lingkungan dan biaya operasional sangat rendah bila dibandingkan dengan pembangkit listrik Tenaga Diessel yang sudah tidak dianjurkan oleh Pemerintah.

 Hutan Kota sumber : www.berita8.com

Sekedar imformasi bahwa Di Kota-Kota Dunia dengan Konsep Energi Hijau mereka menggunakan hidrogen ( air ) untuk bahan bakar dan energy, termotivasi untuk menjadikan benua mereka terbersih di dunia, bebas dari semua pengaruh negatif alam dan lingkungan hidup.

Dari beberapa Konsep tentang Kota Energy yang Penulis temui dalam pencarian di Internet kota Portland Oregon menjadi kota pertama yang fokus pada isu alternatif transit dengan menggunakan sistem kereta api yang dapat mengakomodir penduduknya dengan skala sedang. Disini juga terdapat jaringan jalur sepeda yang luas untuk mendorong masyarakatnya mengurangi pemakaian kendaraan pribadi. Oregon berjanji mengurangi emisi dan efek buruk lewat perubahan pembangunan.

Untuk mengarahkan masyarakat Mamuju dan Sulbar menuju Konsep Hijau nampaknya tak sesulit bila mengarahkan ke Konsep Energy hijau yang ramah lingkungan, walau bahan dasar dari Konsep menuju Energy hijau sudah lebih dari mencukupi, Air terjun, hutan tropis dan lahan yang tersedia memungkinkan konsep ini bisa dilaksanakan tentunya dalam jangka panjang, Saya Yakin bila nanti SDK memimpin Sulbar dengan misi dan visinya yang jelas kedepan Beliau akan sanggup menwujudkannya.. Semoga***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar