Selasa, 02 Juli 2013

PEJABAT CERDAS PILIH STAF AHLI ATAU STAF KHUSUS YANG SERBA BISA ?

  Hanya Opini Saya : MUHAMMAD NUR OKT

 Ilustrasi Karikatur gambar :
garisbebas.com )


Sore ini saya lagi sumpek, entah mengapa pikiran lagi kacau balau, sejak  tadi pagi di kantor ada-ada saja terjadi,  kursi puter yang saya duduki tiba-tiba melorot  kebawa hingga dagu terantuk” uhh busyet ” sakit juga rasanya, gelas besar berisi kopi susu terkena sambaran tangan hingga terguling-guling dan jatuh  ” byarr ” pecah berkeping-keping, yang tak kalah parahnya susu campur Kopi dan air tumpah membludak diatas meja biro berlapis kaca, file berkas dan buku-buku yang tertata rapi diatas meja kerjapun mandi susu, geli bercampur geram, ingin tertawa ditahan, sakit di dagu masih terasa sampai  sekarang.

Saya lalu memanggil dua orang staf wanita untuk membersihkan sekaligus memberes-bereskan dan menata kembali file dan buku yang sudah tergeletak tak karuan diatas meja.

Kedua staf saya ini biasa saya kenalkan sebagai staf khusus, khusus  tapi tugasnya banyak, berdua bergantian  saya tugasi untuk membawa kunci ruangan, bersih-bersih dan menyiapkan minuman, serta menanyai tamu sebelum bertemu dengan saya : siapa namanya,profesinya dan apa keperluanya ? Pertanyaan telah di setting dalam otaknya, soalnya saya sangat alergi bertemu orang-orang yang suka ngaku-aku  wartawan tapi tak punya surat kabar,tak punya kartu identitas hanya dengan modal Koran atau tabloid yang kadang sudah out of date disedorkan untuk diganti dengan uang teman-teman biasa menyebutnya ( WTS ) Wartawan Tanpa Surat Khabar. Kenapa Takut ?

Saya jawab, siapa yang takut ? he he he, saya cuman alergi saja,  soalnya tiap datang pertanyaan macam-macam  kalau cuman satu macam tak mengapalah, yang ditanya sekitar proyek dan anggaran, kadang dengan intimidasi cara-cara lama yang sudah basi, padahal walau saya punya sedikit wewenang,  tapi sungguh saya tak sampai hati mengambil hak orang lain untuk memperkaya diri kalau memperkaya orang lain entahlah saya merasa tak pernah diri ini saja belum kaya. So..saya yakin kalau ada PNS, tidak punya usaha, perusahaan maksud saya, tidak punya warisan dari leluhur dan kaya, pastilah dia mencuri hak orang lain. Kalau tak mencuri so pastilah PNS tak akan pernah kaya. Bukannya pelit tapi caranya, cara itu membuat saya berpikir,  saya belum kaya tak mungkinlah saya memberinya uang.

Terbalik 360 derajat dengan Wartawan yang betul-betul wartawan, kerjanya profesional, punya etika dan moral  serta attiude karena direkrut dari orang-orang yang berpendidikan , tak perlu dibahas lebih jauh karena sudah diluar thema, bisa ngelantur keluar dari judul.

Staf khusus saya ini walaupun mereka tenaga kontrak yang biasa disebut Honorair daerah ( Honda )  tapi kerjanya bukan main paling rajin dan serba bisa, bisa ngetik pake komputer, bisa agenda surat, bisa bikin amplop, bisa bersih-bersih, bisa bikin kopi dan banyak lagi lainnya. Dibanding gajinya lebih banyak bisanya..he he he he.

Kadang saya geli sendiri dan tertawa dalam hati melihat kedua staf khusus saya ini,  kerjanya rajin dan patuh serta loyal pada atasan,  maklumlah anak baru kemarin lulus SMA, semangat 45 dan pantang menyerahnya masih berkibar, entah nanti kalau sudah jadi PNS !

Beberapa tahun yang lalu ketika pulang di Kampung untuk sowan dengan orang tua, saya sempat bertemu dengan teman saya waktu SMA dulu, setelah ngomong ngalor ngidul saya diberitahu kalau sekarang dia sudah jadi staf ahli Bupati, dan betul dia memang Staf ahli Bupati,  yang membuat saya  heran dan tanya-tanya dalam hati koq bisa ya ? Staf ahli itu kan Pejabat eselon II ditingkat Kabupaten selevel dengan Kepala Dinas, Asisten dan Kepala Badan. Saya juga tahu kalau Bupati dimana dia diangkat jadi staf ahli adalah  seorang Doktor yang pernah jadi dosen di perguruan tinggi negeri,  mengangkat Staf akhli yang modal otaknya setingkat SLTA. Itu yang membuat saya heran, keahlian apa ya,  kekhususan yang dia miliki, saya tau betul sejarah hidup teman saya yang sudah jadi staf ahli.

Ini riwayat hidupnya, karena beliau masih hidup dan masih jadi staf ahli tak patutlah kalau  saya menyebut nama, bukannya takut, no way cuman saling menghormati antara sesama PNS tak boleh saling mendahului apalagi menjelek-jelekkan, walau dia memang jelek he he hehe.

Saya ringkas ceritanya biar fres dan tidak bertele-tele, setamat SMA teman saya yang otaknya agak ceper dan pernah tak naik kelas ini enggan untuk melanjutkan pendidikannya, dia memilih untuk bekerja karena takut dengan ilmu pasti dan sejarah, bermodal ijazah SMA dan koneksi  dia pun dingakat jadi PNS Golongan II/a, hanya 4 tahun kemudian saya dengar khabar kalau dia sudah menjabat subseksi di Kecamatan dengan pangkat III/a, padahal kalau di runut dari awal seorang yang berpangkat II/a untuk sampai ke pangkat III/a butuh waktu 16 tahun, kalau anda bertanya kenapa bisa lompat ? jawabannya karena penyesuaian Ijazah. Ijazahnya darimana ? saya jawab bisa kerja sambil kuliah, daftar di Universitas kuliah deh...kalau anda tanya lagi katanya takut sama pelajaran ? saya jawab katanya bisa tidak ikut belajar tapi bayarnya rutin titik.

Waktu pertemuan kemarin saya juga diberi  tahu kalau dia baru selesai Wisuda S.2, sama waktu S1 katanya, tapi ketika saya tanya apa saja tugasnya sebagai Staf ahli dia tertawa, D4…… katanya berseloroh datang, duduk, diam, duit..( gaji ),  he he he dia tertawa,  saya pun ikut tertawa, kami berdua tertawa…Negara dirugikan dong ..ha ha ha ha hahahaha.

Dan kalau anda tanya kenapa dia bisa diangkat jadi staf ahli. saya tak bisa menjawabnya, tanyakan pada Pa Bupati yang mengangkatnya  apa manfaatnya , bagaimana bisa maju to negeri pussiinng kalau harus mikir , dia aja nggak mikirin  ???? **

Nota : Maaf kalau dalam Artikel saya ini ada yang tidak sesuai dengan keinginan anda, yakinlah bukan anda yang saya maksudkan, murni teman saya, dan kalau teman saya yang maksudkan membaca tulisan ini i’m sory friend,…..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar