Rabu, 26 Juni 2013

SURAT TERBUKA UNTUK MENDAGRI SK PEJABAT BUPATI MATENG SEPERTINYA DI GORENG HINGGA GARING



 Bpk. Gamawan Fauzi ( Foto :
m.lensaindonesia.com )


YTH. BAPAK MENDAGRI GAMAWAN FAUZI,

ASSALAMU ALAIKUM WW.

Masih segar dalam ingatan kita Hari bersejarah bagi masyarakat Mamuju Tengah 14 Desember 2012, dalam Rapat dengan Komisi II di Gedung DPR, Senayan, menyetujui  usulan DPR untuk menetapkan 7 DOB Baru, termasuk DOB Kabupaten Mamuju Tengah lepas dari Induknya Kabupaten Mamuju. Masyarakat Mamuju Tengah bersorak kegirangan perjuangan mereka akhirnya berbuah manis Pemerintah ternyata memperhatikan usulan masarakat yang ingin mandiri lepas dari induknya agar bisa dengan cepat berbenah diri dan membentuk Pemerintahan yang akan berjuang untuk kesejatraan masyarakatnya.

Kegembiraan itu semakin nyata dengan dikeluarkannya payung hukum UU No. 4 Tahun 2013, 19 Pebruari 2013 tentang Pembentukan Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat, Masyarakat Mamuju Tengah melakukan upacara selamatan dan sujud syukur, Doa pun dipanjatkan kehadiran Allah agar DOB Mamuju Tengah kedepan dapat sukses mengemban amanat para pendiri dan masyarakatnya berkembang maju sejajar dengan daerah-daerah baru di Indonesia.

Kegembiraan Masyarakat Mamuju Tengah tampaknya mulai redup ketika Bapak Mendagri melantik   11  Pejabat Kepala Daerah DOB ( Daerah Otonomi Baru )  pada hari senin tanggal 22 April 2013 di Kemendagri Jakarta, pada saat yang bersamaan Pejabat Kepala Daerah Mamuju Tengah gagal dilantik pada hari itu, beberapa Orang Masyarakat Mamuju dan Mamuju Tengah yang berangkat ke Jakarta terpaksa harus kecewa, kembali dengan tangan hampa. 11 Kepala Daerah Otonomi baru dilantik.

Tertundanya penetapan Pejabat Kepala Daerah Mateng yang sedianya akan dilantik bersama 11 Orang Pejabat Kepala Daerah pada tanggal 22 April 2013 yang lalu sesungguhnya  dinilai wajar bila tak menjadi bahan pergunjingan dan pertanyaan lapisan masyarakat Mamuju umumnya dan terkhusus bagi masyarakat yang berdomisili di Mamuju Tengah mengingat DOB lain yang bersamaan ditetapkan sebagai DOB baru sebahagian besar sudah diresmikan dan Pejabat Kepala Daerahnya sudah dilantik padahal DOB itu sebahagian besar bersamaan di tetapkan dalam Rapat Kemendagri dan Komisi II DPR RI. http:Polemik Penetapan Pejabat Kepala Daerah Mateng.

Tak kuasa membendung kekesalan mereka Forum komunikasi Mamuju Tengah akhirnya menggelar unjuk rasa yang terdiri dari Para Camat di 5 (lima) Kec, Para Kepala Desa, Pemuda Pancasila dan elemen masyarakat Mamuju Tengah yang diperkirakan sekitar 700 Orang ( bias kalau dihitung pas jadi diperkirakan Red* ) , sejak pagi hari ini ( 30/4/2013 ) menggelar aksi damai di Kantor Gubernur Sulawesi Barat. Dengan dikawal ketat oleh pengamanan dari Polres Mamuju Mereka menuntut Gubernur Sulawesi Barat  menyetujui untuk menetapkan  H. Habsi Wahid  sebagai Pejabat Bupati Mateng. 

Dalam berbagai orasi yang dilakukan secara bergantian oleh para pengunjuk rasa dan puluhan spanduk yang digelar jelas tergambar kekecawaan mereka menyikapi batalnya penresmian DOB dan Pelantikan Pejabat Bupati Mateng bersama 11 DOB oleh Menteri Dalam Negeri Senin Minggu lalu di Jakarta.

Dalam Orasinya Kordinator lapangan pengunjuk rasa H. Arsal Aras mengatakan dengan tegas " Mendesak Gubernur Sulbar H.Anwar Adnan Saleh agar segera menyetujui  keinginan masyarakat Mamuju Tengah untuk menetapkan H.Habsi Wahid sebagai Pejabat Bupati Mateng dan meminta agar Gubernur merekomendasikan tuntutan mereka, agar Mateng dapat segera di resmikan,  mereka tidak akan meninggalkan Kantor Gubernur Sulbar dan akan bertahan disana sampai tuntutan mereka dipenuhi  " katanya tanpa kompromi. 1000 Aliansi Masyarakat Mamuju Tengah duduki Kantor Gubernur Sulbar.


Pengunjuk rasa damai ini yang tediri dari Orang-Orang terpelajar yang tak mungkin berbuat anarkis ini akhirnya membubarkan diri dengan legah mendengar berita tuntutan mereka dipenuhi DOB Mateng dan Pejabat Kepala Daerah segera dilantik.

Dua bulan sudah berlalu DOB Mamuju Tengah menunggu janji,  sejak 11 DOB diresmikan dan Pejabat Kepala Daerah beberapa DOB yang bersamaan dengan Mamuju Tengah mendapatkan penresmian dan Pelantikan Pejabat Kepada Daerahnya  Oleh Bapak Gamawan Fauzi, namun Untuk Mamuju Tengah masih harus gigit jari,  belum ada seberkas sinar yang terang hari kepastian itu datang menghampiri masyarakat yang nampaknya mulai lelah dalam penantian, kelelahan itu diakibatkan oleh berita-berita dari mulut ke mulut tentang berita yang tidak jelas sumbernya dimana tanggal dan hari pelantikan Pejabat Bupati Mateng dikabarkan akan dilaksanakan tanggal 15 Mei, kemudian jadi tanggal 15 Juni, lalu berubah 25 Juni, hari ini sudah tanggal 26 Juni 2013 dan kabar itu kembali mentah.

Masyarakat Mamuju dan Mamuju Tengah pada umumnya adalah Orang terpelajar, yang mengerti hukum dan tatakrama, karena itu perlu diketahui bahwa Negeri paling aman di Sulawesi Barat menurut kami adalah Kabupaten Mamuju, aman dan tenteram, masyarakatnya penuh toleransi dan kebersamaan yang terbina dengan baik tak mungkinlah bertindak diluar batas kepatutan, untuk itu aspirasi mereka patut diapresiasi dengan bijak Oleh Bapak Menteri.

Keputusan Pengangkatan dan Pelantikan Pejabat Kepala Daerah Mamuju Tengah bergulir  ditangan Bapak Mendagri, kami tahu Bapak Mendagri Gamawan Fauzi adalah salah satu Menteri terbaik di Kabinet Indonesia bersatu Jilid II dari kalangan Birokrat berdasarkan Survey LSN dan tentu tak akan membiarkan DOB Mamuju Tengah berdiri tanpa kepastian, kami juga yakin Bapak Gamawan Fauzi tidak akan membiarkan sekiranya ada Orang lain  yang akan memanfaatkan Penunjukan Pejabat Kepala Daerah Mamuju Tengah sebagai lahan dan bahan untuk digoreng kesana kemari hingga gosong dan garing untuk  kepentingan pribadinya. Inilah 7 Menteri Terbaik di KIB II berdasarkan Survey LSN.

Harapan kami sebagai masyarakat Mamuju Kabupaten Induk Bapak dapat mengambil keputusan yang bijak berdasarkan hati nurani seperti apa yang selama ini Bapak tunjukan pada public Indonesia, tegas, gamblang dan bijaksana.

Mohon maaf kalau ada kata yang salah ketik atau salah dalam ucapan dan etika ini adalah Opini Pribadi yang tak lepas dari kata salah, tak ada gading yang tak retak tak ada manusia yang luput dari kesalahan, Semoga damai selalu menyelimuti Masyarakat Mamuju dan Sulawesi Barat pada umumnya *****


Mamuju, 24 Juni 2013.
Salah seorang masyarakat yang telah berdomisili di Mamuju selama 31 Tahun

 WASSALAM,

MUHAMMAD NUR  OKT.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar