Jumat, 28 Juni 2013

SOSIOLOG UI THAMRIN TAMAGOLA DISIRAM AIR TEH OLEH MUNARMAN DI TV



 Saat kejadian ( foto :
news.liputan6.com ) from Yuotube.

Berita seputar Insiden penyiraman Sosiolog dari UI Prof. Tamrin Tamagola Oleh Munarman yang duduk diseblahnya dalam sebuah acara Dialog Apa Kabar Indonesia Pagi disebuah Stasiun TV Nasional Swasta  pada hari Jum'at tanggal 28 Juni 2013 bertempat di Wisma Nusantara Jakarta menjadi trend di Media Sosial.

Pa Tamrim Tamagola diundang hadir untuk menjadi salah seorang Pembicara, dalam panel diskusi tersebut hadir pula Munarman juru bicara FPI dalam acara yang dipandu 2 pembawa acara dari Media TV Swasta Nasional terkemuka di Indonesia.

Terlihat di TV Diskusi yang pada awalnya berjalan biasa-biasa saja namun ketika kedua belah pihak mulai memasuki opini soal Polisi yang akan melakukan sweeping Ormas Munarman terlihat agak marah, tiba-tiba diskusi berubah jadi panas ketika Pa Tamrin berbicara mengenai Pemberian penghargaan Worl Statesmen Award oleh sebuah lembaga yang berbasis di New York kepada Bapak SBY, perdebatan terlihat alot dan tiba-tiba saja Refleks Munarman meraih gelas berisi Teh dan menyiramkannya kepada Pa Tamrin Tamagola.

Kemungkinan Munarman kesal karena setelah Pa Tamrin memotong pembicaraannya yang menurut Beliau  tidak adanya ketegasan Pemerintah dalam melakukan Razia minuman keras di bulan Puasa. Terlihat juga di TV  tak ada reaksi yang berlebihan dari Pa Tamrin  saat mendapatkan siraman air dari Munarman, juga tak berusaha untuk menyapu bekas siraman itu.

Kepada salah satu portal berita online di Jakarta Munaeman mengatakan bahwa apa yang dilakukannya kepada Sosiolog Tamrin Tamagola adalah hal ang wajar dan sangat pantas.
Sangat Wajar karena Orang itu tidak sopan terhadap orang lain, argumentnya diluar konteks dan argumen itu berbau rasis " Kata Munarman kepada Okezone di Kantornya Tanah Abang Jakarta Pusat hari ini ( 28/6/2013 ), /munarman-wajar-thamrin-disiram

Berbagai pihak sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut dalam sebuah acara TV yang ditonton hampir seluruh masyarakat Indonesia, Pa Tamrin kelihatannya tak ingin memperpanjang persoalan itu dengan tidak melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian, apa yang terjadi merupakan sebuah pelajaran bagi semua pihak untuk menyikapinya agar tak terulang di kemudian hari****


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar