Rabu, 10 April 2013

JELANG PILKADA MAMASA DAN POLMAN RUDIYANTO, ERFAN KAMIL SIAP MENANG MELAWAN PETAHANA ?!

Opini Saya : MUHAMMAD NUR ( OKT ).


Banyak orang yang menyangka bahwa kekalahan Demokrat di Jawa Barat dan Sumatra Utara karena   hampir bersamaan dengan Pilkada tersebut Ketua Umum Partai dan beberapa petinggi Partai terjerat kasus hukum yang membuat mesin Partai di 2 Pilkada itu kurang mendapat simpati masyarakat. Sementara ada juga yang beranggapan bahwa Demokrat disaat yang bersamaan tidak lagi focus untuk mendukung kadernya yang sedang berkampanye dalam pertarungan Pilkada,  padahal sebelumnya dibeberapa hasil survey Kandidat Demokrat Dede Yusuf Macan Efendy berada diatas angin dan diduga akan memenangkan Pilkada dalam 1 putaran.

Berbagai anggapan miring terkait kekalahan Dede Yusuf  yang  menurut mereka tak perlu terjadi, anggapan ini datang  utamanya dari rakyat kecil yang banyak menaruh harapan pada Dede Yusuf yang dikenal dekat dengan rakyat kecil dipedesaan, person  yang relatif bersih dan  dipercaya Oleh Rakyat.

Ada juga asumsi bahwa kencangnya pemberitaan  Media tentang korupsi kalangan atas Partai   menjadi faktor kekalahan demokrat di Pilgub 2013, asumsi tersebut mungkin saja ada benarnya tapi perlu digaris bawahi bahwa Partai Demokrat tak pernah melindungi kadernya yang tersandung kasus hukum, dan komitmen  terhadap pemberantasan korupsi.

Kekalahan Pasangan yang didukung Partai Demokrat di Pilkada Gubernur di tahun 2013, baik di Jabar, Sumut dan Papua bisa menjadi bahan evaluasi bagi Partai Demokrat di Daerah lain yang akan menyelenggarakan Pilkada baik Pilkada Gubernur maupun Pilkada Bupati/Walikota, khusus untuk Prov.Sulbar dimana dalam waktu dekat di tahun 2013 akan menyelenggarakan perhelatan akbar Pilkada Mamasa, dimana Partai Demokrat Sulbar menyiapkan 2(dua) Kader terbaiknya masing-masing  Ketua DPC Partai Demokrat Mamasa Rudiyanto,SH sebagai Calon Bupati Mamasa dan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Polman Erfan Kamil S.Mengga, ST Calon Wakil Bupati Polman untuk priode 2013-2018.

Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman di Pemilukada sebelumnya ada beberapa factor yang bisa mempengaruhi keterpilihan seorang calon, factor pertama kemampuan ( Mampu ) yang secara harafiah bisa diterjemahkan dalam beberapa hal, yang kalau disebutkan satu-satu bisa menghabiskian waktu membaca, menulis, dan halaman karena kata mampu sesungguhnya mampu dari kandidat lainnya, mempunyai Integritas, factor primordialisme ( Agama dan suku ) dan yang paling penting factor Populer ( keterkenalan, mengenal dan dikenal dalam tanda kutip dikenal sebagai sosok yang berkharisma, dikenal sebagai sosok yang baik ).

Kehadiran calon  dari Petahana di Pilkada Mamasa,   seperti pengalaman sebelumnya diberbagai pilkada, petahana  punya keuntungan untuk lebih dikenal pemilih daripada calon baru yang sungguh sangat memerlukan sentuhan dari Partai Pendukung untuk lebih diperkenalkan rekam jejak dan keberadaan kandidat, karena dikenal dan mengenal itulah Petahana yang kinerjanya baik jarang tergelincir dari Pilkada.

Rudiyanto, SH dan Erfan Kamil S.Mengga  sebenarnya bukanlah Orang baru didaerahnya masing-masing, kedua kandidat ini adalah Putra Daerah, Pa Rudy Orang Mamasa yang berkarier sebagai Lawyer di Jakarta, sedang Erfan adalah putra Daerah pelanjut generasi S Mengga anggota DPRD Prov.Sulbar, tokoh muda adalah Putra Pa Mayjen ( Purn) Salim S Mengga Ketua Bidang DPP Partai Demokrat dan Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat yang keberadaanya sudah teruji di Sulawesi Barat, namun semua itu tentula belum cukup bila kedua kandidat ini tidak didukung oleh kerja keras yang ditunjang oleh pergerakan mesin partai  yang harusnya dimulai dari sekarang, saling bahu membahu untuk memenangkan Pilkada di 2 Kabupaten Sulawesi Bara, ini  sebagai tonggak bagi Demokrat Sulbar dan pondasi kuat untuk meraih kemenangan di Pemilu 2014, Pilkada di 2 kabupaten ini merupakan batu loncatat dan ujian bagi DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat untuk meraih asah di Pemilu 2014 dan Pilkada berikuntya.

Penulis jadi teringat perkataan Ketua DPD Partai Demokrat Prov.Sulbar Pa SDK disuatu hari di Kantor DPD “ Kita bisa kalah di Provinsi lain, tapi Insya Allah untuk Sulbar dengan kerja keras para Kandidat, mesin Partai, kader dan simpatisan kita akan menang “ kata Beliau.

Berbicara masalah mesin partai yang efektif bekerja apabila didukung oleh Tim Sukses yang benar-benar mumpuni dan solid dilapang, tentu sebuah Tim yang sudah berpengalaman memenangkan Calonnya di Pilkada-Pilkada sebelumnya, bagaimana mungkin sebuah Tim Sukses direkrut dari mereka yang belum pernah sukses membawa Kandidatnya menang, dengan hanya bermodal kata-kata tanpa aksara mereka langsung ditunjuk jadi kordinator atau Ketua Tim sukses, hanya garis tangan dan  Kandidat yang memang memiliki elektabilitas yang lebih tinggi dari kandidat lainnya yang bisa memenangkan pertarungan dalam situasi seperti itu.

Untuk Demokrat sendiri pengalaman Ketua DPD Pa SDK  yang sudah memenangkan Pilkada 2 kali berturut-turut tentu merupakan modal bagi Rudyanto dan Erfan untuk melangkah dengan pasti dan optimisme tinggi untuk memenangkan pertarungan Pilkada di Mamasa dan Polman.

 Demokrat nampaknya akan bersaing dengan sangat ketat dari 2 kandidat Golkar Petahana di Mamasa dan adik dari Petahana di Polman, tanpa mengesampingkan kandidat dari Partai lain yang juga berpotensi untuk meraih kemenangan bila kandidat Demokrat tidak mewaspadai semua calon siapapun dan dari Partai manapun, karena tidak jarang mereka yang tidak tersedet berjuang keras dan dengan kerja super  keras  akan membawa hasil yang baik daripada yang hanya berharap.

Kita semua tahu bahwa di Pilkada Mamasa Partai Golkar menyertai Petahana, di Polmas juga begitu Kandidat Golkar adalah adik dari Petahana, Golkar selama Orde Baru adalah partai tak tertandingi, begitupun ketika masa reformasi hingga pemilu 2009, kita pernah dengar kata kampanye Golkar “ Tak ada Golkar, tak ada pembangunan”  itu ketika Golkar menjadi rooling Paraty di Zaman Orde baru, setelah babak baru masa reformasi Golkar agak menurun tapi. Uniknya kebangkitan Golkar pasca babak belur secara nasional di 1999 terlihat nyata di Sulbar pada Pemilu yang lalu, jadi sangat beralasan bila kewaspadaan kita terhadap Golkar di 2 Pilkada ini merupakan ujian tersendiri bagi keberadaan  Figur serta charisma Pa SDK dan Pa Salim Mengga di Sulawesi Barat. Keberadaan kedua Figure tak akan mampu berbuat banyak bila tidak ditunjang oleh kemampuan dan kerja keras kandidat dan Tim Suksesnya yang selalu bersinergi.

Kemenangan pasangan kandidat tak luput dari keberadaan pasangan calon yang diusung, sebagai contoh Pilgub di Sumatra Utara yang dimenangkan oleh Gatot Pudjo Nugroho yang berasal dari Jawa itu tak luput dari  sentimen melankolis dimana masyarakat Sumatra Utara memaknai keberadaan pasangannya Erry yang merupakan adik dari Mantan  Gubernur Sumut Almarhum Tengku Rizal Nurdin yang tewas karena kecelakaan pesawat di Medan 5 Sept’ 2005, ketika akan lepas landas dari Medan menuju Jakarta.

Faktor strategi dan kejelian Tim sukses melihat dan membaca situasi Daerah, kinerja dan kebijakan pembangunan yang telah dilakukan oleh Petahana adalah masaalah dan bahan yang sangat bermanfaat untuk dikaji dalam pengungkapan Fakta yang sesuai data untuk melawan kampanye  dengan berpedoman pada Thema Politik Partai Demokrat yang menganut Politik bersih, cerdas dan santun. Logikanya tak ada satupun kandidat yang ikut bertarung untuk sebuah jabatan tidak menginginkan kemenangan, namun agar tak kecewa berkelanjutan bila kalah tak perlu menghamburkan dana yang berlebihan dengan harapan yang berlebihan melebihi kandidat lainnya, sekali lagi dengan kerja keras dan partisipasi aktif semua pihak yang terlibat mulai dari para kandidat, mesin partai, Tim sukses serta kader dan simpatisan Insya Allah Demokrat akan memenangi Pilkada, namun bila itu terjadi sebaliknya jangan sesali nasib karena takdir.

Kemenangan dan kekalahan dalam pertarungan Pilkada adalah masalah biasa memang harus ada yang kalah karena ada yang menang, kemenangan seorang Kandidat bukanlah kemenangan Partai Pengusung atau Calon saja tetapi kemenangan masyarakat dan demokrasi, sebaliknya juga begitu kekalahan Kandidat adalah kekalahan semua unsur yang terlibat , kita semua harus siap menerima kemenangan dengan gembira dan menerima kekalahan dengan lapang dada.

Selamat Berjuang Pa Rudiyanto, SH di Mamasa dan Adik Erfan Kamil, ST di Polman Tuhan akan menyertai niat yang tulus untuk memajukan Negeri, Salam sukses dari Saya : Muhammad Nur ( OKT ) Mamuju***


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar