Jumat, 29 Maret 2013

APA ADA YANG SALAH KALAU PA SBY JADI KETUM, MAS IBAS TETAP SEKJEN ?!

 OPINI SAYA : MUHAMMAD NUR ( OKT )

       Pa SBY dan Mas Ibas ( foto : pelembang.tribunnews.com )

Kalau tak ada aral melintang Insya Allah Ketua Umum Partai Demokrat akan terpilih dengan aklamasi damai pada Kongres Luar Biasa yang akan digelar besok Sabtu tanggal 30 April 2013 bila Pa SBY bersedia untuk dicalonkan, kita meyakini bahwa semua unsur yang memiliki hak suara di Partai Demokrat mendukung bahkan mengusulkan agar Pa SBY tampil sebagai Ketua Umum untuk menyelamatkan biduk Partai dari karang-karang terjal yang menghadang, menaikkan elektabilitas Partai dalam menyongsong Pemilu 2014.

Sebagai Pendiri  Pa SBY adalah tokoh yang mempunyai kharisma, tokoh yang mampu menjadi perekat yang dapat menyatukan semua elemen dalam tubuh Partai Demokrat, tak ada sedikitpun keraguan bahwa Pa SBY akan mengalami kesulitan untuk membagi waktu antara Tugas Negara sebagai Presiden dan Tugas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, kedua jabatan ini bagai 2 sisimata uang yang tak bisa dipisahkan keduanya mempunyai kebijakan dan tujuan membangun masyartakat menuju cita-cita perjuangan bangsa mensejatrakan rakyat Indonesia.

Pa SBY sebagai Presiden dalam Kabinet Presidential adalah Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan sudah mengangkat  Menteri dan jajarannya secara terstrukur dari atas hinga kedaerah, di Daerah ada Gubernur sebagai perpanjangan tangan Pemerintah pusat, ada Bupati/ walikota Daerah otonomi yang menjalankan fungsi dan tugas sebagai Pemerintah Daerah hingga ketingkat paling bawah, Partai Demokrat demikian juga mulai dari tingkat pusat ada DPP, DPD, DPC, PAC dimana fungsi dan tugas dibagi habis dalam struktur Organisasi yang bekerja sesuai jobdiscription, apalagi saat ini Partai Demokrat telah mengarah kepada Organisasi Partai Modern dengan menempatkan Direktur Eksekutif ditngkat pusat dan Direktur Eksekutif Daerah disetiap DPD yang menangani administrasi perkantoran sebagaimana lasimnya sebuah Lembaga.

Dengan dasar pertimbangan tersebut Saya berpendapat bahwa  Pa SBY  sebagai Leader dan Manajer yang baik yang dapat mengangkat tingkat perekonomian masyarakat martabat bangsa dimata Internasional tentu  akan mampu memenej jajarannya di Pemerintahan maupun di Partai, kepiawaian Beliau sudah dibuktikan di 2 priode kepemimpinannya sebagai Presiden RI di era Reformasi dan Demokrasi terbuka seperti apa yang kita rasakan sekarang ini, sejak Reformasi bergulir dan tonggak Demokrasi ditegakkan hanya Pa SBY yang mampu bertahan dalam badai hingga akhir masa jabatannya yang pertama, dan terpilih kembali untuk jabatan yang kedua priode 2009 - 2014, yang Insya Allah akan berakhir di Tahun 2014 nanti dengan aman dan damai. 

Apabila Pa SBY bersedia dan menjadi Ketua Umum di KLB Bali tentu akan ada formatur yang akan merevisi kembali kepengurusan yang sudah ada setelah kongres selesai, kalau saat ini Pa SBY Ketua Dewan Pembina Exoficio Ketua Majelis Tinggi, pada saat terpilih jadi Ketua tidak menutup kemungkinan beberapa struktur diluar Dewan Pengurus akan dirampingkan atau dihapus, tergantung kesepakatan dalam KLB dan Ketua terpilih,

Kalau nanti Pa SBY jadi Ketua Umum, bagaimana dengan Mas Ibas apakah akan digeser dari Sekjen karena Beliau adalah anak Ketua Umum dan digantikan oleg Orang lain, menurut pendapat Saya bila hal itu tidak bertentangan dengan konstitusi partai, maka didalam kongres luar biasa seperti ini tak terlalu penting untuk diperdebatkan karena kongres diadakan karena Ketua Umum mengundurkan diri, maka kurang bijaksana kalau Mas Ibas masih ingin jadi Sekjen lalu diganti hanya dengan alasan bahwa Beliau adalah anak Ketua Umum.

Saya kira banyak contoh-contoh yang bisa Saya sampaikan disini mengenai peran Clan Keluarga  yang berkecimpung dalam Partai Politik, dimana Bapak dan Anak  saling bahu membahu bekerja sama untuk membesarkan Partai, tak perlu Saya menyebutnya satu-satu karena ini bukan rahasia umum, kalau hanya dengan alasan tanda tangan Ketua Umum dan Sekjen selalu  berdampingan dalam penandatanganan dokumen rasanya terlalu dipolitisir bukankah ini akan lebih memudahkan pelaksanaan Manajemen koordinasi dalam situasi Luar Biasa.

Kongres Luar Biasa diadakan karena ada kejadian Luar biasa dimana elektabilitas Partai menurun, Ketua Umum mundur, karena mundur Demokrat tidak punya Ketua Umum ( pergantian antar waktu Ketua Umum ) dalam situasi darurat  seperti sekarang ini apapun bisa dilakukan asal tidak melanggar peraturan perundang-undangan dan konstitusi Partai, untuik mengejar ketertinggalan dari Partai lainnya dan menyalib menuju kemenangan di Pemilu 2014 yang tinggal beberapa bulan lagi akan digelar, tak ada lagi waktu untuk berdebat soal kelayakan dengan situasi dikejar waktu, Saya yakin dalam kongres sesungguhnya di Tahun 2015 nanti dalam kondisi normal semua akan berjalan pada tatanan yang normal.

Ini hanya opini pribadi tidak menutup kemungkinan banyak yang tidak sependapat dengan saya, Sebagai pribadi Sayapun  minta maaf kalau ada yang keliru dan salah ucap dalam tulisan ini, Wassalam Terima kasih**.****

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar