Minggu, 25 November 2012

MAMUJU : Nonton Tari Mangnganda di Pelantikan PAC PP Papalang

1353858940495212997
Tari Pangnganda

Hari Minggu ( 25/11/2012 ) hari libur terakhir di bulan Nopember 2012, sesungguhnya tak ada jadwal  weekend  melepaskan penat sehabis bekerja satu minggu, refresing atau sekedar makan-makan di pantai Mamuju biasa dimaklumi saja  tanggal tua bulannya juga tua. Untung  masih bisa diraih  Saya diajak oleh teman Saya H. Anto Pardi Ketua 1 MPW Pemuda Pancasila Provinsi Sulawesi Barat untuk menghadiri acara pelantikan Pengurus Anak Cabang dan Ranting Pemuda Pancasila di Kecamatan Papalang Kabupaten Mamuju.

Kami berangkat dari  Kota Mamuju pagi sekitar jam 8.30 Wita setelah minum secangkir teh dan roti yang langsung disiapkan oleh Ibu Habsi di Rujab Sekertaris Daerah Kabupaten Mamuju,  Bapak Drs.H.Habsi Wahid, MM  Ketua Pemuda Pancasila yang akan melantik Pengurus Anak Cabang PP Kecamatan Papalang di Toabo yang jaraknya sekitar 87 Km utara Mamuju Ibukota Provinsi Sulawesi Barat dimana Saya berdomisili.

Dengan iring-irngan sekitar 20 kendaraan roda empat yang terdiri dari bermacam jenis dan merek mobil rombongan bergerak meninggalkan Rumah Jabatan Sekertaris Daerah menuju Toabo Ibukota Kecamatan Papalang bekas Daerah Transmigrasi, walau termasuk Daerah baru namun jalan menuju Toabo adalah jalan Trans Sulawesi beraspal licin dengan rumah-rumah penduduk tradisional  disisi jalan yang berkelok nampak hutan dan tanaman perkebunan semak dan belukar tak diambah dan tak ditebangi ibarat surga kecil yang jatuh di bumi. Keindahannya yang menakjubkan dapat membuat hati menjadi tenteram Mamuju memang bisa jadi kenangan.

Menyusuri jalan di tepi pantai yang tertutup rimbun pohon-pohonan namun dari sela-sela pepohonan diatas jalan yang mendaki  acap terlihat laut yang elok jernih dam biru, Provinsi Sulawesi Barat kemungkinan  mempunyai garis pantai terpanjang diantara semua Provinsi di Indonesia, data tentang perkiraan itu belum Saya temukan saat tulisan ini Saya ketik.

Menikmati perjalanan diatas jalan beraspal licin dan pemandangan yang indah nan permai membuat perjalanan tak membosankan hingga tak terasa rombongan sudah tiba di pintu gerbang Ibukota Kecamatan Toabo yang dihuni berbagai etnis suku yang datang dari luar Sulawesi ( Daerah Transmigrasi  di Mamuju disamping Penduduk Lokal yang terbanyak datang Jawa, Bali, NTT dan NTB ),  sedikit ada goncangan diatas mobil ketika melewati jalan rusak menuju Pusat Kota dimana acara diselenggarakan membuat Saya tersadar telah sampai ketempat tujuan.
        Ini Rombongan satu Mobil Saya Pa Sukur Dallu dan Pa Wahab Abdy istirahat sejenak H. Anto tidak kelihatan karena duduk di depan apalagi Saya yang memotret aneh saja kalau bisa kelihatan hehe


Acara berlangsung dengan hikmat dimulai dengan pembukaan oleh protokol selanjutnya acara Puncak pelantikan pengurus dan sambutan-sambutan dari camat Papalang dan diakhiri dengan sambutan Ketua MPD Pemuda Pancasila Kabupaten Mamuju, di acara istirahat disajikan hiburan berupa Tari jarang kepang dari Jawa dan Tari Mangnganda yang menjadi fokus tulisan Saya kali ini berikut kisahnya :

Ceritanya ringkas koq pada awalnya di jaman dahulu kala kerbau-kerbau itu banyak hidup liar di hutan-hutan maklum pada saat itu penduduk masih sangat kurang sehingga kerbau liar bisa berkembang dengan leluasa di habitan aslinya, sedang kerbau peliharaan hanya tergantung kebutuhan Saja.

Lambat-laun seiring dengan pertambahan Penduduk kebutuhan akan kerbau peliharaan untuk dikomsumsi dan dipakai untuk membajak sawah semakin tinggi, maka digunakanlah kerbau peliharaan yang sudah dilatih sebagai umpan menangkap kerbau Liar tersebut.

Terlihat dengan jelas Gerak Tari yang diperagakan oleh Penari laki-laki yang berkostum mirip kerbau memperagakan diri sebagau kerbau peliharaan sebagai umpan dalam bentuk tarian yang mengadung unsur seni didalamnya, walau tarian Mangnganda hanya berlangsung sekitar 7 menit namun daya pikatnya dapat membuat para penoton tertawa riang dan bersorak-sorak kegirangan***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar