Rabu, 12 Desember 2012

PESAN PA SDK DI PRA SILATNAS


1355314416393761765
 Ketua DPD Bapak Drs.H.Suhardi Duka,MM dan Sekertaris DPD PD Sulbar Andi Mappangara ( Foto : Muh.Nur  ).

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Barat Drs.H.Suhardi Duka, MM dalam Rapat Koordinasi dengan Pengurus Harian DPD Partai Demokrat, anggota Fraksi Partai Demokrat di DPRD se-Sulawesi Barat, dan Pengurus harian DPC Partai Demokrat Kabupaten se-Sulawesi Barat mengambil tempat di Hotel D'Maleo Mamuju Selasa tanggal 11 Desember 2012 dalam rangka persiapan jelang Silaturrachmi Nasional Partai Demokrat yang dirangkaikan dengan Hari Lahir Partai Demokrat yang ke-12 di Jakarta dari tanggal 14 dan 15 Desember 2012.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 100 Orang Peserta Rapat Koordinasi,  Ketua DPD menyampaikan pesan-pesan Politiknya dalam menanggapi  issu Nasional yang sedang Trending Topik Issu Korupsi yang berhembus kencang dari hari kehari yang dampaknya dapat melemahkan elektabilitas Partai maupun issu yang berhembus kencang di daerah untuk di Maintenance:

13553147501893533300
Ketua DPC PD Matra M.Yusri M.Nur sedang memberikan pendapat ( foto : Muh.Nur )

  1. Issu Korupsi yang sedang dihembuskan berbagai pihak dengan kencang terhadap Partai Demokrat menurut pengamatan Beliau issu Korupsi akan terus di desain untuk melemahkan kita Kasus Hambalang dan Wisma Atlet dimana 2 dari 5 Ikon yang menyatakan ' KATATAKAN TIDAK PADA KORUPSI ' tersandung Kasus Korupsi, Angelina Sondakh dan terakhir Andi Alfian itulah Takdir, Pa SDK dalam Pesan Politiknya berharap kepada seluruh kader Partai berlambang Mercy agar bisa mengelola Issu dengan baik yang tadinya bertujuan menyerang untuk menghancurkan Partai  Demokrat dapat dikelola dengan baik  menjadi Issu yang  bermanfaat bagi kepentingan Kemenangan Partai Demokrat menghadapi Pemilu 2014.dengan menekankan bahwa Partai Kita terbukti konsen pada Pemberantasan Korupsi berbeda zaman dulu kalau ada kadernya Korupsi Partai Demokrat akan menyerahkan proses hukum siapapun Dia.
  2. Kepada Fraksi Demokrat di DPRD Provinsi dan DPRD se-Kabupaten Provinsi Sulawesi Barat Pa Ketua berharap agar mereka senantiasa menampakkan karya nyata Demokrat dalam bentuk program  yang berpihak dan diperuntukkan bagi Masyarakat Sulawesi Barat dengan memblowup lewat kerja sama yang baik dengan insan pers  dalam penyampaian pesan-pesan kepada masyarakat konstituen di Sulawesi Barat.
  3. Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat Drs,H. Suhardi Duka,MM dengan jelas menyatakan bahwa Kalau dahulu Partai Demokrat sering jadi penonton kali ini Partai Demokrat akan ikut bermain dalam Pemilukada di dua Kabupaten yaitu Kabupaten Polman dan Kabupaten Mamasa, untuk itu Beliau berharap akan dapat menentukan siapa Calon yang akan diusulkan dalam waktu yang tidak terlalu lama  melalui mekanisme yang ada di Partai.
Catatan Penulis sebagai tanggapan atas Pesan Politik Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat :
Kasus Korupsi yang menyeret beberapa Orang Kader terbaik Partai Demokrat sudah barang tentu disambut dengan perasaan sukacita dan riang oleh Partai-Partai lain yang merupakan saingan atau kompetitor Partai Demokrat di Pemilu 2014, sebagai Partai Pemenang Pemilu dan Partai berkuasa saat ini Partai-Partai Kompetitor akan berusaha melemahkan Partai Demokrat dimata Rakyat Calon Pemilih dengan mengusung issu Korupsi sebagai senjata untuk melemahkan Partai Demokrat.

                                               Ilustrasi Foto : (  berita8.com )

Bila Partai Kompetitor akan   mengusung isu KORUPSI  untuk melemahkan Partai Demokrat maka senjata akan makan tuan Kasus Korupsi tidak saja menerpa Partai Demokrat tapi juga beberapa Partai Besar di Indonesia tak luput dari Goncangan  Prahara Korupsi yang bisa jauh lebih besar baik kwalitas maupun kwantitasnya, data terakhir yang masih hangat menunjukkan bahwa dugaan keterlibatan ZD anggota Komisi VII DPR  dalam kasus Korupsi Pengadaan Al Qur'an, bayangkan Ayat-ayat suci tega-teganya di Korupsi  atau Kasus Bupati Buol Amran Batalipu , yang diseret ke tahanan KPK dengan tangan diborgol sebagai tersangka kasus suap, merupakan skandal memalukan yang menimpa Partai Kompetitor, untuk jelasnya baca " Ayah dan Anak, Tersangka Kasus Al Quran Segera Disidang "

Untuk memperjelas bahwa Kasus Korupsi yang jadi Issu untuk melemahkan Partai Demokrat bisa jadi juga sangat melemahkan Partai Besar lainnya, Sekertaris Kabinet Dipo Alam merilis berita diberbagai Media termasuk perbincangan di tv Swasta Nasional sekitar jam 19.00 Wita hari senin tanggal 1 Oktober 2012, tentang pemetaan partai politik dan kader partai yang terlibat kasus korupsi. berupa catatan pemberian izin penyelidikan dan penyidikan kepada pejabat negara atau anggota dewan yang terlibat kasus hukum. Jadi rilis mengenai Pejabat Korup oleh SesKab Dipo Alam bertebaran diberbagai media ( jadi bukan karangan Saya ) berikut salah satu diatara puluhan berita,  Klik dan baca disini

Coba mari  kita simak Issu yang sempat menjadi Trending Topik pembahasan di berbagai media sekitar awal Oktober 2012 baru dua bulan yang lalu. Seskab Dipo Alam membeberkan rincian jumlah pejabat yang tersandung kasus hukum dari tiap partai politik, sebagai berikut :

  1. Berada di urutan Pertama Partai Golkar dengan 64 Pejabat.
  2. PDIP diurutan Kedua dengan  32 Pejabat,
  3. Partai Demokrat 20 Pejabat,
  4. PPP 17 Pejabat,
  5. PKB 9 Pejabat,
  6. PAN 7 Pejabat.
  7. PKS 4 Pejabat,
  8. PBB 2 Pejabat.
Masih segar dalam ingatan Saya Wawancara di tv swasta Nasional sore tanggal 1 Oktober 2012 , 3 Orang yang mewakili 3 Partai Besar masing-masing Golkar, PDIP oleh Maruar Sirait dan Partai Demokrat diwakili Didi Irawadi pada intinya tidak terlalu mempersoalkan berita yang dirilis oleh Dipo Alam bahkan mereka hampir sepakat bahwa Berita tersebut dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan dalam rangka menghadapi Pemilu di 2014.

Ketua DPD menyatakan kepada semua Kader agar jeli mengamati Kasus yang terjadi Sulawesi Barat sebagai tameng untuk membentengi diri dari serangan Politik Partai Kompetitor yang ingin melemahkan Partai Demokrat di Sulawesi Barat..kita akan menyerang balik dengan data kalau kita diserang ******

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar