Selasa, 19 Februari 2013

DEMOKRAT BUKAN SANGKURIANG, HASIL SURVEY LSJ TAK AKAN MENGGOYAHKAN KADER DAN SIMPATISAN DEMOKRAT DI DAERAH

 Ketua DPD PD Sulbar Pa SDK di Cikeas didepan Pa SBY penandatanganan Fakta Integritas, foto : www.republika.co.id

Opini Oleh : MUHAMMAD NUR
 
Mamuju ( 19/02/13 ) Rasanya baru kemarin Rapimnas Partai Demokrat ditutup, masih hangat dalam hati para peserta bagaimana upayah yang telah dilakukan Oleh  Ketua Majelis Tinggi dan segenap kader untuk mengembalikan Citra Partai Demokrat  yang diawali sejak awal-awal pebruari 2013 dimana Majelis tinggi telah mengeluarkan kalau boleh Saya katakan maklumat atau resolusi  pada tanggal 8 Pebruari 2013 berdasarkan hasil kesepakatan Majelis Tinggi mengumumkan 8 Opsi dan 8 Solusi  yang kemudian ditundak lanjuti dengan penandatanganan Fakta Integritas, dan ditutup dengan Rapimnas, semua ini dilakukan karena Elektabilitas Partai terpuruk, berdasarkan Hasil Survey yang dilakukan oleh SAIFULMUJANI researc & counsulting yang dirilis pada tanggal 4 Pebruari 2013 yang menempatkan Partai Demokrat diposisi ketiga dengan 8,3 % saja.

Survey itu kabarnya mulai dilakukan  pada 6-20 Desember 2012. Jumlah 1.220 jiwa, masyarakat yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah, dengan komposisi 50% laki-laki, 50% perempuan, dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error sekitar 3%.

Menurut SAIFULMUJANI anomali itu terjadi faktor non ekonomi tapi karena faktor korupsi, bila hasil survey mengenai elektabilitas Partai Demokrat yang cuma 8,3 %  dibandingkan dengan Kondisi ekonomi dinilai lebih baik oleh masyarakat sebesar 37% dan merupakan angka tertinggi ,juga terhadap Kinerja Pa SBY  tingkat kepuasan masyarakat sangat tinggi (51,6%/tertinggi), namun karena anggapan masyarakat sekitar 46 %  bahwa Partai Demokrat paling banyak Korupsi maka dukungan masyarakat terhadap Partai Demokrat menurun.

 Langkah-langkah pasti untuk menjawab tantangan menurunnya elektabilitas Partai telah  diambil dan dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh segenap kader, langkah nyata penandatanganan fakta integritas yang berisi 10 point yang sangat mengikat para kader Partai untuk tidak melakukan perbuatan korupsi juga sudah dilakukan, para peserta rapimnas baru saja kembali kedaerahnya,  bahkan ada yang masih dalam perjalanan untuk pulang, tiba-tiba secara mengejutkan muncul lagi lembaga survey   yang  merilis bahwa tingkat elektabilitas Partai Demokrat tak meningkat bahkan anjlok, lembaga survey itu bernama LSJ ( Lembaga Survey Jakarta ) yang dirilis hari ini Selasa 19/2/2013.

Dari sumber yang layak dipercaya VivaNews.com  hari ini menyebutkan " Hasil survei terbaru dari Lembaga Survei Jakarta (LSJ) menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Partai Demokrat terus menurun. Sama seperti hasil survei terhadap Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat tak lagi dipercaya sebagai partai yang bersih dari korupsi."

Selanjutnya " Dari 1.225 responden di 33 provinsi yang disurvei LSJ, sebanyak 67,3 persen di antaranya menyebut Partai Demokrat sebagai partai yang kadernya paling banyak tersangkut kasus korupsi( ini juga tidak betul opini yang terbangun menyesatkan ) Di posisi kedua adalah PKS yang disebut oleh 5,8 persen responden." katanya.

Survey LSJ mulai dilaksanakan pada 9 sampai 15 Februari 2013 dengan responden sebanyak 1225 di 33 provinsi. Margin of error-nya adalah +/- 2,8 persen dan level of confidence-nya sebesar 95 persen. hampir Sama dengan apa yang dilakukan oleh SAIFUL MUJANI dengan melibatkan populasi penduduk Indonesia yang telah memiliki hak pilih (berusia 17 tahun ke atas, atau belum berusia 17 tahun tapi sudah menikah). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dengan responden yang berpedoman pada kuesioner.

Menurut hemat Saya bahwa Survey yang dilakukan oleh LSJ patut diapresiasi karena dilakukan oleh mereka-mereka yang berpengalaman dan mempunyai kapasitas dalam bidang Ilmu pengetahuan, walau hasilnya sangat membuat kader terkejut dan berguman " Ogh..segitunya ".

Walau begitu kami kader Partai Demokrat di Daerah merasa hal tersebut wajar terjadi sebagaimana kita ketahui bahwa survey LSJ dimulai pada saat Partai Demokrat sedang ramai dipergunjingkan oleh Media baik itu Media cetak,  media elektronik dan media sosial yang sudah hampir menjangkau  seluruh masyarakat di penjuru tanah air kita, yang tentu saja akan mempengaruhi sample dalam memilih quistioner yang diajukan oleh lembaga survey, voter dipengaruhi oleh Media yang terus saja tanpa henti memberitakan tentang kader Partai Demokrat yang tersandung kasus hukum, dimana sebelumnya memang diikuti oleh kejadian yang menimpa beberapa kader populer di demokrat yang memang mempunyai nilai jual dalam pemberitaan.

Karena Survey LSJ ini dilakukan tepat bersamaan saat Partai Demokrat sedang melakukan upaya nyata perbaikan, penataan dan pembersihan yang juga mengundang kalangan tertentu untuk membuat polemik di Media tentu akan berdampak pada citra Partai, bagi kami kader di Daerah tak akan terpengaruh dan tak akan goyah oleh hasil survey apapun, apalagi puncak upaya penataan baru saja usai seiring hasil survey yang mengejutkan itu, kader Partai Demokrat bukanlah Sangkuriang Ceritra Legenda dari Tanah Sunda yang mengisahkan tentang Rasa Cinta Sangkriang kepada Dayang Sumbi Ibunya, yang bisa membuat perahu dan merubah pokok pohon berubah jadi Gunung dalam semalam.

Kader Partai Demokrat adalah manusia biasa yang tak mungkin bisa berbuat diluar batas kemampuan manusia, harus bekerja keras disertai Doa, berpegang teguh pada hasil kesepakatan yang dituangkan dalam fakta integritas Insya Allah ALHAMDULILLAH dalam waktu 7 Bulan kedepan Elektabilitas Partai akan meningkat signifikan sesuai harapan dan yakin karena kalau tak yakin kita ragu dalam bertindak di penghujung 2013 Partai Demokrat sudah berada di Top Perform berharap pada saat seperti itu ada lembaga survey yang berkenan melakukan survey Semoga !****

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar