Minggu, 17 Februari 2013

Dari 530 DPC PARTAI DEMOKRAT HANYA 29 YANG TAK HADIR DI RAPIMNAS

 Opini Oleh : MUHAMMAD NUR
 Rapimnas 2013  ( foto : Suraidah Hidayat di Rapimnas, Hotel Sahid Jkt )

Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat yang dibuka Hari ini Minggu 17 Pebruari 2013  dihadiri Oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Mas Anas Urbaningrum, Sekertaris Jenderal Mas Ibas dan segenap jajaran  Pengurus DPP, 33 Dewan Pimpinan Daerah Provinsi, 501 Dewan Pimpinan Cabang diseluruh Indonesia tumpah ruah memenuhi Ruang Hotel Sahid Jakarta.

Selang dua hari sebelum Rapimnas digelar banyak sekali spekalusi yang bertiup diluar dihembuskan baik berupa opini maupun ramalan dari para peramal yang mengatakan bahwa Rapimnas yang terselenggara hari ini akan berujung pada Pelengseran Mas Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dan katanya calon-calon pengganti telah disiapkan ada yang menyebut-nyebut nama Pa Mahfud MD, Mas Ibas yang kemudian dihubungkan dengan pengunduran diri Mas Ibas sebagai anggota DPR kemarin bahkan ada yang menyebut Nama Jenderal Pramono Edie Wibowo karena dekat dengan Cikeas Beliau adalah Ipar Pa SBY, adik Ibu Negara Ani Yudhoyono, ramal-ramal meramal seperti ini hanya memperkeruh suasana bagi Demokrat yang belum tentu punya maksud seperti itu, apakah  ini  yang disebut kebebasan berbicara dan mengeluarkan pendapat ?!

Apa yang kita lihat hari ini melalui layar TV Nasional Swasta terkemuka tepatnya pada jam. 13.30 Wita, Ketua DPP Partai Demokrat menyambut kehadiran Ketua Majelis Tinggi Pa SBY di arena Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat di Hotel Sahid, Anas yang sebelumnya telah berada di aula Sahid Hotel  tempat penyelenggaraan Rapimnas, keluar ke lobi  begitu mengetahui SBY datang. Sang Ketua Majelis Tinggi tiba, dan langsung disambut Anas serta sejumlah petinggi Partai Demokrat lainnya.

Setelah saling berjabat mesrah Pa SBY dan Anas nampak masuk berdampingan ke  aula utama tempat dihelatnya rapat pimpinan nasional . Pa SBY dan Mas Anas nampak akrab  berjalan dan menaiki tangga eskalator menuju aula, Anas tampak berbincang dengan SBY. Sang Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat   terlihat menyimak dengan baik hal-hal yang disampaikan Anas.

Berbicara masaalah pelengseran sejak semula memang Saya tidak yakin akan terjadi, sebabnya karena di  AD/ART Partai Demokrat  tidak terdapat satu pasalpun yang membolehkan hal itu, apalagi kalau membaca 8 Opsi dan 8 Solusi yang disampaikan Ketua Mejelis Tinggi Partai Pa SBY yang ditujukan kepada seluruh kader Partai Demokrat sebagai Maklumat untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi Partai Demokrat saat ini, merupakan langkah kongkrit untuk menaikkan kembali elektabilitas Partai tak ada satupun kata-kata yang menyebutkan Mas Anas bisa dilengserkan atau akan dilengserkan akan tetapi dipersilahkan untuk fokus dulu pada masaalah hukum yang dihadapinya.

Soal ketidak hadiran 29 DPC dari 530 DPC bisa diberitakan tapi mungkin tak perlu dijadikan lagi polemik sebagai bahan untuk membuat sesuatu hal yang sebenarnya remeh-temeh menjadi besar, kemungkinan mereka yang belum hadir ini mempunyai kendala yang mendesak atau ada sesuatu hal yang masih kurang terkomunikasi dengan baik, semua bisa terjadi dalam peristiwa kecil hal semacam ini biasa terjadi ketidak hadiran seseorang dalam rapat bukanlah pertanda buruk, apalagi dalam peristiwa besar yang dihadiri oleh banyak orang seperti Rapimnas.

Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat yang digelar hari ini adalah upaya yang sungguh-sungguh dari Partai Demokrat melakukan perbaikan demi untuk Rakyat disertai keyakinan dan Optimisme bahwa setelah berbenah diri Badai itu Pasti Berlalu dan terbitlah terang.  ( meminjam  penggalan lagu Mas Chryse dan Buku Ibu kita RA.Kartini ).

Pa SBY dan seluruh Kader Partai Demokrat diseluruh Indonesia meyakini masa depan Partai Demokrat akan tetap cerah. Dan Saya yakin  Insya Allah akan jadi Pemenang di 2014,  Semoga***

Diolah dari sumber VivaNews : 29 DPC Partai demokrat tak hadiri rapimnas .


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar