Selasa, 01 Juli 2014

MENJARING SUARA MENGAMBANG MELALUI MEDIA SOSIAL PA SDK PUNCAKI ELEKTABILITAS BALON GUBERNUR SULBAR

OPINI SAYA : MUHAMMAD NUR OKT - MAMUJU,

 Kreasi :Muhammad Nur OKT

Pilkada Gubernur Sulawesi Barat untuk yang kedua kalinya baru akan digelar pada tahun 2016 yang akan datang namun tak urung gemanya sudah membahana baik melalui Media cetak , Dunia maya, Media Sosial, dimana-mana diperbincangkan, di rumah-rumah penduduk,digedung Kantor hingga ke warung kopi menjadi bahan pergunjingan masyarakat kelas menengah keatas lengkap dengan prediksi mereka masing-masing . 

Kondisi inilah yang berusaha penulis tangkap  sebagai Media Center Pa SDK , menangkap peluang meningkatkan elektabilitas melalui Media Sosial kepada pemilih pemula, para Pemuda, dan Orang tua yang berhati muda, dengan methode memberikan  imformasi yang benar dan baik dari  hati kehati ( bukan propaganda yang menyesatkan ) tentang pribadi,pandangan dan  karya Pa SDK, sebagai Person dan sebagai Pejabat Public, melalui media sosial  dengan harapan , mendekatkan jarak jangakauan ke-6 Kabupaten di Sulbar dan meminimalisir pengeluaran/ penghamburan dana yang tidak penting. Taktik dan teknis penggunaan Media Sosial sudah ramai dan efektif digunakan sejak Pilpres 2008 di Amerika Serikat dimana pada saat itu Barack  Obama menjadi Capres dari Partai Demokrat , Obama menang dan dilantik  menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-44 pada 20 Januari 2009.

Bukan saja diluar Negeri Media Sosial digunakan sebagai alat kampanye di Negeri kita tercinta ini Media Sosial sudah menjadi trend, contoh nyata di   Pilpres 2014 dimana pasangan Pa Prabowo Hatta dan Pa Jokowi - Pa JK akan bersaing menuju ke Kursi Presiden dan Wakil Presiden RI masas bhakti 2014-2019. Kedua kandidat, yang meresmikan pencalonannya pada Senin (19/5/2014), memang sudah lama aktif berkomunikasi di dunia maya dan sadar kehadiran mereka di media baru itu akan memengaruhi keputusan para pemilih pemula. Diperkirakan 30 sampai 40 %  peluang yang harus ditangkap dari pemilik suara yang bermain di segmen media Sosial untuk diajak berinteraksi.

BERMAIN DI MEDIA SOSIAL

Mari kita amat-amati penggunaan media sosial oleh 2 pasangan Capres/Cawapres 2014 yang dilansir oleh  Indeks Digital , hasil survei lalulintas percakapan di media sosial Twitter. Lembaga ini menggunakan program khusus untuk memisahkan antara akun asli dan akun buatan atau sering disebut produksi robot (akun bot).

"Dari hasil survei twitter per provinsi yang kita lakukan, Prabowo unggul di Jawa dan Bali. Prabowo unggul dengan perolehan 51,322 persen. Jokowi hanya memperoleh 48,678 persen," kata Jimmi Kembaren, Direktur Eksekutif Indeks Digital, di Kawasan Sabang, Jakarta, Jumat 4 Juli 2014. sumber ners.viva.co.id " http SURVEY PRABOWO - HATTA MENANG DI TWITTER "

BERMAIN DI LEMBAGA SURVEY ,

Pada saat seperti sekarang ini dimana Pilpres dan beberapa Pilkada akan digelar secara  serentak dimana Pilkada yang hanya berbeda bulan dalam satu Daerah bisa saja dilakukan serentak seperti yang sering didengung-dengungkan untuk mengefektifkan penyelenggaraan dan efisiensi anggaran, akan terjadi perang survei antar lembaga survei. Publik diimbau mewaspadai hasil rilis lembaga survei yang dianggap abal-abal. Tidak jarang lembaga survei abal-abal tersebut mengutak-atik data survei demi menyenangkan sang pemesan dan dijadikan alat untuk mempengaruhi pemilih.‬ Banyak lembaga Survey yang tidak terdaftar di Komisi Pemilihan Umum.Namun tidak sedikit juga lembaga survey yang memang kredibel , terpercaya dan bekerja profesional lembaga survey beginilah yang perlu diakomodir oleh media untuk dirilis.

Masih terbayang dipelupuk mata bagaimana hampir semua lembaga Survey  memenangkan pasangan Inkamben  Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli di Pilkada DKI Jakarta ternyata Hasil Survey tersebut meleset tajam Jokowi - Ahok yang menenagkan pertarungan walau dalam 2 putaran.

Survey adalah sebuah sistem yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh para Kandidat untuk mengetahui sejauh mana peluang atau elektabilitas baik sebagai bakal calon maupun sebagai Calon sebelum , sedang, atau setelah minggu tenang dan Pemilihan berlangsung, namun yang terpenting lembaga survey benar-benar kredibel, profesional dan terpercaya, bukan survey abal-abal berdasarkan pesanan.

Penulis sebagai Media Center Pa SDK ( Sekertariat DPD Partai Demokrat Sulbar )   merespon dan mengapresiasi dengan baik dan bijak hasil survey yang dirilis oleh Harian Rakyat Sulbar edisi Selasa 24 Juni 2014 , yang berjudul " ABM UNGGUL DI POLMAN SDK DI MAMUJU " Survey yang dilaksanakan oleh Indeks Politica Indonesia ( IPI ) mungin ada benarnya kalau dilihat dari segi jumlah pemilik suara di Mamuju dimana basis Pa SDK berdomisili yang lebih sedikit bila dibanding dengan jumlah pemilik suara yang ada di Polman dimana Pa ABM memiliki Basis massa yang setia, itu apabila Survey hanya dilaksanakan di Mamuju dan Polman saja, menurut sumber Survey IPI ini dilaksanakan dari tanggal 5 sampai 12 Juni 2014 disejumlah Kecamatan yang ada di Sulbar, Survey dilakukan terhadap 8 Tokoh masyarakat dengan hasil Pa Ali Baal Masdar menduduki puncak elektabilitas dengan 19,4 % sedang Pa SDK 17,7 % ditempat kedua, disusul Pa Salim S.Mengga 11,2 %, Pa Kalma Katta 2,9 %, Pa Agus Ambo Jiwa 3,2 % , Aladin S Mengga 5,6 %  , Pa H.Hapati Hasan 3,5 %, Ibu Muhyina Muin 1,8 %.

Penulis sependapat dengan Direktur Eksekutif IPI Suwadi Idris pada bagian rilis persnya menyebutkan bahwa "ABM unggul di Polman dan SDK Unggul di Mamuju, karena daerah ini adalah basis massa dua bakal kandidat  "  yang belum penulis ketahui dengan methode apa survey ini dilakukan dan seberapa  Margin Of Eror Survey ini , berapa  populasi sample serta Kecamatan mana saja yang di Survey di Sulbar, agar penulis bisa menelaah lebih dalam   ?.

Walau masih meninggalkan pertanyaan Namun  pertanyaan itu tak perlu dijawab karena penulis yakin bahwa Lembaga Survey IPI ini adalah salahsatu Lembaga Survey yang kredibel di Sulbar yang kemungkinan  bisa diajak bekerjasama secara profesional Oleh Partai beberapa Kandidat baik pada Pemilihan Bupati maupun Guberbur Sulbar yang akan datang.

PENELUSURAN MEDIA SOSIAL PA SDK PUNCAKI ELEKTABILTAS BALON GUBERNUR SULBAR 2016 : 

Melalui lebih dari 10 ( sepuluh ) jenis Akun Media Sosial yang terdiri dari Akun Twitter , Facebook, Grup Facebook, Laman Facebook , Instagram, Path, Skype, Youtube untuk berbagi tulisan / foto di  5 Blog pribadi ( Warta Warga Sulbar ),serta Kompasiana, penulis  berintekrasi dengan sahabat, teman-teman kaum muda dan mereka yang berhati muda ,dalam interaksi tersebut selain membicarakan tentang hal-hal yang rutin dan trending di media sosial tak lupa menyisipkan pesan-pesan Politik , Profil , Kegiatan Pembangunan , Atensi , harapan Pa SDK tentang SulawesI Barat yang lebih Maju.

Dan untuk mengetahui tingkat kepopuleran serta keterpilihan bila nanti Pa SDK mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Barat penulis telah melakukan penelusuran dan Sharing sejak setahun yang lalu, dengan mengajukan beberapa pertanyaan  baik dengan pemilik Akun di Group Vote Facebooker Sulbar atau teman-teman FB, atau secara langsung kepada responden misalnya : Menurut kawan-kawan siapakah yang layak menjadi The Next Bupati/Walikota Mamuju, Bupati Mamuju Tengah dan Mamuju Utara 2015, serta Gubernur Sulbar 2016 ??.
Menurut   anda para sahabat siapakah sosok yang paling tepat untuk berpasangan dengan Pa SDK, diantara 4 sosok Pemimpin berkarisma di Sulbar yang ada di foro SIMULASI MISALNYA Pa SDK - PA KALMA KATTA, PA SDK - PA ALIBAAL MASDAR, PA SDK - PA HENDRA SINGKARRU, ATAU PA SDK - IBU DR. MUHYINA, SELALU ADA PILIHAN,atau pertanyaan lainnya melalui inbox.

Pertanyaan - pertanyaan yang penulis ajukanitu bukanlah bentuk survey , hasilnyapun bukan hasil survey yang dilaksanakan oleh sebuah lembaga kredibel berdasarkan pada Ilmu Pengetahuan dengan menggunakan Sistem yang canggih , yang kemudian di Rilis diberbagai media dengan biaya bisa mencapai ratusan juta rupiah , Tapi jejak pendapat TAK BERBIAYA TIDAK DI PRAKARSAI OLEH SIAPAPUN ( INDEPENDEN ) dan atas inisiatif pengelola Vote Facebook Sulbar melalui penelusuran Dalam rangka untuk mengetahui pendapat masyarakat serta sejauh mana partisipasi pengguna akun media sosial yang rata-rata anak muda ( Pemilih Pemula ) terhadap Pemilihan Umum dan Pilkada.

Sebagaimana diketahui bahwa penelusurn atau search yang dilakukan bukanlah survey maka hasilnyapun bukan dalam bentuk presentase akan tetapi hasil analisa dalam bentuk respon dari para responden.

Dari hasil penelusuran dan Sharing dengan pemilik Akun yang berdomisili di Sulbar dan masyarakat Biasa Dengan sangat meyakinkan PENULIS  untuk BERPENDAPAT BAHWA , BAPAK DR. H. SUHARDI DUKA, MM ( PA SDK  ), telah mendapatkan Dukungan yang terus  mengalir dari seluruh lapisan masyarakat baik melalui media sosial maupun dari  penjuru Sulawesdi Barat . berdasarkan kepada analisa sederhana arus dukungan kepada SDK secara signifikan terus menanjak, elektabiltasnya terus meningkat dari hari kehari dan kalau seandainya Pilkada Sulbar diadakan sekarang pasangan Pa SDK akan tampil sebagai Pemenang.****

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar