Rabu, 12 Agustus 2015

ROMBAK KABINET BAPAK PRESIDEN JOKOWI LANTIK 3 MENKO DAN 2 MENTRI BARU



Sumber Foto : www.rmol.co

Sore ini Rabu, 12 Agustus 2015 Bapak Presiden Joko widodo telah melantik 3 orang Mentri Koordinator dan 2 Mentri baru dalam rangka meningkatkan kinerja Kabinet,  6 menteri yang dilantik 3 adalah pada posisi Menteri koordinator dan 3 Orang lagi pada posisi Mentri dan setingkat Mentri, masing - masing :
  1. Menko Perekonomian Bapak Darmin Nasution menggantikan Bapak Sofyan Djalil.
  2. Menko Polhukam Bapak Luhut Binsar Panjaitan menggantikan Bapak Tejo Edhy Purdiyatno.
  3. Menko Kemaritiman Bapak Rizal Ramli menggantikan Bapak Indroyono Soesilo.
  4. Mentri Perdagangan Bapak Thomas T Lembong menggantikan Bapak Rahmat Gobel.
  5. Sekertaris Kabinet Bapak Pramono Anung menggantikan Bapak Andi Widjajanto.
  6. Kementrian PPN Kepala BAPPENAS Bapak Sofyan Djalil dirotasi menggantikan Bapak Andrinof Channiago.
Dengan dilantiknya 6 mentri ini terjawab sudah pertanyaan mengenai Resafle Kabinet Pa Jokowi dan siapa saja gerangan Menteri yang telah diresuffle***

Sumber Tv Nasional Swasta.

Rabu, 05 Agustus 2015

INI 7 PASANGAN CALON KUAT KEPALA DAERAH YANG TANPA LAWAN DI PILKADA SERENTAK 2015


Ilustrasi Sumber Foto dari Facebook Ibu Risma

Tepat pukul 16.00 tanggal 3 Agustus 2015 Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) menutup pendaftaran bakal calon Kepala Daerah, saat penutupan masih ada tujuh daerah yang memiliki calon tunggal,  berdasarkan regulasi yang ada ketujuh daerah yang memiliki calon tunggal  tidak dapat mengikuti tahapan Pilkada. Ini suatu bukti bagaimana kekuatan Petahana ( Incamben ) di daerahnya. Apalagi kalau mereka mengukir prestasi selama menjabat di daerah tersebut.

Ketujuh pasangan kuat tanpa lawan didaerahnya ini mayoritas adalah Petahana berikut daftar nama - namanya :

  1. Pasangan Bpk. UU Ruzhanul Ulum - Bpk. Ade Sugianto ( Petahana ) Kabupaten Tasikmalaya Prov. JAWA BARAT,
  2. Pasangan Bpk. RIYANTO - Bpk. MARHAENIS dari Kabupaten BLITAR JAWA TIMUR.
  3. Pasangan Bpk. AHYAR ABDUH - Bpk. MOHAN ROLISKANA, ( PETAHANA ) KOTA MATARAM NUSA TENGGARA BARAT.
  4. Pasangan Bpk. SYAHARIE JAANG - Bpk. NUSYIRWAN ISMAIL, ( PETAHANA ) KOTA SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR,
  5. Pasangan IBU TRI RISMAHARINI - Bpk. WISNU SAKTI BUANA ( PETAHANA ) KOTA SURABAYA JAWA TIMUR.
  6. Pasangan Bpk. RAYMUNDUS SAU FERNANDES - Bpk. ALOYSIUS KOBES, ( PETAHANA ) KABUPATEN TIMUR TENGAH UTARA NTT.
  7. Pasangan Bpk. INDARTATO - Bpk. YUDI SAMBOGO, ( PETAHANA ) KABUPATEN PACITAN JAWA TIMUR.

Ketujuh pasangan ini masih punya harapan untuk ikut pilkada apabila Presiden menerbitkan Perpu dalam waktu dekat yang memperbolehkan Calon Tunggal untuk mengikuti Pilkada serentak.***

Diolah Dari berbagai sumber, karena datanya bisa saja berubah  atau salah ketik mohon koreksinya pada kolom komentar, terima kasih,

Senin, 03 Agustus 2015

PILKADA DAN CALON BAYANGAN

Oleh : Dr. H. Suhardi Duka, MM


Tak dapat dielakkan akibat dari kakunya peraturan KPU dalam pilkada maka calon bayangan akan menjadi tren dibeberapa daerah. Sebab tanpa Calon bayangan itu sama halnya dengan menunda Pilkada 2 tahun kemudian.

Pilkada saat ini bukan lagi ruang gelap. Dengan adanya Survey yang banyak terbukti, membuat calon yang rendah surveinya untuk berfikir ulang , maju melawan calon yang surveynya tinggi. Ditambah lagi dengan resiko mundur bila anggota Dewan, PNS atau TNI/ Polri.

Memang tidak disangkali ada daerah yang pasangan calonnya menang berdiri. Artinya sulit untuk dilawan karena tingkat dukungan yang tinggi dibuktikan dengan survey diatas 60 %. Sementara disisi lain raihan survey Sang Penantang  hanya berada dikisaran 5 %.

Sukses seseorang dalam Pilkada ditandai oleh kemampuan dan citra diri seorang figur dimata publik. Dikenal Cerdas, baik, jujur dan amanah akan banyak mendapat harapan dan dukungan Pemilih.

Kedua kemampuan dalam menguasai resourcess baik ekonomi, akses kekuasaan dan pengaruh, kekuatan jaringan dan dukungan Partai Politik. Dan yang ketiga momentumnya tepat serta strategi yang dimainkan bersama Timnya bagus.

Kondisi itu bagi petahana tidak terlalu sulit. Bahkan sudah lama dipersiapkan bersamaan dengan masa jabatannya.  Jadi tidak mungkin orang memaksakan diri untuk melawan dengan resiko mundur ditengah survey yang rendah.

Peraturan KPU tidak usah terlalu ekstrim, sampai mengundur Pilkada 2 tahun untuk melemahkan calon Petahana atau calon yang kuat agar terkondisikan lemah. Kita dapat mengambil budaya yang acap kali dipertontonkan dalam Pemilihan Kepala Desa. Yaitu bila calon tunggal dilawankan dengan peti kosong.

Saya sebagai salah satu Ketua Partai ( itupun kalau tidak dipecat ) juga tidak akan mengambil keputusan yang konyol untuk mencalonkan seseorang tanpa hasil survey. Kecuali memiliki pertimbangan lain.

Di Sulbar terdapat 4 Daerah yang menggelar Pilkada. Sebanyak 2 daerah hampir dikatakan menang berdiri. Sebab surveynya mencapai 60 %.
Disisi lain selisih calon lawannya terlalu jauh untuk disebut sebagai penantang tangguh.

Memang survey bukan Tuhan. Tapi Tuhan memberi kita Ilmu untuk digunakan berfikir. Dengan kondisi ini maka calon bayangan tidak dapat dielakkan.

Sesungguhnya pandangan calon bayangan jangan disalah artikan sebagai upaya akal-akalan atau untuk mempermalukan. Tapi justru akan menyelamatkan Pembangunan daerah dan demokrasi yang sementara dibangun. Seorang pejabat careteker tidak boleh terlalu lama menjabat. Sebab kewenangannya terbatas. Serta bukan berasal dari pilihan rakyat. Sekaligus tidak mendapatkan legitimasi sebagai keterwakilan aspirasi dari rakyat. Maka, hemat Saya calon bayangan adalah salahsatu solusi untuk menjaga kelangsungan Pemerintahan dan Pembangunan serta demokrasi di Daerah.

Adanya seseorang yang rela menjadi calon bayangan bila ditinjau dari sisi kepentingan Daerah maka sebetulnya ia memiliki jasa untuk menjembatani harapan rakyat dengan aturan KPU sehingga tidak deadlock. Dengan begitu harapan rakyat yang ingin tetap bersama pemimpin yang diharapkan akan terwujud dengan hadirnya calon bayangan.

Masa 2 tahun menunggu bukanlah masa yang singkat. Bahkan bila dalam 2 tahun itu Sang Calon tidak lagi berminat untuk menjadi Calon, maka PKPU telah nyata kesuksesannya menjauhkan antara rakyat dan aspirasinya.

Terhadap keputusan Partai antara DPP dan Daerah hampir disetiap Partai selalu ada masalah. Dan Saya pastikan tidak ada yang bersandiwara dalam hal ini. Tapi pasti ada orang DPP yang menjadi Sutradara terhadap kejadian Mamuju untuk mengambil manfaat dari kondisi ini,

Kalau disadari kalau bahwa kita berjuang bersama di Pileg 2014 yang lalu, kami tidak butuh ucapan terima kasih. Karena memang tak pernah berterima kasih. Tapi minimal janganlah menghujat sesama kader.***

Minggu, 02 Agustus 2015

CALON TUNGGAL KEPALA DAERAH AKAN MELAWAN BUMBUNG KOSONG

Oleh : Muhammad Nur OKT

Sampai dengan tanggal 1 Agustus 2015 masih ada 11 Daerah yang masih memiliki Calon tunggal, maksudnya baru ada 1 pasangan calon Kepala Daerah yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah  setempat, daerah dimaksud adalah :
  1. Kabupaten Asahan di Sumatra Utara,
  2. Kabupaten Tasikmalaya di Jawa Barat,
  3. Kota Surabaya di Jawa Timur,
  4. Kabupaten Blitar di Jawa Timur,
  5. Kabupaten Purbalingga di Jawa Tengah,
  6. Kabupaten Pacitan di Jawa Timur,
  7. Kabupaten Minahasa Selatan di Sulawesi Utara,
  8. Kota Mataram di NTB,
  9. Kota Samarinda di Kaltim,
  10. Kabupaten Timur Tengah Utara di NTT,
  11. Kabupaten Pegunungan Arfak di Papua Barat.
Berdasarkan Peraturan yang ada saat ini apabila sampai dengan tanggal 3 Agustus 2015 , masih   ada daerah yang memiliki calon tunggal maka konsekwensinya adalah Pilkada 2015 di Daerah itu harus diundur hingga pilkada serentak Pebruari 2017 yang akan datang.

Bagi masyarakat pemilik suara dan calon tunggal hal ini sangat merugikan hak konstitusi mereka untuk memilih pemimpin daerahnya dan menjadi Pemimpin di Daerahnya, tidak menutup kemungkinan akan muncul lagi calon tunggal setelah ditunda dua tahun , penundaan ini tidak menjamin tidak akan ada calon yang kuat yang akan menjadi calon tunggal sehingga Pilkada harus diulang lagi.

Untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah dalam hal Menteri Hukum dan Ham Bpk. Yasonna Hamonangan Laoly dalam sebuah wawancara di salah satu TV Nasional Swasta pagi ini Minggu 2 Agustus 2015 antara lain  mengatakan bahwa untuk mengatasi masaalah Calon tunggal telah menyiapkan Draf Peraturan yang akan diajukan kepada Presiden yang isinya antara lain adalah , apabila sampai dengan batas yang telah ditetapkan masih ada daerah yang memiliki Calon Tunggal, maka calon tunggal tersebut akan berhadapan dengan Bumbung Kosong atau Kotak kosong.

Suatu langkah pemecahan masaalah yang patut di apresiasi ****
Diolah dari sumber terpercaya***

Sabtu, 01 Agustus 2015

DIREKTUR PDAM TIRTA MANAKARRA MAMUJU LEPAS JONI DIPAMADA




Mamuju, Sabtu 1 Agustus 2015 Direktur PDAM - Tirta Manakarra Mamuju Muh. Nur, Se melepas Kepala Satuan pengawas Internal PDAM-TM Mamuju Pa Joni Dipamada dalam suatu acara sederhana di Ruang Rapat Kantor PDAM- TM Mamuju.

Pa Joni yang memasuki usia pensiun sejak 14 Juli 2015 ketika berusia 56 tahun dengan masa kerja dan pengabdian  kurang lebih 30 tahun,  28 tahun berkiprah di PDAM Majene dan 2,5 Tahun di PDAM Tirta Mamuju,  yaitu dari tahun 2013 sampai dengan 2015.

Pria berkaca mata yang pernah menjabat sebagai Direktur Umum PDAM Majene dari Tahun 2002 sampai 2012 ini adalah pekerja keras yang disiplin , dalam kariernya telah berhasil dengan baik mengemban tugas yang diberikan  dibagian mana saja ditempatkan.

Dalam kata sambutannya Direktur PDAM-TM Mamuju Muh. Nur, Se mengatakan bahwa "  Sejak diajak untuk pindah ke Mamuju dari PDAM Majene pada Tahun 2013 Pa Joni telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan pengabdiannya selama bertugas bersama kami di PDAM - Mamuju, prestasi yang kami capai bersama Pa Joni di tahun 2014 adalah penghargaan dari BPP-Spam dan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum "Kecil-Kecil Tapi Untung " PDAM Mamuju adalah PDAM terbaik yang menerima penghargaan dari 7 PDAM baik dengan pelanggan 10 ribu   ".Kata Pa Direktur.


Pada bagian lain sambutannya Muh. Nur, Se mengatakan  "  Atas jasa dan pengabdiannya Pa Joni kami telah menyerahkan 1(satu ) Buah kendaraan Motor dan Uang Jasa Pengabdian, setiap Pegawai PDAM - TM Mamuju yang pensiun akan mendapatkan kendaraan roda dua dan uang jasa Pengabdian, dan  sebagai bentuk  apresiasi atas kinerja Pa Joni Kami Direksi PDAM-TM Mamuju, mulai hari ini akan mengangkat kembali Pa Joni sebagai Staf Khusus bidang SDM dan Pengawasan dengan masa kontrak 6 bulan dengan target tertentu yang harus dicapai " katanya.

Kabar Gembira bagi Pegawai PDAM-TM Mamuju karena bagi mereka yang masih berumur maksimu 25 Tahun dan akan melanjutkan Pendidikan kejenjanjang S.1 atau S.2, dimana  PDAM telah bekerjasama dengan AKA Tirta di Magelang  untuk memfasilitasi Pendidikan kejuruan Lingkungan dan Sanitasi dengan biaya dibebankan kepada Anggaran PDAM,

Perlu diketahui bahwa sebelumnya yaitu pada tanggal 31 Maret 2015, Dua Orang Pegawai PDAM-TM Mamuju telah memasuki masa pensiun itu berarti pada Tahun 2015  terdapat  3 Pegawai yang memasuki masa Pensiun pada tataran Jabatan Struktural.

Acara berlangsung hikmat dalam  suasana hikmat, Hadir dalam pelepasan Pa Joni Dipamada Dewan Pengawas PDAM-TM Mamuju, dan seluruh jajaran Direksi dan  Pegawai PDAM-TM  ( M.Nur OKT ) ***

"

Rabu, 29 Juli 2015

INI 4 PASANGAN CALON YANG AKAN BERTARUNG DI PILKADA BUPATI MAMUJU 2015

Oleh : Muhammad Nur OKT

Masa pendaftaran Calon peserta Pilkada Bupati / Wakil Bupati Mamuju 2015 masa bhakti 2016 - 2021 yang dibuka pada tanggal 26 Juli 2015 telah berakhir dan ditutup kemarin Selasa tanggal 28 Juli 2015 sore hari, hingga pendaftaran ditutup  ada 4 ( empat ) pasangan Calon yang telah melakukan pendaftaran ke KPU ( Komisi Pemilihan Umum ) Kabupaten Mamuju, mereka adalah :

  1. Pasangan Bpk. H. Habsi Wahid dengan Bpk. H. Irwan Pababari, yang didukung oleh Partai Hanura yang memilki 4 kursi di DPRD Kab. Mamuju, Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) 2 Kursi, Partai Bulan Bintang ( PBB ) 2 Kursi, Jumlah dukungan sementara 8 kursi di DPRD Kab. Mamuju.
  2. Pasangan Bpk. H. Bustamin Bausat dengan Bpk. H. Damris, yang didukung oleh Partai Golongan Karya ( Golkar ) 4 kursi, PDI-P  2 Kursi, Gerindra 2 kursi, jumlah dukungan 8 kursi.
  3. Bpk. Ahmad Appa  dengan Bpk. Jawas Gani, didukung oleh Partai Amanat Nasional ( PAN ) 3 Kursi, Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB )  2 kursi, PKPI 2 Kursi, PPP)* 1 Kursi, Jumlah dukungan 8 kursi.
  4. Ibu Hj. Sitti Saleha Duka dengan Bpk.H. Firman Argo Waskito, diusung oleh Partai Demokrat dengan 10 kursi di DPRD Kabupaten Mamuju. Namun berdasarkan rapat pleno KPU Mamuju pada tanggal 24 Agustus 2015 pasangan ini dinyagakan gugur, salah satu penyebabnya karena mundurnya bakal calon wakil Bupati Pa Firman Argo Waskito.
Menyaksikan peta dukungan dari Partai pengusung dan basis massa dari ke 3 pasangan calon nampaknya ke 3 pasangan akan bertarung ketat dalam Pilkada serentak 2015 ***


Minggu, 21 Juni 2015

INILAH 4 PAKET PASANGAN BUPATI DAN 3 CALON WAKIL BUPATI MAMUJU DARI PARTAI DEMOKRAT DI SULAWEWI BARAT




Mari kita simak apa yang diinginkan oleh Partai Demokrat dalam Pilkada serentak Desember 2015 yang diwakili lewat pernyataan  Ketua Umum Partai Demokrat Bapak DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO dibeberapa kesempatan bahwa " PARTAI DEMOKRAT LEBIH MENGUTAMAKAN KADERNYA MAJU SEBAGAI CALON  Di PILKADA SERENTAK, hal tersebut merupakan strategi maksimal untuk menghadapi Pilkada serentak yang sudah terjadwal pada Desember 2015 yang akan datang.

Penulis teringat dengan ucapan Bapak Ketua Umum Bapak SBY dalam sebuah kesempatan Silaturrakhmi II FKPD - PD di Hotel Sahid Jaya Jakarta beberapa saat yang lalu yang saya kutip dari detik.com mengatakan bahwa " Kami siap mengutamakan kader- kader kami sendiri, soal popularitas, elektabikitas bisa kami olah, kami siap memaksimalkannya " .

Pernyataan ini sesungguhnya sudah mengisaratkan kepada para pengurus bahwa Partai Demokrat lebih memilih kadernya sendiri untuk menjadi kandidat di Pilkada serentak, lain halnya kalau ada sesuatu hal yang prinsip seperti dibeberapa daerah di Sulbar.

Akan halnya Provinsi Sulawesi Barat terdapat 4 ( Empat ) Kabupaten yang akan ikut Pilkada serentak tahap  pertama, yaitu Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamuju Tengah dan Kabupaten Mamuju Utara, dan dari hasil pantauan penulis dilapang sejak beberapa hari lalu sudah ramai beredar  baik di Media maupun lewat pembicaraan masyarakat akan nama- nama Bakal Calon yang akan maju mengendari Partai Demokrat baik sebagai Bupati maupun wakil Bupati dari empat Kabupaten di Sulawesi Barat  sebagai berikut :

  1. Kabupaten Majene, Calon Bupati : BPK. H. FAHMI MASSIARA ( Wakil Bupati Majene ) berpasangan dengan bakal Calon Wakil Bupati BPK. LUKMAN ( Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majene.).
  2. Kabupaten Mamuju, Calon Bupati BPK. H. HABSI WAHID ( Sekertaris Daerah Kabupaten Mamuju, ada tiga bakal Calon Wakil Bupati yang akan diajukan oleh DPD Partai Demokrat ke DPP paling lambat 25 Juni 2015, yaitu BPK. H. FIRMAN ARGO ( Anggota DPRD PROV. SULBAR, KADER PARTAI ), yang kedua BPK. H. SYAMSUDDIN ( ANGGOTA DPRD KAB. MAMUJU KADER PARTAI ) dan yang ketiga BPK. H. IRWAN PABABARI ( WAKIL KETUA DPRD KAB. MAMUJU, KETUA DPC PARTAI HANURA.).
  3. Kabupaten Mamuju Tengah Calon Bupati BPK. H. ARAS TAMMAUNI ( Ketua DPRD PROV. SULBAR, KETUA DEWAN PEMBINA DPD PD SULBAR ) dan bakal calon wakilnya adalah BPK. H. MUH. AMIN JASA ( Sekertaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah ).
  4. Kabupaten Mamuju Utara , Calon Bupati Pa Musawir Azis Isham, SH, M.Si  bakal Calon Wakil masih menunggu hasil rilis DPD PARTAI DEMOKRAT.
Memahami gejolak Politik utamanya di Kabupaten Mamuju wajar kalau kemudian Partai Demokrat   mengusulkan tiga nama ke DPP sebagaimana telah disebutkan diatas  soal siapa yang akan direkomendasikan oleh DPP bukan menjadi domain atau tanggung jawab Dpd PD SULBAR , sesuai mekanisme DPP akan menentukan , bola sudah dilempar ke pengambil kebijakanlah yang akan  membuat rekomendasi pasangan yang akan maju di Pilkada Serentak Mamuju tahun 2015.

Kalau ditanyakan siapa gerangan yang akan direkomendasikan oleh DPP untuk menjadi pasangan atau paket calon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju dari ketiga nama dimaksud maka Penulis berupaya membuat sebuah prediksi , namanya prediksi bisa benar bisa juga salah, apalagi kalau kebijakan dilihat dari sudut Politik yang memang sangat dinamis dan dapat berubah dalam hitungan detik, tapi  kalau kebijakan ditentukan oleh DPP maka keputusan bisa kita kaitkan dengan pernyataan DPP yang cenderung lebih memilih kader ketimbang dari luar kader,  berdasarkan hasil analisa sederhana serta tekad DPP untuk mengutamakan Kadernya   maju di Pilkada serentak , maka paket pasangan untuk Kabupaten Mamuju adalah pasangan BPK. HABSI WAHID DENGAN SALAH SATU DARI 2 KADER PARTAI YANG DIAJUKAN NANTINYA KE PUSAT.

Perlu dicamkan bahwa Politik itu adalah seni dari berbagai Kemungkinan, sebelum terjadi semua masih bisa berubah. BERUBAH ATAU TIDAK KITA TUNGGU HASILNYA DI AWAL JULI 2015.

Bagaimana dengan Anda Pembaca Yang terhormat  ?*****
Sumber Foto dari Facebook