Sabtu, 25 Oktober 2014

REKAN JEJAK SUSI PUJIASTUTI DARI BAKUL IKAN KE SUSI AIR UNTUK MENUJU KURSI MENTERI



 Ibu Susi Pujiastuti foto : www.JPNN.com

Tak pernah terlintas dibenak penulis kalau Presiden Direktur PT. ASI Pudjiastuti Aviation, Susi Pudjiastuti, akan terlihat di  TV di halaman istana Negara  dipanggil  menghadap Presiden Jokowi kabarnya berkaitan  dengan proses pemilihan Menteri pada Kamis, 23 Oktober 2014. Bukan karena tidak yakin pada kemampuan Beliau , akan tetapi dalam bursa Calon Menteri yang kerap diberitakan Nama Ibu Susi belum pernah terdengar. tapi entah mengapa setelah bertemu Pa Jokowi nama Ibu Susi sudah santer disebut-sebut sebagai salahsatu  Calon Menteri di Kabinet Pa Jokowi/ JK.

Tak sulit mencari refrensi untuk menuliskan Rekam jejak Ibu Susi, disamping kerap diberitakan di media cetak, nama ini cukup familiar ditulis di media online , Menyebut Nama Susi imajinasi kita langsung tertuju kepada perempuan paruh baya yang kerap tampil dengan kacamata dengan dandanan kasual , pengusaha sukses yang berjuang keras dari bawah ini memulai bisnis kecil-kecil  sebagai penjual ikan di Pangandaran Jawa Barat, Dengan modal Rp 750 ribu hasil penjualan perhiasan miliknya, ia mulai berjualan ikan dengan cara membeli ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan menjualnya ke restoran-restoran. Hari pertamanya ia hanya berhasil menjual 1 kg ikan. Itupun ke restoran kenalannya dengan keuletan serta kerjakeras tahapan  demi tahapan dilalui usahanya terus berkembang dia berhasil menguasai pasar  di Daerah Cilapcap . 

Tidak puas hanya berbisnis ikan laut di satu daerah, Susi mulai melirik daerah Pangandaran di pantai selatan Jawa Barat. Usaha perikanannya maju pesat. Jika semula dia hanya memperdagangkan ikan dan udang, maka Susi mulai memasarkan komoditas yang lebih berorientasi ekspor, yaitu lobster.

Banyaknya produk yang akan dipasarkan menimbulkan problem  transportasi agar cepat tiba didaerah tujuan harus menggunakan pesawat udara , oleh karena apabila dengan kapal laut terlalu lama  lobster bisa  busuk  dan menurun kwalitasnya, Susi berfikir untuk membeli sebuah pesawat dan secara kebetulan suami Susi Christian von Strombeck,  warga negara asing yang berprofesi sebagai pilot pesawat carteran asal Jerman mendukung usaha Ibu Susi . Baca juga Profil Susi " Air http://id.wikipedia.org/wiki/Susi_Air  "

Pada   tahun 2004, Ibu Susi memutuskan membeli sebuah pesawat Cessna Caravan seharga Rp 20 miliar untuk mengirimkan lobster dan ikan segar ke Jepang dan Amerika. Dua tahun kemudian yaitu pada tahun 1996 Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product. Produk unggulannya adalah lobster dengan merek Susi Brand.

Sekarang ini Ibu Susi Pujiastuti Wanita kelahiran Pangandaran pada 15 Januari 1965 disamping memiliki perusahaan pengelohan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product , juga memiliki Perusahaan PT ASI Pudjiastuti Aviation, operator penerbangan Susi Air , Saat ini Susi Air memiliki 50 unit pesawat dari berbagai jenis. Di antaranya Grand Caravan 208B, Piaggio Avanti II, Pilatus Porter, serta Diamond DA 42. Kebanyakan pesawat itu dioperasikan di luar Jawa, seperti di Papua dan Kalimantan. Pada 2008, Beliau mengembangkan bisnis aviasinya dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School. http://www.tokohindonesia.com/tokoh/article/283-direktori/3694-susi-pudjiastuti "

Banyak Orang mengatakan bahwa tanpa ijazah yang memadai kita akan sulit bersaing  memperoleh pekerjaan yang layak dan memadai, tentu terkecuali untuk Ibu yang  satu ini , Ijazah sarjana  belum tentu bisa jadi jaminan kesuksesan seseorang di masa depan. Teori itu bisa dibuktikan oleh Ibu Susi Pujiastuti. Meski hanya bermodal Ijazah  SMP, karena memutuskan keluar dari sekolah formal ketika duduk di bangku sekolah menengah atas,dia bisa merubah nasib jauh lebih baik yang semula hanya seorang bakul ikan menjadi pemilik maskapai penerbangan  dan tidak menutup kemungkinan tak lama lagi  akan menjadi salah seorang menteri di Kabinet Pa Jokowi - JK .  keberhasilan Ibu Susi ini patut diapresiaisi oleh segenap masyarakat dan Bangsa Indonesia ***

Diolah dari berbagai sumber **
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar