Minggu, 19 Oktober 2014

PPP SELAMAT TINGGAL KMP , UNTUK DAPAT JATAH 2 KURSI MENTERI ?!

 OPINI OLEH : MUHAMMAD NUR OKT

 Foto : www.kabar24.com

Ketua Umum terpilih hasil Muktamar PPP ke VIII di Surabaya 17 Oktober 2014 Romahurmuzi terlihat oleh Wartawan tengah mengunjungi rumah kediaman Presiden terpilih Pa Ir.H. Joko Widodo di Taman Surapati Jakarta Pusat pada tanggal 18 Oktober 2014.

Mantan Sekjen DPP Partai Perastuan Pembangunan dalam kepengurusan SDA itu sempat dicegat oleh Wartawan dan  menanyakan soal terpilihnya sebagai Ketua Umum PPP, apakah Partainya akan bergabung dengan KIH ( Koalisi Indonesia Hebat ) ? 

Namun Pria paruh baya yang akrab disapa Romi itu nampaknya belum bersedia menjawab Ya atau tidak dan bergegas masuk kekediaman Pa Jokowi sambil berujar "  Kita Lihat Saja Nanti " Katanya.

Tanda-tanda akan menyebrangnya PPP ke Kubu KIH yang mendukung Pa Jokowi mulai terlihat saat Pemilihan Unsur Pimpinan  DPR RI dan klimaksnya terjadi saat Pemilihan Unsur Pimpinan MPR RI , seperti di Unsur Pimoinan DPR RI dipaket ini juga tak ada satupun dari kader PPP yang diikut sertakan dalam pencalonan unsur Pimpinan MPR RI. 

Wajar kalau Kemudian PPP merasa ditinggalkan, dan tentu  tak perlumheran kalau kemudian PPP berubah haluan dan bergabung dengan KIH yang memberi 1 peluang untuk dicalonkan menjadi salah satu Unsur Pimpinan MPR , sayang mereka kalah dari KMP yang mendominasi unsur Pimpinan di DPR RI dan MPR RI.

Terlihat secara kasat mata bahwa PPP yang sedang dililit masaalah Internal bukanlah Partai sembarangan, PPP pernah menempatkan Ketua Umumnya Pa Hamzah Haz sebagai Wakil Presiden RI, bahkan disetiap priode kepemimpinan PPP selalu ikut berada dalam jajaran Pemerintahan maupun di lembaga Terhormat, tentu sangat sulit bagi PPP bila dalam suasana kebatinan seperti ini untuk tidak menyebrang dari KMP  ke KIH dengan pertimbangan di KIH lebih di akomodir, diberi peluang untuk duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan anggota Koalisi lainnya di Indonesia Hebat.

Hanya selang beberapa saat yang lalu Terbetik kabar bahwa PPP telah resmi memberikan dukungan kepada Pa Jokowi , walau belum ada pernyataan resmi mengenai penyebrangan PPP ke Koalisi Indonesia Hebat, namun melihat gestur para petinggi PPP di TV terlihat bahwa mereka sudah menuju bahkan sudah ada didalam Koalisi Indonesia Hebat ( KIH ), santer terdengar desas-desus kehadiran dalam kebersamaan PPP di KIH akan diganjar dengan  2 jatah kursi Menteri , walau hal tersebut ditampik oleh Ketua Umum terpilih Priode 2014 - 2019 Romahurmuziy.

Banyak spekulasi yang berkembang ditengah masyarakat tentang nama-nama Bakal Menteri di Kabinet Indonesia Hebat dan telah beredar di Media , walau nama Pa Lukman dan Pa Romi belum terlalu populer , tapi  penulis merasa yakin bahwa kalau benar Presiden terpilih Pa Jokowi memberikan 2 jatah kursi kepada PPP atas partisipasinya membangun kebersamaan maka yang akan ditunjuk jadi Menteri adalah   Lukman Hakim Saifuddin yang baru 4 bulan menjabat Menteri Agama dan Ketua Umum PPP yang baru terpilih Romahurmuziy.


Prediksi Penulis menjagokan Pa Lukman Hakim sangat beralasan , Pa Saifuddin dilantik Oleh Presiden SBY  jadi Menteri Agama pada Senin, 9 Juni 2014 menggantikan Pa SDA yang jadi tersangka kasus di KPK, hanya selang 3 bulan menjabat Menteri Pa Lukman Hakim Saefuddin yang juga adalah anggota DPR RI terpilih  2014 - 2019 , mundur untuk dilantik sebagai anggota DPR RI , Pa Lukman Hakim Saifuddin terpilih menjadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI yang meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo. Alasan Beliau mengundurkan diri untuk dilantik jadi anggota DPR ingin fokus sebagai Menteri Agama kurang masuk akal sebab Jabatan Menteri Agama yang diembannya di KIB 2 akan berakhir dalam hitungan hari tepatnya setelah Kabinet Pa Jokowi dilantik.

Pengunduran diri Pa Lukman sebagai anggota DPR RI priode 2014 - 2019 sebelum dilantik adalah pertanda bawa sudah ada  feeling atau Insting  dirinya akan dipilih oleh Pa Jokowi untuk menjabat Menteri tak mungkinlah Pa Lukman mundur dari keanggotaan DPR RI yang Beliau  perjuangkan dengan susah payah pada Pemilu 2014 yang baru lalu tanpa alasan yang lebih mendasar.

Sedangn Romahurmuziy adalah Mantan Sekjen DPP Partai Perasatuan Pembangunan di kepengurusan Pa SDA priode 2009-2014 , Anggota DPR RI 2014 - 2019  dan Ketua Umum terpilih PPP priode 2014 - 2019 , sebagaimana lasimnya Ketua Umum Partai akan mendapatkan tempat terhormat bila berkehendak dan mau membangun Koalisi bersama dengan Presiden Terpilih, ada beberapa contoh dari pengalaman masa lalu yang bisa menjadi refrensi bahwa Ketua Umum Partai selalu mendapatkan prioritas untuk mendapatkan jatah Menteri , PPP sendiri beberapa kali  menempatkan Ketua Umum atau Kadernya  sebagai Menetri dalam kabinet, Pa SDA dan Pa Manoarfa adalah contoh terdekat***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar